alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Pagi Masak Air, Sorenya Terbujur Kaku

BANJARMASIN – Menjelang waktu berbuka puasa, Pasar Cempaka di Banjarmasin Tengah geger.

Kemarin (7/4) sore, seorang pria ditemukan terbujur kaku dengan kaki terlipat di sebuah toko kosong.
Mayat itu dikenal dengan nama sapaan Andri, usianya diperkirakan 27 tahun.

Yang pertama kali menemukannya adalah Rahmat Hidayat, 45 tahun. Wakar yang menghuni toko kosong di lantai dua pasar.

Diceritakan Rahmat, sesudah asar ia hendak menemui Andri yang memang sedang sakit.

“Saya hendak mengantarkan pisang. Selama ini dia tak bisa makan lantaran sakit. Jangankan nasi, pisang saja sulit ditelannya,” ceritanya.

Dipanggil-panggil, tak kunjung ada jawaban. Rahmat kemudian coba menggerak-gerakkan badannya.

“Malah kaku. Saya takut kenapa-napa. Saya panggil warga sini yang kebetulan relawan emergency. Dia mengecek denyut nadinya, lalu memutuskan memanggil polisi,” tambahnya.

Baca Juga :  PNS Kecamatan Kintap Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya

Setahu Rahmat, Andri baru setahun terakhir menjadi penghuni pasar.

“Tapi baru sakit sejak sebulan terakhir. Maag berat. Sampai tak bisa makan sama sekali. Kalau kakinya memang bekas kecelakaan,” lanjutnya.

Sehari-harinya Andri mencari nafkah dengan menjadi juru parkir.

“Ada yang menyebut rumahnya di Jalan Rawa Sari. Ada juga yang bilang di Kota Banjarbaru. Tapi dulu ayahnya memang berjualan obat pakai gerobak di pasar sini,” bebernya.

Diduga, Andri baru saja meninggal dunia. Sebab, sekitar jam 10 pagi, ia masih beraktivitas seperti biasa.

“Saya melihatnya memasak air, seperti biasa,” tutup Rahmat.

Sementara Ketua RW 02, Vita mengaku baru mengetahui almarhum sekarang tinggal di Pasar Cempaka. Karena sebelumnya ia tinggal di Pasar Harum Manis.

Baca Juga :  Ada Mayat Bayi di Semak Belakang Tempat Sampah

“Biasanya saya berkoordinasi dengan para ketua RT untuk mendata para penghuni pasar,” ujarnya.

Di tempat kejadian perkara tampak ada Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito dan Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Dodi Harianto.

Seusai olah TKP, jasad itu dievakuasi ke kamar pemulasaran jenazah Rumah Sakit Ulin.

“Hasil pemeriksaan luar, tak ada tanda-tanda korban kekerasan,” kata Kanit Reskrim Iptu I Gusti Ngurah Utama.

Dari TKP, polisi menemukan sebuah ponsel. “Sekalipun para saksi menyatakan ia sakit, tapi tetap dibutuhkan visum,” pungkasnya. (lan/az/fud)

BANJARMASIN – Menjelang waktu berbuka puasa, Pasar Cempaka di Banjarmasin Tengah geger.

Kemarin (7/4) sore, seorang pria ditemukan terbujur kaku dengan kaki terlipat di sebuah toko kosong.
Mayat itu dikenal dengan nama sapaan Andri, usianya diperkirakan 27 tahun.

Yang pertama kali menemukannya adalah Rahmat Hidayat, 45 tahun. Wakar yang menghuni toko kosong di lantai dua pasar.

Diceritakan Rahmat, sesudah asar ia hendak menemui Andri yang memang sedang sakit.

“Saya hendak mengantarkan pisang. Selama ini dia tak bisa makan lantaran sakit. Jangankan nasi, pisang saja sulit ditelannya,” ceritanya.

Dipanggil-panggil, tak kunjung ada jawaban. Rahmat kemudian coba menggerak-gerakkan badannya.

“Malah kaku. Saya takut kenapa-napa. Saya panggil warga sini yang kebetulan relawan emergency. Dia mengecek denyut nadinya, lalu memutuskan memanggil polisi,” tambahnya.

Baca Juga :  Ada Mayat Bayi di Semak Belakang Tempat Sampah

Setahu Rahmat, Andri baru setahun terakhir menjadi penghuni pasar.

“Tapi baru sakit sejak sebulan terakhir. Maag berat. Sampai tak bisa makan sama sekali. Kalau kakinya memang bekas kecelakaan,” lanjutnya.

Sehari-harinya Andri mencari nafkah dengan menjadi juru parkir.

“Ada yang menyebut rumahnya di Jalan Rawa Sari. Ada juga yang bilang di Kota Banjarbaru. Tapi dulu ayahnya memang berjualan obat pakai gerobak di pasar sini,” bebernya.

Diduga, Andri baru saja meninggal dunia. Sebab, sekitar jam 10 pagi, ia masih beraktivitas seperti biasa.

“Saya melihatnya memasak air, seperti biasa,” tutup Rahmat.

Sementara Ketua RW 02, Vita mengaku baru mengetahui almarhum sekarang tinggal di Pasar Cempaka. Karena sebelumnya ia tinggal di Pasar Harum Manis.

Baca Juga :  Istri Bangun Kesiangan, Lalu Dipukuli Sampai Mati

“Biasanya saya berkoordinasi dengan para ketua RT untuk mendata para penghuni pasar,” ujarnya.

Di tempat kejadian perkara tampak ada Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito dan Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Dodi Harianto.

Seusai olah TKP, jasad itu dievakuasi ke kamar pemulasaran jenazah Rumah Sakit Ulin.

“Hasil pemeriksaan luar, tak ada tanda-tanda korban kekerasan,” kata Kanit Reskrim Iptu I Gusti Ngurah Utama.

Dari TKP, polisi menemukan sebuah ponsel. “Sekalipun para saksi menyatakan ia sakit, tapi tetap dibutuhkan visum,” pungkasnya. (lan/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/