alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Mantan Kades Tamiyang Terjerat Korupsi

TANJUNG – Tingginya keluhan masyarakat terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan pemerintahan di Desa Tamiyang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong turun tangan melakukan penyelidikan.

AL selaku mantan kepala desa dan AN selaku kepala seksi (Kasi) kesejahteraan rakyat (Kesra) desa pun terseret sebagai tersangka lantaran diduga melakukan korupsi dana desa tahun anggaran 2020 lalu.

Kasi Intelijen pada Kejari Tabalong, Amanda Adelina mengatakan, dugaan korupsi yang dilakukan keduanya padahal sebelumnya sempat ditangani Inspektorat Tabalong. “Namun, banyaknya laporan warga, terpaksa kami tindaklanjuti,” katanya, Rabu (6/4).

Inspektorat menemukan adanya kejanggalan anggaran sebesar Rp83 juta, yang kemudian oleh tersangka ditutupi dengan mencairkan kembali dana desa sebesar Rp160 juta untuk pembelian mobil pikap Mitsubishi. Ternyata, pengadaan mobil pikap Mitsubishi itu fiktif dan tidak ada barangnya hingga sekarang.

Baca Juga :  Diduga Korupsi, Dinas lingkungan Hidup Kotabaru Digeledah

Informasi sementara, dari anggaran Rp83 juta yang dicoba ditutupi tersangka merupakan temuan sejumlah proyek fisik fiktif. Diantaranya, pembangunan pagar kuburan dan perbaikan musala. Namun, untuk memastikannya, Kejari akan koordinasi kembali ke Inspektorat.

Hasil penyelidikan pun menetapkan angka sebesar Rp240 juta menjadi total besaran anggaran dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2020 yang dilakukan keduanya.

Untungnya, penelusuran penyelidikan Kejari mendapati dana sebesar Rp50 juta dari Dealer Mitsubishi, yang kemudian diamankan. “Uang itu uang muka pembayaran pembelian mobil pikap,” jelas Kasi Pidana Khusus, Jhonson Evendi Tambunan menambahkan.

Kejari Tabalong sendiri menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 30 dan 31 Maret 2022 lalu. Namun, AL dan AN tidak dilakukan penahanan, dikarenakan diangkap penyidik koperatif saat dilakukan pemanggilan dan dalam kondisi hamil. (ibn)

Baca Juga :  Korupsi Anggaran, Mantan Bendahara DLH Kotabaru Ditangkap

TANJUNG – Tingginya keluhan masyarakat terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan pemerintahan di Desa Tamiyang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong turun tangan melakukan penyelidikan.

AL selaku mantan kepala desa dan AN selaku kepala seksi (Kasi) kesejahteraan rakyat (Kesra) desa pun terseret sebagai tersangka lantaran diduga melakukan korupsi dana desa tahun anggaran 2020 lalu.

Kasi Intelijen pada Kejari Tabalong, Amanda Adelina mengatakan, dugaan korupsi yang dilakukan keduanya padahal sebelumnya sempat ditangani Inspektorat Tabalong. “Namun, banyaknya laporan warga, terpaksa kami tindaklanjuti,” katanya, Rabu (6/4).

Inspektorat menemukan adanya kejanggalan anggaran sebesar Rp83 juta, yang kemudian oleh tersangka ditutupi dengan mencairkan kembali dana desa sebesar Rp160 juta untuk pembelian mobil pikap Mitsubishi. Ternyata, pengadaan mobil pikap Mitsubishi itu fiktif dan tidak ada barangnya hingga sekarang.

Baca Juga :  Korupsi Anggaran, Mantan Bendahara DLH Kotabaru Ditangkap

Informasi sementara, dari anggaran Rp83 juta yang dicoba ditutupi tersangka merupakan temuan sejumlah proyek fisik fiktif. Diantaranya, pembangunan pagar kuburan dan perbaikan musala. Namun, untuk memastikannya, Kejari akan koordinasi kembali ke Inspektorat.

Hasil penyelidikan pun menetapkan angka sebesar Rp240 juta menjadi total besaran anggaran dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2020 yang dilakukan keduanya.

Untungnya, penelusuran penyelidikan Kejari mendapati dana sebesar Rp50 juta dari Dealer Mitsubishi, yang kemudian diamankan. “Uang itu uang muka pembayaran pembelian mobil pikap,” jelas Kasi Pidana Khusus, Jhonson Evendi Tambunan menambahkan.

Kejari Tabalong sendiri menetapkan keduanya sebagai tersangka pada 30 dan 31 Maret 2022 lalu. Namun, AL dan AN tidak dilakukan penahanan, dikarenakan diangkap penyidik koperatif saat dilakukan pemanggilan dan dalam kondisi hamil. (ibn)

Baca Juga :  Diduga Korupsi, Dinas lingkungan Hidup Kotabaru Digeledah

Most Read

Artikel Terbaru

/