alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Pemko Banjarmasin: Silakan Buka Pasar Wadai Secara Mandiri

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin tetap tidak akan menggelar Pasar Wadai Ramadan lantaran pandemi. Namun, bukan berarti masyarakat yang ingin membukanya secara mandiri dilarang.

Kabid Pariwisata di Dinas Pariwisata Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Fitriyah menyebut ada sejumlah titik pasar wadai di kota ini.

“Dinas Pariwisata memang tidak membuka Pasar Ramadan tahun ini, karena tidak dianggarkan APBD. Tapi wali kota memberikan izin melaksanakannya di masing-masing kecamatan,” katanya.

Disebutkannya, di Kecamatan Banjarmasin Tengah terletak di Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi dan Arabian Food di Jalan Antasan Besar.

Kemudian di Kecamatan Banjarmasin Utara, ada Mawarung Baimbai berada di bawah Jembatan Banua Anyar.
Selanjutnya di Kecamatan Banjarmasin Timur di Kampung Kuliner dan Warung Kuliner Baiman, kawasan flyover Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga :  Berburu Takjil Sambil Nikmati Musik Islami

Seterusnya, di Kecamatan Banjarmasin Barat di halaman kantor camat di kawasan Pelambuan. Sedangkan di Kecamatan Banjarmasin Selatan masih belum ada laporan di mana mereka membukanya.

“Tidak harus satu pasar untuk setiap kecamatan, lebih juga boleh,” ujarnya.

Meski begitu, para pedagang yang ingin menggelar dagangan juga tidak bisa sembarangan. Tetap harus mendapat izin pemko. Koordinasinya panjang ke Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan kecamatan.

“Mereka harus mengantongi surat rekomendasi dari tim gugus covid,” jelasnya.

Menurutnya, dengan semakin banyaknya pasar Ramadan akan berdampak positif terhadap masyarakat. Roda perekonomian masyarakat kembali berputar. “Dengan adanya pembagian wilayah masing-masing ini akan lebih baik, karena perekonomian tersebar merata,” tutup Fitriyah.

Baca Juga :  Pasar Wadai Murjani Tahun ini Dirasa Lebih Ramai

Ketua Paguyuban Pasar Wadai Ramadan, Ema Hasana menyilakan anggota paguyuban yang ingin menyewa stan-stan dagangan di Pasar Ramadan.

“Saran saya, sebelum menyewa dihitung dulu, bisa kembali modal apa tidak,” katanya.

Menurutnya paguyuban bisa saja membuka pasar wadai secara mandiri, tapi melihat kondisi pandemi belum jelas, pihaknya belum berani.

“Biaya yang dikeluarkan untuk membuka tenda dan sebagainya apakah bisa menutupi dengan hasilnya,” katanya.

Ema lebih menyarankan kepada anggotanya untuk membuka dagangan di lapak-lapak yang disiapkan secara gratis di sejumlah masjid maupun lembaga swasta yang menampung para UMKM.

“Saya sarankan begitu, kita masih belum tahu animo pembeli, diperhitungkan dengan matang. Apalagi dengan ada pembatasan jam berjualan,” ucapnya. (gmp/fud)

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin tetap tidak akan menggelar Pasar Wadai Ramadan lantaran pandemi. Namun, bukan berarti masyarakat yang ingin membukanya secara mandiri dilarang.

Kabid Pariwisata di Dinas Pariwisata Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Fitriyah menyebut ada sejumlah titik pasar wadai di kota ini.

“Dinas Pariwisata memang tidak membuka Pasar Ramadan tahun ini, karena tidak dianggarkan APBD. Tapi wali kota memberikan izin melaksanakannya di masing-masing kecamatan,” katanya.

Disebutkannya, di Kecamatan Banjarmasin Tengah terletak di Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi dan Arabian Food di Jalan Antasan Besar.

Kemudian di Kecamatan Banjarmasin Utara, ada Mawarung Baimbai berada di bawah Jembatan Banua Anyar.
Selanjutnya di Kecamatan Banjarmasin Timur di Kampung Kuliner dan Warung Kuliner Baiman, kawasan flyover Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga :  Berburu Takjil di Jalan Empu Jatmika

Seterusnya, di Kecamatan Banjarmasin Barat di halaman kantor camat di kawasan Pelambuan. Sedangkan di Kecamatan Banjarmasin Selatan masih belum ada laporan di mana mereka membukanya.

“Tidak harus satu pasar untuk setiap kecamatan, lebih juga boleh,” ujarnya.

Meski begitu, para pedagang yang ingin menggelar dagangan juga tidak bisa sembarangan. Tetap harus mendapat izin pemko. Koordinasinya panjang ke Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan kecamatan.

“Mereka harus mengantongi surat rekomendasi dari tim gugus covid,” jelasnya.

Menurutnya, dengan semakin banyaknya pasar Ramadan akan berdampak positif terhadap masyarakat. Roda perekonomian masyarakat kembali berputar. “Dengan adanya pembagian wilayah masing-masing ini akan lebih baik, karena perekonomian tersebar merata,” tutup Fitriyah.

Baca Juga :  Pasar Wadai di Lapangan Murjani Dibuka, Diisi 200 Pedagang

Ketua Paguyuban Pasar Wadai Ramadan, Ema Hasana menyilakan anggota paguyuban yang ingin menyewa stan-stan dagangan di Pasar Ramadan.

“Saran saya, sebelum menyewa dihitung dulu, bisa kembali modal apa tidak,” katanya.

Menurutnya paguyuban bisa saja membuka pasar wadai secara mandiri, tapi melihat kondisi pandemi belum jelas, pihaknya belum berani.

“Biaya yang dikeluarkan untuk membuka tenda dan sebagainya apakah bisa menutupi dengan hasilnya,” katanya.

Ema lebih menyarankan kepada anggotanya untuk membuka dagangan di lapak-lapak yang disiapkan secara gratis di sejumlah masjid maupun lembaga swasta yang menampung para UMKM.

“Saya sarankan begitu, kita masih belum tahu animo pembeli, diperhitungkan dengan matang. Apalagi dengan ada pembatasan jam berjualan,” ucapnya. (gmp/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/