alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Investasi 2021 di Banjarbaru Lampaui Target, 2022 Makin Optimis

BANJARBARU – Berpindahnya status ibu kota provinsi Kalsel di Banjarbaru dinilai akan memberikan dampak luas. Bahkan tak sedikit pihak yang memprediksi Banjarbaru akan jadi incaran para investor.

Hal ini bukan tak mendasar, naiknya nilai investasi di Banjarbaru bukan ujug-ujug terjadi pada momentum pemindahan status ibu kota saha. Namun setidaknya sejak beberapa waktu terakhir.

Misalnya dari catatan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, bahwa di tahun 2021 lalu investasi yang masuk ke Banjarbaru meningkat tajam.

“Tahun 2021 lalu total yang masuk ke Banjarbaru ada Rp146 miliar, ada kenaikan 158 persen dari target Rp92 miliar. Angka Ini juga jauh meningkat dari tahun sebelumnya (2020) yang hanya Rp80 miliar sekian,” kata Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Rahmah Khairita.

Di tahun 2022 ini, melihat tren yang terus meningkat. Khairita juta memprediksi kuat bahwa nilai itu akan terus mengalami kenaikan. Apalagi ujarnya ini berkaitan dengan momentum pemindahan status ibu kota.

Baca Juga :  Berbincang dengan Pendiri 10.2: Kafe Segitiga di Tepi Sungai

“Kalau saya prediksi dan lihat tren yang terjadi pasti ada kenaikan, namun berapa persennya saya belum bisa berspekulasi. Tapi melihat beberapa tahun ini, kita optimistis bisa melebihi target lagi,” tambahnya.

Lantaran capaian yang meningkat tajam, tahun 2021 saja ujar Khairita pihaknya melebihi dari target yang dipatok. Yang mana target awal yang dipasang di bawah Rp100 miliar.

“Ternyata kan realisasinya melebihi dari target. Makanya kita di tahun 2022 ini akan merevisi target yang ada, tapi untuk jumlahnya berapa masih akan kita bahas,” katanya.

Dilanjutnya, dari beberapa sektor usaha yang berinvestasi ke Banjarbaru. Rupanya sektor usaha di bidang perdagangan eceran yang begitu mendominasi.

Baca Juga :  Pebisnis Kuliner Banjarmasin Dukung Penuh Penerapan CHSE

Dari data, sektor usaha dengan nama Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang yang utamanya makanan, minuman atau tembakau bukan di minimarket/supermarket/hypermarket menjadi yang pertama.

“Selanjutnya disusul oleh rumah/warung makan, kedai makanan hingga perdagangan eceran pakaian. Jadi memang perdagangan dan makanan ini yang sedang meningkat di Banjarbaru,” katanya.

Lalu, untuk wilayah, Kecamatan Banjarbaru Utara (BBU) kata Khairita masih yang mendominasi banyaknya usaha yang hadir. Hal ini tak lepas dari posisi Banjarbaru Utara yang berada di jantung kota.

“Namun setelah BBU itu bukan BBS (Banjarbaru Selatan), melainkan Landasan Ulin baru BBS. Setelah itu Liang Anggang dan terakhir Cempaka. Jadi memang di Landasan Ulin juga pesat pertumbuhan usahanya,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Berpindahnya status ibu kota provinsi Kalsel di Banjarbaru dinilai akan memberikan dampak luas. Bahkan tak sedikit pihak yang memprediksi Banjarbaru akan jadi incaran para investor.

Hal ini bukan tak mendasar, naiknya nilai investasi di Banjarbaru bukan ujug-ujug terjadi pada momentum pemindahan status ibu kota saha. Namun setidaknya sejak beberapa waktu terakhir.

Misalnya dari catatan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, bahwa di tahun 2021 lalu investasi yang masuk ke Banjarbaru meningkat tajam.

“Tahun 2021 lalu total yang masuk ke Banjarbaru ada Rp146 miliar, ada kenaikan 158 persen dari target Rp92 miliar. Angka Ini juga jauh meningkat dari tahun sebelumnya (2020) yang hanya Rp80 miliar sekian,” kata Kepala DPMPTSP Banjarbaru, Rahmah Khairita.

Di tahun 2022 ini, melihat tren yang terus meningkat. Khairita juta memprediksi kuat bahwa nilai itu akan terus mengalami kenaikan. Apalagi ujarnya ini berkaitan dengan momentum pemindahan status ibu kota.

Baca Juga :  Tren Nongkrong dan Kerja di Kafe: Anak Muda Mencari Tempat yang Nyaman

“Kalau saya prediksi dan lihat tren yang terjadi pasti ada kenaikan, namun berapa persennya saya belum bisa berspekulasi. Tapi melihat beberapa tahun ini, kita optimistis bisa melebihi target lagi,” tambahnya.

Lantaran capaian yang meningkat tajam, tahun 2021 saja ujar Khairita pihaknya melebihi dari target yang dipatok. Yang mana target awal yang dipasang di bawah Rp100 miliar.

“Ternyata kan realisasinya melebihi dari target. Makanya kita di tahun 2022 ini akan merevisi target yang ada, tapi untuk jumlahnya berapa masih akan kita bahas,” katanya.

Dilanjutnya, dari beberapa sektor usaha yang berinvestasi ke Banjarbaru. Rupanya sektor usaha di bidang perdagangan eceran yang begitu mendominasi.

Baca Juga :  Ngopi Gratis di Rest Area Petani

Dari data, sektor usaha dengan nama Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang yang utamanya makanan, minuman atau tembakau bukan di minimarket/supermarket/hypermarket menjadi yang pertama.

“Selanjutnya disusul oleh rumah/warung makan, kedai makanan hingga perdagangan eceran pakaian. Jadi memang perdagangan dan makanan ini yang sedang meningkat di Banjarbaru,” katanya.

Lalu, untuk wilayah, Kecamatan Banjarbaru Utara (BBU) kata Khairita masih yang mendominasi banyaknya usaha yang hadir. Hal ini tak lepas dari posisi Banjarbaru Utara yang berada di jantung kota.

“Namun setelah BBU itu bukan BBS (Banjarbaru Selatan), melainkan Landasan Ulin baru BBS. Setelah itu Liang Anggang dan terakhir Cempaka. Jadi memang di Landasan Ulin juga pesat pertumbuhan usahanya,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/