alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Pesan Terakhir Minta Anaknya Dirawat

Kisah Ibu Muda yang Dibunuh Mantan Suaminya

Tiga hari lalu jenazah Nadia Fitri ditemukan di Jalan Gubernur Syarkawi, Gambut, Kabupaten Banjar. Ibu muda berusia 17 tahun itu dibunuh mantan suaminya, Muhammad Sa’e.

– Oleh: MAULANA, Banjarmasin

Pemuda 25 tahun itu tinggal di Antasan Segara, Banjarmasin Selatan.

Identitas mayat yang ditemukan tak jauh dari Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum pada Ahad (3/4) sore itu sempat menjadi misteri.

Tapi tak lama, besoknya (4/4) pelakunya sudah tertangkap.

Kasus ini diselidiki tim gabungan dari Polsek Gambut, Polres Banjar dibantu Resmob Polda Kalsel dan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Kemarin (5/4), Radar Banjarmasin bertandang ke rumah korban di Jalan Kelayan A Gang Antasari II Banjarmasin Selatan.

Di rumah kecil itu penulis disambut tiga pria. Salah seorangnya ayah korban, yaitu Akhmad Dani (39).

Selama ini, Dani hanya tinggal anak tunggalnya, Nadia. Dani sudah cukup lama berpisah dengan istrinya.
Di sana ada bocah tak berpakaian. Rupanya, itulah buah hati hasil perkawinan Nadia dan Sa’e.

“Ini anak almarhumah, usianya baru dua tahun. Melihat si kecil ini, saya jadi tak habis pikir dengan kekejian perbuatan pelaku,” ungkap Dani.

Baca Juga :  Dipalak dan Minumannya Diludahi, Pria ini Habisi Nyawa Saderi

Dia tak melihat ada perangai buruk dari putrinya sebelum kematiannya. Sore itu, Nadia berkata hendak main-main ke gang sebelah.

Dani sebenarnya sudah memintanya agar tetap di rumah. Jangan ke mana-mana.

“Sore itu, agak aneh juga melihat Nadia tampak manja. Banyak berdandan, banyak mengobrol. Lebih santai. Tak seperti biasanya,” ceritanya.

Bahkan, Nadia sempat berpesan kepada Dani untuk menjaga putranya. Apalagi jika Nadia sudah bertemu dengan lelaki pilihannya.

“Memang mau rencana menikah. Ada seorang duda anak satu yang hendak menikahinya. Dia juga mengetahui kalau Nadia memiliki anak. Ya, mungkin tidak jodohnya. Sudah jalannya. Tadi calonnya datang pakai menangis-nangis,” kisahnya.

Nadia berangkat dari rumahnya pada Ahad (3/4) siang sekitar pukul 12.00 Wita. Dani pun tak menyangka kalau putrinya nekat jalan-jalan bersama mantan suaminya.

“Saya kurang tahu dengan siapa dia berangkat, tetapi ada yang melihat dia dijemput Alba (sapaan mantan suami korban). Dan katanya juga Alba yang menghubungi Nadia, mengajak ke Gambut, karena si Alba ini sebelum kejadian menyampaikan bahwa ibunya ingin bertemu di sana. Padahal ibunya menetap di Pelaihari. Nah, berangkatlah Nadia dan anaknya dengan dibonceng Alba,” ujar Dani.

Baca Juga :  Penikam Mandor Ditangkap

Ternyata akal-akalan pelaku saja agar bisa bertemu korban. Entah bagaimana sehingga bisa jasad Nadia ditemukan di dekat RS Sambang Lihum itu.

Sedangkan anaknya dijemput di rumah keluarga Sa’e sesudah kejadian nahas itu.

“Saya yakin pelaku ingin menghabisi anak saya, dugaan itu jelas. Pelaku membawa sajam dan mengajak ke daerah sepi. Saat itu katanya cucu saya juga diajak. Ada dugaan dia menghabisi Nadia di hadapan anaknya,” tukasnya.

Dani menceritakan sedikit masa lalu putrinya, ia menikahkan putrinya pada saat berusia 12 tahun. Terpaut tujuh tahun dengan mantan suaminya.

“Saya malu waktu itu, jadi gunjingan tetangga sana-sini. Akhirnya saya putuskan untuk menikahkan dengan Alba. Lima tahun mereka berumah tangga, akhirnya goyah dan mertuanya juga tak menyukai. Sehingga mereka putuskan berpisah. Sudah delapan bulan berpisah,” bebernya.

Jasad Nadia dimakamkan pada Selasa (5/4) pagi di Alkah Pematang, Gambut.

“Usai pemeriksaan di rumah sakit, saya bawa ke sini saja. Keinginan saya tak muluk-muluk, aparat penegak hukum jangan kasih hukuman yang ringan,” mohonnya. (fud)

Tiga hari lalu jenazah Nadia Fitri ditemukan di Jalan Gubernur Syarkawi, Gambut, Kabupaten Banjar. Ibu muda berusia 17 tahun itu dibunuh mantan suaminya, Muhammad Sa’e.

– Oleh: MAULANA, Banjarmasin

Pemuda 25 tahun itu tinggal di Antasan Segara, Banjarmasin Selatan.

Identitas mayat yang ditemukan tak jauh dari Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum pada Ahad (3/4) sore itu sempat menjadi misteri.

Tapi tak lama, besoknya (4/4) pelakunya sudah tertangkap.

Kasus ini diselidiki tim gabungan dari Polsek Gambut, Polres Banjar dibantu Resmob Polda Kalsel dan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Kemarin (5/4), Radar Banjarmasin bertandang ke rumah korban di Jalan Kelayan A Gang Antasari II Banjarmasin Selatan.

Di rumah kecil itu penulis disambut tiga pria. Salah seorangnya ayah korban, yaitu Akhmad Dani (39).

Selama ini, Dani hanya tinggal anak tunggalnya, Nadia. Dani sudah cukup lama berpisah dengan istrinya.
Di sana ada bocah tak berpakaian. Rupanya, itulah buah hati hasil perkawinan Nadia dan Sa’e.

“Ini anak almarhumah, usianya baru dua tahun. Melihat si kecil ini, saya jadi tak habis pikir dengan kekejian perbuatan pelaku,” ungkap Dani.

Baca Juga :  Dikeroyok Hingga Tewas di Warung Malam

Dia tak melihat ada perangai buruk dari putrinya sebelum kematiannya. Sore itu, Nadia berkata hendak main-main ke gang sebelah.

Dani sebenarnya sudah memintanya agar tetap di rumah. Jangan ke mana-mana.

“Sore itu, agak aneh juga melihat Nadia tampak manja. Banyak berdandan, banyak mengobrol. Lebih santai. Tak seperti biasanya,” ceritanya.

Bahkan, Nadia sempat berpesan kepada Dani untuk menjaga putranya. Apalagi jika Nadia sudah bertemu dengan lelaki pilihannya.

“Memang mau rencana menikah. Ada seorang duda anak satu yang hendak menikahinya. Dia juga mengetahui kalau Nadia memiliki anak. Ya, mungkin tidak jodohnya. Sudah jalannya. Tadi calonnya datang pakai menangis-nangis,” kisahnya.

Nadia berangkat dari rumahnya pada Ahad (3/4) siang sekitar pukul 12.00 Wita. Dani pun tak menyangka kalau putrinya nekat jalan-jalan bersama mantan suaminya.

“Saya kurang tahu dengan siapa dia berangkat, tetapi ada yang melihat dia dijemput Alba (sapaan mantan suami korban). Dan katanya juga Alba yang menghubungi Nadia, mengajak ke Gambut, karena si Alba ini sebelum kejadian menyampaikan bahwa ibunya ingin bertemu di sana. Padahal ibunya menetap di Pelaihari. Nah, berangkatlah Nadia dan anaknya dengan dibonceng Alba,” ujar Dani.

Baca Juga :  Penikam Mandor Ditangkap

Ternyata akal-akalan pelaku saja agar bisa bertemu korban. Entah bagaimana sehingga bisa jasad Nadia ditemukan di dekat RS Sambang Lihum itu.

Sedangkan anaknya dijemput di rumah keluarga Sa’e sesudah kejadian nahas itu.

“Saya yakin pelaku ingin menghabisi anak saya, dugaan itu jelas. Pelaku membawa sajam dan mengajak ke daerah sepi. Saat itu katanya cucu saya juga diajak. Ada dugaan dia menghabisi Nadia di hadapan anaknya,” tukasnya.

Dani menceritakan sedikit masa lalu putrinya, ia menikahkan putrinya pada saat berusia 12 tahun. Terpaut tujuh tahun dengan mantan suaminya.

“Saya malu waktu itu, jadi gunjingan tetangga sana-sini. Akhirnya saya putuskan untuk menikahkan dengan Alba. Lima tahun mereka berumah tangga, akhirnya goyah dan mertuanya juga tak menyukai. Sehingga mereka putuskan berpisah. Sudah delapan bulan berpisah,” bebernya.

Jasad Nadia dimakamkan pada Selasa (5/4) pagi di Alkah Pematang, Gambut.

“Usai pemeriksaan di rumah sakit, saya bawa ke sini saja. Keinginan saya tak muluk-muluk, aparat penegak hukum jangan kasih hukuman yang ringan,” mohonnya. (fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/