alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Pembangunan Masjid Islamic Center Kembali Diperpanjang

KANDANGAN – Pengerjaan pembangunan Masjid Islamic Center di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali diperpanjang, setelah satu dari empat menara masjid patah bulan Februari lalu.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) HSS, Muhammad Aris mengatakan, harusnya penyelesaian pembangunan Masjid Islamic Center berakhir 31 Maret tadi. Tapi, karena ada satu menara patah, sehingga diperpanjang lagi mengacu peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 12 tahun 2021 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui penyedia.

“Pemberian kesempatan karena itikad pihak pengerja yang mau menyelesaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/4).

Untuk penambahan waktu menyelesaikannya memang tidak lagi diberikan. Tapi penyedia menargetkan dalam pekan ketiga bulan ini rampung. Dari laporan mingguan, Jumat (8/4) tadi, pembangunan Masjid Islamic Center sudah mencapai 98,02 persen. Sisa pengerjaan satu menara yang patah.

Baca Juga :  Dibangun atas Saran Datuk Kelampaian

“Perpanjangan pengerjaan masih dalam kajian dikonsultasikan bersama tim auditor,” katanya.

Harusnya, pembangunan masjid Islamic Center selesai 31 Desember 2021. PT Daman Variakarya yang melakukan pengerjaan diberikan kompensasi penambahan waktu akibat adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga, hampir satu bulan saat sebelum dan sesudah lebaran menghambat pengiriman dari material dari pulau Jawa, tenaga kerja dan kendala lainnya.

Setelah melewati konpensasi 39 hari, dilakukan addendum atau tambahan selama 50 hari pembangunannya dari 10 Februari hingga 31 Maret dan dikenakan denda.

“Adanya satu menara masjid patah di Februari tadi, sehingga pengerjaan kembali tertunda 16 hari,” tuturnya.

Menurut perhitungan sementara denda pembangunan Masjid Islamic Center, 50 hari addendum dikurangi 16 hari menjadi 34 hari dikalikan denda perhari Rp46 juta, sekira Rp1,5 miliar.

Baca Juga :  Malam Nuzulul dan Haul di Sabilal Muhtadin

“Ini masih perkiraan, kepastiannya setelah serah terima selesai dilakukan,” jelasnya.

Aji salah, satu warga Kandangan berharap, pembangunan Masjid Islamic Center dapat rampung sesuai dengan target sudah ditentukan.

“Ya semoga tidak ada kejadian menara patah lagi. Supaya cepet selesai,” harapnya. (shn)

KANDANGAN – Pengerjaan pembangunan Masjid Islamic Center di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali diperpanjang, setelah satu dari empat menara masjid patah bulan Februari lalu.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) HSS, Muhammad Aris mengatakan, harusnya penyelesaian pembangunan Masjid Islamic Center berakhir 31 Maret tadi. Tapi, karena ada satu menara patah, sehingga diperpanjang lagi mengacu peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 12 tahun 2021 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui penyedia.

“Pemberian kesempatan karena itikad pihak pengerja yang mau menyelesaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/4).

Untuk penambahan waktu menyelesaikannya memang tidak lagi diberikan. Tapi penyedia menargetkan dalam pekan ketiga bulan ini rampung. Dari laporan mingguan, Jumat (8/4) tadi, pembangunan Masjid Islamic Center sudah mencapai 98,02 persen. Sisa pengerjaan satu menara yang patah.

Baca Juga :  Masjid Tertua di Balangan

“Perpanjangan pengerjaan masih dalam kajian dikonsultasikan bersama tim auditor,” katanya.

Harusnya, pembangunan masjid Islamic Center selesai 31 Desember 2021. PT Daman Variakarya yang melakukan pengerjaan diberikan kompensasi penambahan waktu akibat adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga, hampir satu bulan saat sebelum dan sesudah lebaran menghambat pengiriman dari material dari pulau Jawa, tenaga kerja dan kendala lainnya.

Setelah melewati konpensasi 39 hari, dilakukan addendum atau tambahan selama 50 hari pembangunannya dari 10 Februari hingga 31 Maret dan dikenakan denda.

“Adanya satu menara masjid patah di Februari tadi, sehingga pengerjaan kembali tertunda 16 hari,” tuturnya.

Menurut perhitungan sementara denda pembangunan Masjid Islamic Center, 50 hari addendum dikurangi 16 hari menjadi 34 hari dikalikan denda perhari Rp46 juta, sekira Rp1,5 miliar.

Baca Juga :  Jalan Sepi Menuju Masjid Timbul

“Ini masih perkiraan, kepastiannya setelah serah terima selesai dilakukan,” jelasnya.

Aji salah, satu warga Kandangan berharap, pembangunan Masjid Islamic Center dapat rampung sesuai dengan target sudah ditentukan.

“Ya semoga tidak ada kejadian menara patah lagi. Supaya cepet selesai,” harapnya. (shn)

Most Read

Artikel Terbaru

/