alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Rusak Terus Diterjang Banjir, Pemkab Didesak Bangun Jembatan Permanen

BARABAI- Pemerintah Hulu Sungai Tengah (HST) didesak untuk segera membangun jembatan permanen di Desa Alat, Kecamatan Hantakan.

“Sudah satu tahun lebih kami menggunakan jembatan darurat pascabanjir tahun 2021 lalu,” kata seorang warga, sumber Radar Banjarmasin, Selasa (12/4).

Sebelumnya, pemerintah juga berjanji jika pembangunan infrastruktur akibat banjir baru bisa dilaksanakan secara maksimal di tahun 2022.

“Kami menunggu janji itu. Jembatan ini akses penting bagi warga untuk berkebun,” tandasnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syahbidin mengatakan, akan membangun jembatan itu tahun ini. Pagu anggarannya kurang lebih Rp6 miliar.

Hal itu disampaikan langsung kepada Radar Banjarmasin saat menghadirkan penyelesaian sengketa Jaringan Cabang Distribusi Kapasitas sedang di Desa Pengambau Hulu, Kecamatan Haruyan belum lama tadi.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Semen Merusak Jalan di HST

Menurutnya, jembatan yang perlu diperbaiki itu banyak. Namun, yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan jembatan di Desa Alat.

“Karena jembatan darurat sudah 14 kali dibangun warga setempat secara swadaya, setelah diterpa luapan air dan banjir berkali-kali di desa tersebut,” terangnya.

Pemerintah didesak cepat menepati janjinya untuk segera membangun jembatan. “Tahun ini akan kami upayakan dibangun sepanjang tidak ada masalah dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR HST, Hasbianor mengakui, memang saat ini pembangunan jembatan di Desa Alat masih terkendala terkait pembebasan lahan.

“Fokus pembangunan Tahun 2022 ini masih berkisar tentang pemulihan pascabanjir seperti perbaikan infrastruktur. Tahun 2022 ini ada dua jembatan yang akan dibangun dari awal termasuk di Desa Alat,” jelasnya. (mal)

Baca Juga :  Darimana Nama Jembatan Dewi?

BARABAI- Pemerintah Hulu Sungai Tengah (HST) didesak untuk segera membangun jembatan permanen di Desa Alat, Kecamatan Hantakan.

“Sudah satu tahun lebih kami menggunakan jembatan darurat pascabanjir tahun 2021 lalu,” kata seorang warga, sumber Radar Banjarmasin, Selasa (12/4).

Sebelumnya, pemerintah juga berjanji jika pembangunan infrastruktur akibat banjir baru bisa dilaksanakan secara maksimal di tahun 2022.

“Kami menunggu janji itu. Jembatan ini akses penting bagi warga untuk berkebun,” tandasnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syahbidin mengatakan, akan membangun jembatan itu tahun ini. Pagu anggarannya kurang lebih Rp6 miliar.

Hal itu disampaikan langsung kepada Radar Banjarmasin saat menghadirkan penyelesaian sengketa Jaringan Cabang Distribusi Kapasitas sedang di Desa Pengambau Hulu, Kecamatan Haruyan belum lama tadi.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Semen Merusak Jalan di HST

Menurutnya, jembatan yang perlu diperbaiki itu banyak. Namun, yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan jembatan di Desa Alat.

“Karena jembatan darurat sudah 14 kali dibangun warga setempat secara swadaya, setelah diterpa luapan air dan banjir berkali-kali di desa tersebut,” terangnya.

Pemerintah didesak cepat menepati janjinya untuk segera membangun jembatan. “Tahun ini akan kami upayakan dibangun sepanjang tidak ada masalah dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR HST, Hasbianor mengakui, memang saat ini pembangunan jembatan di Desa Alat masih terkendala terkait pembebasan lahan.

“Fokus pembangunan Tahun 2022 ini masih berkisar tentang pemulihan pascabanjir seperti perbaikan infrastruktur. Tahun 2022 ini ada dua jembatan yang akan dibangun dari awal termasuk di Desa Alat,” jelasnya. (mal)

Baca Juga :  Warga Desa Gunung Makmur Ingin JUT Dilakukan Pengerasan

Most Read

Artikel Terbaru

/