alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Jembatan Kembar Martapura Kembali Ditutup

BANJARMASIN – Jembatan kembar Martapura bakal dituntaskan tahun ini. Seperti metode pembangunan sebelumnya, jembatan lama akan dibongkar dan diganti dengan yang baru.

Pembongkaran jembatan lama, direncanakan dilakukan 14 April mendatang. Saat ini Balai Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin, tengah melakukan persiapan arus lalu lintas agar tak terjadi kemacetan.

Maklum saja, jembatan ini sangat vital. Baik yang ingin menuju provinsi tetangga atau sebaliknya. Meski demikian, pihak BPJN menyakini kemacetan tak akan terjadi meski terjadi pelambatan arus. “Akan ditutup total mulai 14 April nanti. Ini sebagai informasi kepada pengguna jalan,” ujar PPK 2.1 BPJN XI Banjarmasin, Bambang Raharmadi kemarin.

Dia mengatakan, meski dilakukan pembongkaran, pengendara tetap bisa melintas di jembatan sebelahnya. “Kami masih menunggu kajian teknis dulu dari Dinas Perhubungan Banjar dan BPTD wilayah XV Kalsel. Kalau sudah selesai, akan segera ditutup,” terangnya.

Baca Juga :  Darimana Nama Jembatan Dewi?

Jembatan sendiri akan dikerjakan hingga 28 Desember 2022 mendatang oleh kontraktor PT Indonesia Utama Abadi dengan anggaran pengerjaan sebesar Rp19 miliar. Untuk diketahui, Jembatan Sungai Martapura ini sebelumnya mengalami penurunan nilai struktur konstruksi. Bahkan jembatan yang dulunya menggunakan rangka Callender Hamilton (CH) itu, terjadi keretakan pada ujung opritnya. “Diganti dengan model girder beton yang membuat jembatan semakin kokoh,” kata Bambang.

Dengan nilai Rp19 miliar, selain penggantian jembatan dikerjakan juga pelebaran oprit yang kondisinya sempit. “Memang masih sambil dievaluasi dampak lalu lintasnya. Akan berkaitan juga dengan kedatangan material dan peralatan. Jadi sewaktu-waktu bisa saja diundur waktunya apabila memang diperlukan,” tambahnya.

Penutupan jembatan sebelum Lebaran dikhawatirkan pengendara akan membuat kemacetan. Pasalnya ruas jalan ini adalah akses vital mudik menuju hulu sungai dan provinsi tetangga. “Kalau bisa sebaiknya ditutup usai Lebaran agar tak terjadi macet panjang,” kata Fuad, warga Banjarmasin asal Tapin itu.

Baca Juga :  Ngabuburit Di Jembatan Rumpiang

Dia sendiri tiap tahun pulang kampung dan melintas jembatan ini. Jika nantinya sisi sebelah ditutup, menurutnya tak menutup kemungkinan akan terjadi kemacetan panjang. “Mudik biasanya jalanan padat. Kalau jembatan ini dibongkar. Bisa saja membuat kemacetan panjang, ini harus benar-benar dipikirkan pemerintah,” pesannya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Jembatan kembar Martapura bakal dituntaskan tahun ini. Seperti metode pembangunan sebelumnya, jembatan lama akan dibongkar dan diganti dengan yang baru.

Pembongkaran jembatan lama, direncanakan dilakukan 14 April mendatang. Saat ini Balai Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin, tengah melakukan persiapan arus lalu lintas agar tak terjadi kemacetan.

Maklum saja, jembatan ini sangat vital. Baik yang ingin menuju provinsi tetangga atau sebaliknya. Meski demikian, pihak BPJN menyakini kemacetan tak akan terjadi meski terjadi pelambatan arus. “Akan ditutup total mulai 14 April nanti. Ini sebagai informasi kepada pengguna jalan,” ujar PPK 2.1 BPJN XI Banjarmasin, Bambang Raharmadi kemarin.

Dia mengatakan, meski dilakukan pembongkaran, pengendara tetap bisa melintas di jembatan sebelahnya. “Kami masih menunggu kajian teknis dulu dari Dinas Perhubungan Banjar dan BPTD wilayah XV Kalsel. Kalau sudah selesai, akan segera ditutup,” terangnya.

Baca Juga :  Rusak Terus Diterjang Banjir, Pemkab Didesak Bangun Jembatan Permanen

Jembatan sendiri akan dikerjakan hingga 28 Desember 2022 mendatang oleh kontraktor PT Indonesia Utama Abadi dengan anggaran pengerjaan sebesar Rp19 miliar. Untuk diketahui, Jembatan Sungai Martapura ini sebelumnya mengalami penurunan nilai struktur konstruksi. Bahkan jembatan yang dulunya menggunakan rangka Callender Hamilton (CH) itu, terjadi keretakan pada ujung opritnya. “Diganti dengan model girder beton yang membuat jembatan semakin kokoh,” kata Bambang.

Dengan nilai Rp19 miliar, selain penggantian jembatan dikerjakan juga pelebaran oprit yang kondisinya sempit. “Memang masih sambil dievaluasi dampak lalu lintasnya. Akan berkaitan juga dengan kedatangan material dan peralatan. Jadi sewaktu-waktu bisa saja diundur waktunya apabila memang diperlukan,” tambahnya.

Penutupan jembatan sebelum Lebaran dikhawatirkan pengendara akan membuat kemacetan. Pasalnya ruas jalan ini adalah akses vital mudik menuju hulu sungai dan provinsi tetangga. “Kalau bisa sebaiknya ditutup usai Lebaran agar tak terjadi macet panjang,” kata Fuad, warga Banjarmasin asal Tapin itu.

Baca Juga :  Truk Besar Makin Memperparah Rusaknya Jalan Provinsi

Dia sendiri tiap tahun pulang kampung dan melintas jembatan ini. Jika nantinya sisi sebelah ditutup, menurutnya tak menutup kemungkinan akan terjadi kemacetan panjang. “Mudik biasanya jalanan padat. Kalau jembatan ini dibongkar. Bisa saja membuat kemacetan panjang, ini harus benar-benar dipikirkan pemerintah,” pesannya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/