alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Satpol PP Jamin Razia Tak Pilih-Pilih

BANJARMASIN – Banyaknya alasan pemilik warung yang tak mengetahui larangan berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan, ditampik Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Dia mengklaim, sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2005 kepada rumah makan, depot dan restoran sudah gencar.

“Sudah semaksimal mungkin, seperti menyebar pamflet ke warung-warung,” ujar Muzaiyin dalam keterangan pers terkait viralnya video adu mulut petugas Satpol PP dengan pemilik rumah makan di Jalan Veteran, Banjarmasin Timur.

Belum lagi dengan pemasangan spanduk di jalan raya dan pengumuman di media sosial.

Dan Perda Ramadan bukan hal baru, sudah belasan tahun diterapkan di Banjarmasin. “Kalau sudah masuk perundangan daerah, artinya semua dianggap sudah mengetahui,” tukasnya.

Baca Juga :  Semarak Program Borneo Lebaran (Sale & Bazzar Ramadan) with Livin’by Mandiri

Terkait razia warung sakadup, sejauh ini, belum ada yang dikenai tipiring (tindak pidana ringan). Baru sebatas teguran dan diminta menutup warungnya untuk kembali dibuka pada jam yang telah ditentukan.
Dia juga ingin menepis kesan bahwa Satpol PP mengincar kawasan tertentu secara khusus.

“Razia pun tidak plih-pilih, semua warung yang kedapatan buka di luar jam yang ditentukan akan ditegur. Memang tidak serentak di seluruh wilayah. Tidak sekaligus semua kecamatan didatangi, karena bertahap,” tutup mantan Camat Banjarmasin Timur itu. (gmp/az/fud)

BANJARMASIN – Banyaknya alasan pemilik warung yang tak mengetahui larangan berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan, ditampik Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Dia mengklaim, sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2005 kepada rumah makan, depot dan restoran sudah gencar.

“Sudah semaksimal mungkin, seperti menyebar pamflet ke warung-warung,” ujar Muzaiyin dalam keterangan pers terkait viralnya video adu mulut petugas Satpol PP dengan pemilik rumah makan di Jalan Veteran, Banjarmasin Timur.

Belum lagi dengan pemasangan spanduk di jalan raya dan pengumuman di media sosial.

Dan Perda Ramadan bukan hal baru, sudah belasan tahun diterapkan di Banjarmasin. “Kalau sudah masuk perundangan daerah, artinya semua dianggap sudah mengetahui,” tukasnya.

Baca Juga :  Wacana Revisi Perda Ramadan, Banjarmasin Bakal Libatkan Tokoh Agama Lain

Terkait razia warung sakadup, sejauh ini, belum ada yang dikenai tipiring (tindak pidana ringan). Baru sebatas teguran dan diminta menutup warungnya untuk kembali dibuka pada jam yang telah ditentukan.
Dia juga ingin menepis kesan bahwa Satpol PP mengincar kawasan tertentu secara khusus.

“Razia pun tidak plih-pilih, semua warung yang kedapatan buka di luar jam yang ditentukan akan ditegur. Memang tidak serentak di seluruh wilayah. Tidak sekaligus semua kecamatan didatangi, karena bertahap,” tutup mantan Camat Banjarmasin Timur itu. (gmp/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/