alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Warna Warni Tanda Batas Wilayah Banjarbaru

BANJARBARU – Sepanjang beberapa bulan terakhir ini, titik-titik tertentu di wilayah Kota Banjarbaru tampak dipoles. Yang utamanya terlihat adanya sejumlah tulisan berwarna yang dipasang sebagai penanda lokasi.

Misalnya saja di perbatasan Cempaka dan Tanah Laut, jembatan di Bangkal tampak dipasang tulisan “BANJARBARU” di bagian atas jembatan. Kemudian, di kawasan bundaran Liang Anggang juga dipasang tulisan serupa.

Pemasangan ini dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, disebut landmark identifikasi tempat.

“Secara bertahap kita pasang. Dari taman Simpang Empat, lalu Lapangan Murjani dan beberapa titik keramaian lainnya. Ini sebagai penanda lokasi itu sendiri,” cerita Kepala Bidang Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Disperkim Banjarbaru, Sartono.

Menariknya, dari semua landmark yang dibangun ini, semua nyaris sama yakni diterangi dengan pencahayaan berwarna warni. Menurut Sartono, hal ini agar lebih indah dan cantik ketika malam hari.

“Karena kan selama ini tempat-tempat ikonik kita kalau malam hari itu terkesan tidak ada penandanya, namanya tidak tahu. Nah akhirnya dibikin seperti itu, sekalian juga jadi tempat foto,” katanya.

Baca Juga :  Sudah Dibersihkan, Tawon Kembali Bersarang di Menara Air Van Der Pijl

Kemudian, di bulan Ramadan ini hiasan-hiasan seperti ini klaimmya juga ditambah. Khususnya tulisan-tulisan bertema Ramadan lengkap dengan pencahayaan yang dipasang di titik-titik ikonik.

“Ada Marhaban Ramadan di tugu simpang empat dan di depan taman air mancur. Namun ini temporer saja, selepas Ramadan kita lepas,” katanya.

Karena menggunakan bahan kelistrikan khususnya lampu-lampu berwarna warni, disinggung soal potensi kerusakan hingga terbengkalai, Sartono mengklaim pihaknya sudah mengantisipasinya. Termasuk jika ada tangan-tangan nakal yang merusak atau melakukan tindakan vandalisme.

“Untuk perawatan kita sudah siapkan, karena namanya kelistrikan ya tentu ada kerusakan-kerusakan kecil biasanya. Kemudian, untuk potensi dirusak, kita ada petugas taman yang juga mengawasi, jadi Insya Allah aman,” katanya.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau agar warga bisa bersama-sama menjaga bagian dari keindahan kota tersebut. “Tentu kita meminta juga agar warga bisa menjaga dan mengawasi sama-sama,” tuntasnya.

Baca Juga :  Huruf Kelayan Tumbang, Warga: Itu Bukan Ulah Pencuri

Sementara itu, keberadaan landmark-landmark berupa tulisan ini mendapat apresiasi cukup baik di masyarakat. Selain memperindah, hal ini dinilai lebih menguatkan lokasi-lokasi ikonik di Banjarbaru.

“Bagus kok, soalnya selama ini kadang kita foto di suatu tempat tapi tidak ada penandanya berupa tulisan atau gambar. Sama juga kalau ada yang dari luar daerah kan akhirnya tahu nama tempatnya melihat tulisan itu,” kata Zain, warga Ratu Elok Banjarbaru.

Akan tetapi, landmark-landmark ini ujarnya juga harus dijaga dan dirawat. Sebab sepengalamannya, cukup banyak landmark-landmark serupa di daerah lain yang ujung-ujungnya malah tak terawat.

“Semoga tidak hanya di awal saja ya, bisa dirawat dan dipelihara sampai nanti. Karena kalau tidak terawat katakanlah lampunya misalnya ada yang mati, tentu jadi kurang bagus kan malah kayak terbengkalai,” katanya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Sepanjang beberapa bulan terakhir ini, titik-titik tertentu di wilayah Kota Banjarbaru tampak dipoles. Yang utamanya terlihat adanya sejumlah tulisan berwarna yang dipasang sebagai penanda lokasi.

Misalnya saja di perbatasan Cempaka dan Tanah Laut, jembatan di Bangkal tampak dipasang tulisan “BANJARBARU” di bagian atas jembatan. Kemudian, di kawasan bundaran Liang Anggang juga dipasang tulisan serupa.

Pemasangan ini dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, disebut landmark identifikasi tempat.

“Secara bertahap kita pasang. Dari taman Simpang Empat, lalu Lapangan Murjani dan beberapa titik keramaian lainnya. Ini sebagai penanda lokasi itu sendiri,” cerita Kepala Bidang Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Disperkim Banjarbaru, Sartono.

Menariknya, dari semua landmark yang dibangun ini, semua nyaris sama yakni diterangi dengan pencahayaan berwarna warni. Menurut Sartono, hal ini agar lebih indah dan cantik ketika malam hari.

“Karena kan selama ini tempat-tempat ikonik kita kalau malam hari itu terkesan tidak ada penandanya, namanya tidak tahu. Nah akhirnya dibikin seperti itu, sekalian juga jadi tempat foto,” katanya.

Baca Juga :  Huruf Kelayan Tumbang, Warga: Itu Bukan Ulah Pencuri

Kemudian, di bulan Ramadan ini hiasan-hiasan seperti ini klaimmya juga ditambah. Khususnya tulisan-tulisan bertema Ramadan lengkap dengan pencahayaan yang dipasang di titik-titik ikonik.

“Ada Marhaban Ramadan di tugu simpang empat dan di depan taman air mancur. Namun ini temporer saja, selepas Ramadan kita lepas,” katanya.

Karena menggunakan bahan kelistrikan khususnya lampu-lampu berwarna warni, disinggung soal potensi kerusakan hingga terbengkalai, Sartono mengklaim pihaknya sudah mengantisipasinya. Termasuk jika ada tangan-tangan nakal yang merusak atau melakukan tindakan vandalisme.

“Untuk perawatan kita sudah siapkan, karena namanya kelistrikan ya tentu ada kerusakan-kerusakan kecil biasanya. Kemudian, untuk potensi dirusak, kita ada petugas taman yang juga mengawasi, jadi Insya Allah aman,” katanya.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau agar warga bisa bersama-sama menjaga bagian dari keindahan kota tersebut. “Tentu kita meminta juga agar warga bisa menjaga dan mengawasi sama-sama,” tuntasnya.

Baca Juga :  Fasilitas Siring Kampung Ketupat Dicuri, Bahkan Bangku Hendak Dijarah

Sementara itu, keberadaan landmark-landmark berupa tulisan ini mendapat apresiasi cukup baik di masyarakat. Selain memperindah, hal ini dinilai lebih menguatkan lokasi-lokasi ikonik di Banjarbaru.

“Bagus kok, soalnya selama ini kadang kita foto di suatu tempat tapi tidak ada penandanya berupa tulisan atau gambar. Sama juga kalau ada yang dari luar daerah kan akhirnya tahu nama tempatnya melihat tulisan itu,” kata Zain, warga Ratu Elok Banjarbaru.

Akan tetapi, landmark-landmark ini ujarnya juga harus dijaga dan dirawat. Sebab sepengalamannya, cukup banyak landmark-landmark serupa di daerah lain yang ujung-ujungnya malah tak terawat.

“Semoga tidak hanya di awal saja ya, bisa dirawat dan dipelihara sampai nanti. Karena kalau tidak terawat katakanlah lampunya misalnya ada yang mati, tentu jadi kurang bagus kan malah kayak terbengkalai,” katanya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/