alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Mabuk, Senggol, lalu Tusuk, Begitulah Motif Pembunuhan di Kafe Trikora

BANJARBARU – Misar alias Isar tak bisa mengangkat wajahnya. Dia mengaku menyesal telah membunuh MH (33).

Ya, Isar dihadirkan dalam konferensi pers oleh Polres Banjarbaru kemarin (31/3). Mengenakan baju tahanan, Isar tampak hanya tertunduk. Kakinya juga pincang gegara timah panas yang disarangkan oleh aparat kepolisian.

Coba diwawancarai, Isar lebih banyak berucap kata menyesal. Pria berusia 43 tahun asal Martapura ini pun baru sadar jika penyesalan selalu datang terlambat.

“Menyesal, tapi ya itu (penyesalan) selalu tadudi (diakhir). Saat (kejadian) itu kami dalam keadaan mabuk,” lirihnya.

Dengan korban, Isar rupanya sama sekali tak kenal. Pertemuan pertama dan terakhirnya hanya di di depan Booze Kafe di Trikora Banjarbaru itu. Ya, menurut Isar, dia dan korban memang sama-sama pesta miras sebelum pembunuhan terjadi.

“Awalnya tidak kenal, kumpul bareng saat itu saja di kafe. Sebelumnya pun tidak ada masalah apa-apa, tapi karena mabuk akhirnya tersinggung,” ujarnya.

Ketersinggungan itu kata Isar bermula dari insiden tersenggolnya ia dengan korban. Kala itu seingatnya kafe sudah kondisi tutup dan mau beranjak pulang ke luar.

“Cuma karena tegepak (tersenggol) awalnya, karena kami mabuk akhirnya cekcok. Saya tersinggung karena dia menantang berkelahi. Saat itu ditantang berkelahi becucukan (saling tusuk) dalam sarung,” ingatnya.

Baca Juga :  Sudah Empat Pelaku Pengeroyok Junaidi Diringkus

Gegara ditantang, Isar memutuskan untuk meladeninya dengan serius. Ia pun pulang ke rumahnya untuk mengambil dua bilah sajam serta satu lembar sarung.

Dikarenakan kondisinya mabuk, Isar meminta rekannya yang bernama Ali untuk mengantarkannya ke TKP dengan motor. “Kawan saya menurunkan di jalan, setelah itu saya mendatangi dia (korban) sendirian.”

Tanpa pikir panjang dan dihinggapi amarah serta dalam pengaruh alkohol. Isar langsung menghabisi korban secara membabi buta. Dua sajam yang dibawanya ditusukkannya ke arah badan korban.

“Sebenarnya sebelum kejadian itu (penusukan) dan sebelum saya pulang ke rumah mengambil pisau, saya sempat mengajak dia berbicara empat mata dan menjauh dari kerumunan,” ingatnya.

Rupanya, upaya itu klaim Isar buntu. Sebab, sepengakuannya korban malah kembali menantang berkelahi. “Cekcok lagi dan akhirnya ia menantang saya berkalahi.”

Seusai menghabisi lawan duelnya itu, Isar segera kabur. Saat proses kabur dari kejaran polisi, ia mengaku sempat terbersit untuk menyerahkan diri. Khususnya ketika dipaksa oleh keluarganya.

“Keluarga memaksa untuk menyerah (ke polisi). Tapi saya minta waktu betenang (menenangkan diri) dulu. Tetapi keburu ditangkap polisi,” tuntasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Sambangi Polres HST, Minta Pembunuh Rika Dihukum Berat

Sementara itu, pihak Polres Banjarbaru hanya menetapkan satu tersangka atas kasus ini. Yang mana sebelumnya sempat beredar kabar jika rekan Isar yakni Ali yang mengantarnya untuk menusuk korban juga berstatus tersangka.

“Untuk sementara ini status rekannya yang mengantar masih saksi. Kemudian orang-orang yang turut terlibat dalam pelariannya juga masih kita jadikan saksi sampai karena belum ada bukti keterlibatan kejadian di TKP,” ujar Panit 1 Pidum Reskrim Polres Banjarbaru, Aiptu JM Sagala dalam konferensi pers.

Sementara, Wakapolres Banjarbaru, Kompol Boma Wedhayanto memastikan jika motif pembunuhan didasari karena kedua pihak sama-sama dalam kondisi mabuk lalu cekcok.

“Karena pengaruh alkohol, pelaku tersinggung saat ditantang korban. Akhirnya pelaku pulang mengambil sajam dua buah dan kembali ke TKP lalu melakukan penusukan hingga korban meninggal dunia,” ujar Wakapolres.

Ditanya soal sumber miras yang dikonsumsi pelaku maupun korban. Wakapolres menanggapi jika sejauh ini miras itu mereka temukan di TKP atau di area parkiran depan kafe.

“Untuk miras kita temukan di TKP, posisinya di luar. Pemilik kafe masih proses kita minta keterangan termasuk juga memeriksa beberapa saksi,” tutupnya. (rvn/ran/ema)

BANJARBARU – Misar alias Isar tak bisa mengangkat wajahnya. Dia mengaku menyesal telah membunuh MH (33).

Ya, Isar dihadirkan dalam konferensi pers oleh Polres Banjarbaru kemarin (31/3). Mengenakan baju tahanan, Isar tampak hanya tertunduk. Kakinya juga pincang gegara timah panas yang disarangkan oleh aparat kepolisian.

Coba diwawancarai, Isar lebih banyak berucap kata menyesal. Pria berusia 43 tahun asal Martapura ini pun baru sadar jika penyesalan selalu datang terlambat.

“Menyesal, tapi ya itu (penyesalan) selalu tadudi (diakhir). Saat (kejadian) itu kami dalam keadaan mabuk,” lirihnya.

Dengan korban, Isar rupanya sama sekali tak kenal. Pertemuan pertama dan terakhirnya hanya di di depan Booze Kafe di Trikora Banjarbaru itu. Ya, menurut Isar, dia dan korban memang sama-sama pesta miras sebelum pembunuhan terjadi.

“Awalnya tidak kenal, kumpul bareng saat itu saja di kafe. Sebelumnya pun tidak ada masalah apa-apa, tapi karena mabuk akhirnya tersinggung,” ujarnya.

Ketersinggungan itu kata Isar bermula dari insiden tersenggolnya ia dengan korban. Kala itu seingatnya kafe sudah kondisi tutup dan mau beranjak pulang ke luar.

“Cuma karena tegepak (tersenggol) awalnya, karena kami mabuk akhirnya cekcok. Saya tersinggung karena dia menantang berkelahi. Saat itu ditantang berkelahi becucukan (saling tusuk) dalam sarung,” ingatnya.

Baca Juga :  Sudah Empat Pelaku Pengeroyok Junaidi Diringkus

Gegara ditantang, Isar memutuskan untuk meladeninya dengan serius. Ia pun pulang ke rumahnya untuk mengambil dua bilah sajam serta satu lembar sarung.

Dikarenakan kondisinya mabuk, Isar meminta rekannya yang bernama Ali untuk mengantarkannya ke TKP dengan motor. “Kawan saya menurunkan di jalan, setelah itu saya mendatangi dia (korban) sendirian.”

Tanpa pikir panjang dan dihinggapi amarah serta dalam pengaruh alkohol. Isar langsung menghabisi korban secara membabi buta. Dua sajam yang dibawanya ditusukkannya ke arah badan korban.

“Sebenarnya sebelum kejadian itu (penusukan) dan sebelum saya pulang ke rumah mengambil pisau, saya sempat mengajak dia berbicara empat mata dan menjauh dari kerumunan,” ingatnya.

Rupanya, upaya itu klaim Isar buntu. Sebab, sepengakuannya korban malah kembali menantang berkelahi. “Cekcok lagi dan akhirnya ia menantang saya berkalahi.”

Seusai menghabisi lawan duelnya itu, Isar segera kabur. Saat proses kabur dari kejaran polisi, ia mengaku sempat terbersit untuk menyerahkan diri. Khususnya ketika dipaksa oleh keluarganya.

“Keluarga memaksa untuk menyerah (ke polisi). Tapi saya minta waktu betenang (menenangkan diri) dulu. Tetapi keburu ditangkap polisi,” tuntasnya.

Baca Juga :  Dikeroyok Hingga Tewas di Warung Malam

Sementara itu, pihak Polres Banjarbaru hanya menetapkan satu tersangka atas kasus ini. Yang mana sebelumnya sempat beredar kabar jika rekan Isar yakni Ali yang mengantarnya untuk menusuk korban juga berstatus tersangka.

“Untuk sementara ini status rekannya yang mengantar masih saksi. Kemudian orang-orang yang turut terlibat dalam pelariannya juga masih kita jadikan saksi sampai karena belum ada bukti keterlibatan kejadian di TKP,” ujar Panit 1 Pidum Reskrim Polres Banjarbaru, Aiptu JM Sagala dalam konferensi pers.

Sementara, Wakapolres Banjarbaru, Kompol Boma Wedhayanto memastikan jika motif pembunuhan didasari karena kedua pihak sama-sama dalam kondisi mabuk lalu cekcok.

“Karena pengaruh alkohol, pelaku tersinggung saat ditantang korban. Akhirnya pelaku pulang mengambil sajam dua buah dan kembali ke TKP lalu melakukan penusukan hingga korban meninggal dunia,” ujar Wakapolres.

Ditanya soal sumber miras yang dikonsumsi pelaku maupun korban. Wakapolres menanggapi jika sejauh ini miras itu mereka temukan di TKP atau di area parkiran depan kafe.

“Untuk miras kita temukan di TKP, posisinya di luar. Pemilik kafe masih proses kita minta keterangan termasuk juga memeriksa beberapa saksi,” tutupnya. (rvn/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/