alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Awal Ramadan, Penumpang Bandara Turun Ribuan Sehari

BANJARBARU – Arus penumpang pesawat, baik yang berangkat maupun datang di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak awal Ramadan atau sepanjang awal April ini menurun.

Stakeholder Relation Manager Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan, jumlah penumpang sejak awal bulan puasa turun ratusan hingga ribuan sehari.

“Turun signifikan, sebelumnya pada Maret bisa 3.500 penumpang sehari. Sejak awal Ramadan rata-rata di bawah 3 ribu,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Meski begitu, dia memprediksi mulai pertengahan Ramadan jumlah penumpang akan berangsur naik hingga mencapai puncaknya pada H-3 hari Raya Idulfitri nanti. “Penurunan penumpang biasa terjadi pada awal Ramadan, lantaran tidak banyak yang bepergian,” ujarnya.

Dia memastikan, lonjakan penumpang terjadi memasuki pertengahan bulan Ramadan seiring momentum mudik atau pulang kampung. Ditambah syarat bagi calon penumpang yang lebih mudah terkait vaksinasi.

Baca Juga :  AKAP Tak Berizin Bakal Dirazia

Disebutkan Zulfian, jumlah penumpang pada puncak arus mudik di bandara yang terletak di Kota Banjarbaru ini diprediksi mencapai 10.000 orang atau naik 30 persen dari hari biasa.

“Kami prediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang yang mencapai 30 persen atau menembus angka 10.000 dan puncaknya terjadi pada tiga hari sebelum (H-3) hingga H-1 Hari Raya Idulfitri,” sebutnya.

Dia menyampaikan, sebagai bentuk persiapan menghadapi peningkatan penumpang berangkat maupun datang dilakukan penambahan jam operasional bandara yang semula sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita.

“Rencananya ada penambahan jam operasional hingga pukul 22.00 Wita, tetapi kami masih koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan semuanya akan dievaluasi sehingga pelayanan semakin baik,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga berupaya menyiapkan posko vaksinasi Booster bagi calon penumpang di kawasan bandara tetapi masih berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terkait fasilitas tersebut.

Baca Juga :  Hari ini Diprediksi Puncak Arus Balik

Pemerintah sendiri membuat aturan baru terkait syarat melakukan perjalanan udara selama Ramadan. Dalam kebijakan baru ini, hanya penumpang yang sudah divaksin booster yang boleh terbang tanpa tes kesehatan.

Sedangkan pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah divaksin dosis 2, masih harus membawa hasil negatif RT Antigen (1×24 jam) atau hasil negatif RT-PCR (3×24 jam).

“Kemudian yang baru vaksin dosis 1 wajib membawa hasil negatif RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam,” kata Zulfian.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latief juga memprediksi dalam pekan ketiga Ramadan akan ada peningkatan jumlah penumpang yang signifikan.

“Tapi untuk GA saat ini mengalami penurunan dalam tingkat isian yang disebabkan aktifitas bepergian saat awal bulan Ramadan cenderung rendah,” katanya. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Arus penumpang pesawat, baik yang berangkat maupun datang di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak awal Ramadan atau sepanjang awal April ini menurun.

Stakeholder Relation Manager Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan, jumlah penumpang sejak awal bulan puasa turun ratusan hingga ribuan sehari.

“Turun signifikan, sebelumnya pada Maret bisa 3.500 penumpang sehari. Sejak awal Ramadan rata-rata di bawah 3 ribu,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Meski begitu, dia memprediksi mulai pertengahan Ramadan jumlah penumpang akan berangsur naik hingga mencapai puncaknya pada H-3 hari Raya Idulfitri nanti. “Penurunan penumpang biasa terjadi pada awal Ramadan, lantaran tidak banyak yang bepergian,” ujarnya.

Dia memastikan, lonjakan penumpang terjadi memasuki pertengahan bulan Ramadan seiring momentum mudik atau pulang kampung. Ditambah syarat bagi calon penumpang yang lebih mudah terkait vaksinasi.

Baca Juga :  Teman Bus Sasar Banjarbaru, Tarif Masih Gratis

Disebutkan Zulfian, jumlah penumpang pada puncak arus mudik di bandara yang terletak di Kota Banjarbaru ini diprediksi mencapai 10.000 orang atau naik 30 persen dari hari biasa.

“Kami prediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang yang mencapai 30 persen atau menembus angka 10.000 dan puncaknya terjadi pada tiga hari sebelum (H-3) hingga H-1 Hari Raya Idulfitri,” sebutnya.

Dia menyampaikan, sebagai bentuk persiapan menghadapi peningkatan penumpang berangkat maupun datang dilakukan penambahan jam operasional bandara yang semula sejak pukul 06.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita.

“Rencananya ada penambahan jam operasional hingga pukul 22.00 Wita, tetapi kami masih koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan semuanya akan dievaluasi sehingga pelayanan semakin baik,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga berupaya menyiapkan posko vaksinasi Booster bagi calon penumpang di kawasan bandara tetapi masih berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terkait fasilitas tersebut.

Baca Juga :  Akan Terapkan Tiket Elektronik di Pelabuhan Ferry Batulicin-Tanjung Serdang

Pemerintah sendiri membuat aturan baru terkait syarat melakukan perjalanan udara selama Ramadan. Dalam kebijakan baru ini, hanya penumpang yang sudah divaksin booster yang boleh terbang tanpa tes kesehatan.

Sedangkan pelaku perjalanan dalam negeri yang sudah divaksin dosis 2, masih harus membawa hasil negatif RT Antigen (1×24 jam) atau hasil negatif RT-PCR (3×24 jam).

“Kemudian yang baru vaksin dosis 1 wajib membawa hasil negatif RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam,” kata Zulfian.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latief juga memprediksi dalam pekan ketiga Ramadan akan ada peningkatan jumlah penumpang yang signifikan.

“Tapi untuk GA saat ini mengalami penurunan dalam tingkat isian yang disebabkan aktifitas bepergian saat awal bulan Ramadan cenderung rendah,” katanya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/