alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

"Mereka adalah Kuda"

Sabu Banyak, Ineks Nihil

BANJARMASIN – Satresnarkoba Polresta Banjarmasin merilis hasil Operasi Antik Intan, kemarin (6/4) sore.

Bukan hanya hasil kerja polresta, polsek-polsek juga terlibat dalam operasi yang digelar sejak 15 Maret sampai 28 Maret itu.
Dua pekan, polisi berhasil menyita barang bukti hampir satu kilogram sabu. Tapi nihil untuk ekstasi.

“Hanya sabu yang berhasil disita, untuk ekstasi kosong,” ungkap Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito.
“Barang buktinya total hanya seberat 854,55 gram,” sebutnya.

Tersangka yang diamankan sebanyak 29 orang dari 23 laporan.

Sementara itu Kasat Resnarkoba Kompol Mars Suryo Kartiko menambahkan, semua tersangka yang diamankan adalah pemain baru. Dari 15 laporan, 10 di antaranya adalah target operasi (TO).

Baca Juga :  Musnahkan Belasan Ribu Obat dan Sabu

“Kami punya TO sebenarnya sebanyak delapan orang, tetapi bisa tembus 10 yang ditangkap,” ungkapnya.

Pengungkapan terbesar didapat dari tangkapan ayah dan anak berinisial ND (41) dan MNA (21). Warga Jalan Martapura Lama Komplek Berkat Ilahi, Kabupaten Banjar.

Mereka adalah kuda. “Istilah Kuda mengacu pada orang-orang yang berada di bawah bandar besar,” jelas Mars.

“Si ayah perannya menerima barang dari bandar, dan peran anaknya menyebarkan ke lapangan (kepada para pengedar) setelah barang dipecah-pecah. Dalam dua hari mereka mampu memasarkan 1-2 kilogram sabu. Bisnisnya sudah berjalan selama 4 tahun,” ungkapnya.

Lalu, mengapa tak ada sitaan ineks? “Dalam penyelidikan kami, di pasaran memang tidak ditemukan,” jawabnya.

Baca Juga :  Sekantung Zenit Rp 5 Juta

Alasannya, ekstasi hanya digunakan di tempat-tempat tertentu. “Mungkin saja mereka tahan karena menjelang Ramadan. Kemungkin baru disebarkan lagi setelah lebaran,” tutupnya. (lan/fud)

BANJARMASIN – Satresnarkoba Polresta Banjarmasin merilis hasil Operasi Antik Intan, kemarin (6/4) sore.

Bukan hanya hasil kerja polresta, polsek-polsek juga terlibat dalam operasi yang digelar sejak 15 Maret sampai 28 Maret itu.
Dua pekan, polisi berhasil menyita barang bukti hampir satu kilogram sabu. Tapi nihil untuk ekstasi.

“Hanya sabu yang berhasil disita, untuk ekstasi kosong,” ungkap Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito.
“Barang buktinya total hanya seberat 854,55 gram,” sebutnya.

Tersangka yang diamankan sebanyak 29 orang dari 23 laporan.

Sementara itu Kasat Resnarkoba Kompol Mars Suryo Kartiko menambahkan, semua tersangka yang diamankan adalah pemain baru. Dari 15 laporan, 10 di antaranya adalah target operasi (TO).

Baca Juga :  Musnahkan Belasan Ribu Obat dan Sabu

“Kami punya TO sebenarnya sebanyak delapan orang, tetapi bisa tembus 10 yang ditangkap,” ungkapnya.

Pengungkapan terbesar didapat dari tangkapan ayah dan anak berinisial ND (41) dan MNA (21). Warga Jalan Martapura Lama Komplek Berkat Ilahi, Kabupaten Banjar.

Mereka adalah kuda. “Istilah Kuda mengacu pada orang-orang yang berada di bawah bandar besar,” jelas Mars.

“Si ayah perannya menerima barang dari bandar, dan peran anaknya menyebarkan ke lapangan (kepada para pengedar) setelah barang dipecah-pecah. Dalam dua hari mereka mampu memasarkan 1-2 kilogram sabu. Bisnisnya sudah berjalan selama 4 tahun,” ungkapnya.

Lalu, mengapa tak ada sitaan ineks? “Dalam penyelidikan kami, di pasaran memang tidak ditemukan,” jawabnya.

Baca Juga :  Diringkus Usai Konsumsi Sabu di Gang Mutiara

Alasannya, ekstasi hanya digunakan di tempat-tempat tertentu. “Mungkin saja mereka tahan karena menjelang Ramadan. Kemungkin baru disebarkan lagi setelah lebaran,” tutupnya. (lan/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

Pikap Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

BPK adalah Aset Kota

Keluarga Sudah Ikhlas

Izin Kafe, Isi Karaoke

Dompet dan Handphone Sasaran Copet

/