alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Sampah Ramadan Belasan Ton

BANJARMASIN – Sepekan Ramadan, volume sampah di Banjarmasin mengalami peningkatan. Diduga lantaran kenaikan nafsu berbelanja masyarakat untuk memenuhi menu berbuka puasa.

“Per hari ada peningkatan 2-3 persen. Sudah biasa, kalau memasuki bulan Ramadan, volume sampah pasti meningkat,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki, kemarin (10/4).

Sebagai gambaran, sampah yang dihasilkan di kawasan Pasar Wadai di Taman Kamboja saja sekitar 200-300 kilogram per hari. Bayangkan, jika ditotal dengan sampah di seluruh Pasar Wadai di kota ini.

“Baru di Kamboja. Kalau digabung dengan pasar-pasar wadai lainnya kemungkinan bisa mencapai satu ton,” tambahnya.

Pada bulan-bulan biasa, beban sampah di Banjarmasin mencapai 400-500 ton per hari. Pada bulan Ramadan, tambahkan belasan ton.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

“Seperti sahur, salat tarawih dan berbuka puasa. Walaupun di rumah masing-masing, tetap saja menambah sampah,” jelasnya.

Untuk mengatasi sampah di Pasar Wadai yang tersebar di sejumlah titik itu, DLH menyediakan angkutan roda tiga. Namun, Marzuki merasa masih belum perlu mengerahkan personel tambahan.

Sebab, Pasar Wadai tahun ini tidak digelar pemko, melainkan digelar secara mandiri. Dia cukup yakin pengelola sudah mengantisipasi masalah sampahnya.

“Tapi kalau memang butuh bantuan, kami siap. Dengan menurunkan armada pengangkut sampah ke lokasi,” pungkasnya. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Sepekan Ramadan, volume sampah di Banjarmasin mengalami peningkatan. Diduga lantaran kenaikan nafsu berbelanja masyarakat untuk memenuhi menu berbuka puasa.

“Per hari ada peningkatan 2-3 persen. Sudah biasa, kalau memasuki bulan Ramadan, volume sampah pasti meningkat,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki, kemarin (10/4).

Sebagai gambaran, sampah yang dihasilkan di kawasan Pasar Wadai di Taman Kamboja saja sekitar 200-300 kilogram per hari. Bayangkan, jika ditotal dengan sampah di seluruh Pasar Wadai di kota ini.

“Baru di Kamboja. Kalau digabung dengan pasar-pasar wadai lainnya kemungkinan bisa mencapai satu ton,” tambahnya.

Pada bulan-bulan biasa, beban sampah di Banjarmasin mencapai 400-500 ton per hari. Pada bulan Ramadan, tambahkan belasan ton.

Baca Juga :  Merdeka dari Sampah

“Seperti sahur, salat tarawih dan berbuka puasa. Walaupun di rumah masing-masing, tetap saja menambah sampah,” jelasnya.

Untuk mengatasi sampah di Pasar Wadai yang tersebar di sejumlah titik itu, DLH menyediakan angkutan roda tiga. Namun, Marzuki merasa masih belum perlu mengerahkan personel tambahan.

Sebab, Pasar Wadai tahun ini tidak digelar pemko, melainkan digelar secara mandiri. Dia cukup yakin pengelola sudah mengantisipasi masalah sampahnya.

“Tapi kalau memang butuh bantuan, kami siap. Dengan menurunkan armada pengangkut sampah ke lokasi,” pungkasnya. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/