alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Lagi, Nelayan Jateng Diamankan di Perairan Kalsel, Kapalnya Dibakar

BANJARBARU – Penangkapan terhadap nelayan pengguna cantrang asal Jawa Tengah kembali terjadi. Kali ini ada 17 nelayan yang diamankan di sekitar Kecamatan Jorong, Tanah Laut.

Penangkapan sendiri dilakukan oleh nelayan lokal. Mereka menggeruduk nelayan cantrang tersebut yang sedang beraktivitas di perairan di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Senin (12/4).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono menyesalkan masih adanya nelayan asal Jateng yang beroperasi di perairan Kalsel menggunakan cantrang.

Padahal, dia menyebut, pihaknya bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalsel sudah datang ke Jateng untuk menyampaikan keluhan para nelayan kepada dinas terkait.

“Dengan adanya penangkapan ini, kami akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng. Terkait bagaimana ke depannya,” sebutnya.

Selain itu, Rusdi menyampaikan, dirinya juga telah meminta Kasi di Bidang Pengawasan Sumberdaya Dislautkan Kalsel untuk memantau ke lapangan. “Kasi bersama Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Banjarmasin melakukan pengumpulan bahan data dan keterangan,” ucapnya.

Sementara itu, belasan nelayan yang diamankan saat ini telah dibawa ke Mapolres Tanah Laut. Setelah sebelumnya berada di perkampungan nelayan di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong.

“Kalau masih berada di pos Polairud di Swarangan dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan,” ucap Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kasat Polairud Iptu Teguh Triono, kemarin.

Baca Juga :  Nelayan Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Solar

Dia menyatakan, sebetulnya pihaknya telah berupaya mengingatkan nelayan dari luar agar tidak beraktivitas di perairan Tanah Laut karena dapat mengganggu atau merugikan nelayan lokal.

“Kami sudah menghubungi pengurus HNSI di Rembang agar menyuruh mereka menjauh dari perairan Tanah Laut , Itu sudah dilakukan oleh pihak HNSI-nya. Tapi nelayan ini tetap nekat beraktivitas di perairan Tanah Laut ,” papar Teguh.

Akibatnya kesabaran nelayan lokal dari beberapa desa/kecamatan di Tanah Laut habis. Mereka turun menggeruduk nelayan cantrang tersebut yang sedang beraktivitas di perairan di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong.

Sebenarnya ada tiga kapal nelayan yang diincar nelayan lokal, namun dua kapal melarikan diri. Sedangkan satu kapal berhasil dikepung.

Satu unit kapal nelayan Cantrang dari Rembang itu pun akhirnya dibakar, sementara nakhoda dan anak buah kapal (ABK)-nya dipindahkan ke kapal lain dan dibawa ke perkampungan di Swarangan.

“Nakhoda dan ABK kapal itu juga mengakui bahwa telah dihubungi pihak HNSI Rembang agar menjauh. Namun tetap tak beranjak dari perairan Tanah Laut karena mengira nelayan lokal tak melaut,” sebut Teguh.

Sesuai ketentuan, mereka memang tak boleh beraktivitas di perairan pada jarak sekitar 18 mil laut dari daratan.Akan tetapi, mereka masih saja merangsek mendekat hingga jarak 12 mil. Bahkan 8 mil laut yang merupakan area melaut nelayan lokal.

Baca Juga :  Tangkap Ikan Pakai Setrum Diancam Penjara 6 Tahun, Denda Rp1,2 Miliar

Pembakaran kapal ini bukan yang pertama kali, tetapi terjadi untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya pernah terjadi pada 19 November tahun lalu.

Kepala Polres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kepala Satpolairud, Iptu Teguh Triono, ketika dikonfirmasi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. ABK kapal cantrang itu dievakuasi oleh nelayan lokal ke daratan.”Ada sekitar 17 orang ABK kapal cantrang yang kami amankan. Saat ini mereka sudah dipindahkan ke Mapolres Tala,” sebutnya.

Dikatakannya, pemindahan tersebut dilakukan berdasar pertimbangan keamanan.”Jika mereka masih di pos Satpolairud di Swarangan dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan,” ungkap Teguh.

PROSES PENGGERUDUKAN NELAYAN JATENG

1) 17 nelayan melaut di Swarangan. Mereka adalah para nelayan dari Rembang, Jawa Tengah. Mereka terbagi dalam tiga kapal.

2) Di Tanah Laut, nelayan yang jengkel ternyata sudah mengincar mereka. Saat dikejar nelayan lokal, dua kapal melarikan diri. Sedangkan satu kapal berhasil dikepung

3) Satu unit kapal nelayan Cantrang dari Rembang itu akhirnya dibakar, sementara nakhoda dan anak buah kapal (ABK)-nya dibawa ke perkampungan di Swarangan untuk diintrogasi.

(ris/sal/by/ran)

BANJARBARU – Penangkapan terhadap nelayan pengguna cantrang asal Jawa Tengah kembali terjadi. Kali ini ada 17 nelayan yang diamankan di sekitar Kecamatan Jorong, Tanah Laut.

Penangkapan sendiri dilakukan oleh nelayan lokal. Mereka menggeruduk nelayan cantrang tersebut yang sedang beraktivitas di perairan di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Senin (12/4).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono menyesalkan masih adanya nelayan asal Jateng yang beroperasi di perairan Kalsel menggunakan cantrang.

Padahal, dia menyebut, pihaknya bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalsel sudah datang ke Jateng untuk menyampaikan keluhan para nelayan kepada dinas terkait.

“Dengan adanya penangkapan ini, kami akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng. Terkait bagaimana ke depannya,” sebutnya.

Selain itu, Rusdi menyampaikan, dirinya juga telah meminta Kasi di Bidang Pengawasan Sumberdaya Dislautkan Kalsel untuk memantau ke lapangan. “Kasi bersama Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Banjarmasin melakukan pengumpulan bahan data dan keterangan,” ucapnya.

Sementara itu, belasan nelayan yang diamankan saat ini telah dibawa ke Mapolres Tanah Laut. Setelah sebelumnya berada di perkampungan nelayan di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong.

“Kalau masih berada di pos Polairud di Swarangan dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan,” ucap Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kasat Polairud Iptu Teguh Triono, kemarin.

Baca Juga :  Resahkan Warga, Kapal Cantrang Ditindak Tegas

Dia menyatakan, sebetulnya pihaknya telah berupaya mengingatkan nelayan dari luar agar tidak beraktivitas di perairan Tanah Laut karena dapat mengganggu atau merugikan nelayan lokal.

“Kami sudah menghubungi pengurus HNSI di Rembang agar menyuruh mereka menjauh dari perairan Tanah Laut , Itu sudah dilakukan oleh pihak HNSI-nya. Tapi nelayan ini tetap nekat beraktivitas di perairan Tanah Laut ,” papar Teguh.

Akibatnya kesabaran nelayan lokal dari beberapa desa/kecamatan di Tanah Laut habis. Mereka turun menggeruduk nelayan cantrang tersebut yang sedang beraktivitas di perairan di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong.

Sebenarnya ada tiga kapal nelayan yang diincar nelayan lokal, namun dua kapal melarikan diri. Sedangkan satu kapal berhasil dikepung.

Satu unit kapal nelayan Cantrang dari Rembang itu pun akhirnya dibakar, sementara nakhoda dan anak buah kapal (ABK)-nya dipindahkan ke kapal lain dan dibawa ke perkampungan di Swarangan.

“Nakhoda dan ABK kapal itu juga mengakui bahwa telah dihubungi pihak HNSI Rembang agar menjauh. Namun tetap tak beranjak dari perairan Tanah Laut karena mengira nelayan lokal tak melaut,” sebut Teguh.

Sesuai ketentuan, mereka memang tak boleh beraktivitas di perairan pada jarak sekitar 18 mil laut dari daratan.Akan tetapi, mereka masih saja merangsek mendekat hingga jarak 12 mil. Bahkan 8 mil laut yang merupakan area melaut nelayan lokal.

Baca Juga :  Nelayan Luar Tak Jera Melaut Ilegal di Kalsel

Pembakaran kapal ini bukan yang pertama kali, tetapi terjadi untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya pernah terjadi pada 19 November tahun lalu.

Kepala Polres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kepala Satpolairud, Iptu Teguh Triono, ketika dikonfirmasi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. ABK kapal cantrang itu dievakuasi oleh nelayan lokal ke daratan.”Ada sekitar 17 orang ABK kapal cantrang yang kami amankan. Saat ini mereka sudah dipindahkan ke Mapolres Tala,” sebutnya.

Dikatakannya, pemindahan tersebut dilakukan berdasar pertimbangan keamanan.”Jika mereka masih di pos Satpolairud di Swarangan dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan,” ungkap Teguh.

PROSES PENGGERUDUKAN NELAYAN JATENG

1) 17 nelayan melaut di Swarangan. Mereka adalah para nelayan dari Rembang, Jawa Tengah. Mereka terbagi dalam tiga kapal.

2) Di Tanah Laut, nelayan yang jengkel ternyata sudah mengincar mereka. Saat dikejar nelayan lokal, dua kapal melarikan diri. Sedangkan satu kapal berhasil dikepung

3) Satu unit kapal nelayan Cantrang dari Rembang itu akhirnya dibakar, sementara nakhoda dan anak buah kapal (ABK)-nya dibawa ke perkampungan di Swarangan untuk diintrogasi.

(ris/sal/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/