alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

ULM Didirikan Pejuang

Cikal bakal berdirinya Universitas Lambung Mangkurat ternyata buah jasa dari para pejuang revolusi kemerdekaan RI. Dikutip dari Wikipedia, pasca Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949, para tentara yang tergabung dalam Divisi Lambung Mangkurat ini mengadakan acara reuni pada tahun 3-10 Maret 1957, di desa Niih, Kabupaten HSS.

Nah dari pertemuan itu mereka sepakat untuk mendirikan Dewan Lambung Mangkurat yang fokus utamanya membangun dan mengembangkan wilayah Kalsel. Salah satu rencana kerjanya adalah mendirikan perguruan tinggi di Kalsel dengan nama Universitas Lambung Mangkurat. Nama tersebut diadopsi dari nama salah satu tokoh pendiri Kerajaan Negara Dipa, sebuah kerajaan yang menjadi asal mula Kerajaan Banjar. Pemilihan nama Lambung Mangkurat ditujukan untuk mengenang jasa tokoh tersebut bagi peradaban masyarakat di Kalsel.

Tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan dan menyebarkan luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang berkemampuan akademik dan profesional, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa terutama di daerah Kalimantan.

Baca Juga :  Rektor ULM Berbagi Sembako untuk Warga Karang Intan

Organisasi yang telah dibentuk tersebut bertekad untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi yang kemudian dinamakan Universitas Lambung Mangkurat. Nama tersebut diadopsi dari nama salah satu tokoh yang berperan penting dalam pendirian Kerajaan Negara Dipa, sebuah kerajaan yang menjadi asal mula Kerajaan Banjar. Pemilihan nama Lambung Mangkurat ditujukan untuk mengenang jasa tokoh tersebut bagi peradaban masyarakat di Kalsel.

Pertengahan tahun 1958 dibentuklah Panitia Persiapan Pembentukan ULM. Dan pada 21 September 1958 panitia meresmikan ULM dulu disingkat Unlam, sekarang ULM Banjarmasin. Presiden Universitas (Sekarang Rektor) dijabat Letkol H Hasan Basry, wakilnya adalah Abdul Wahab Syahrani dan Sekretarisnya Aspul Anwar. Semula masih berstatus swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Lambung Mangkurat. Ketuanya adalah H Maksid. Dia adalah Gubernur KDH Kalsel.

Awal berdiri, kampus tersebut hanya memiliki empat fakultas, yakni fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik serta Islamologi, serta kursus-Kursus B I dan B II. Pasca terbentuk, tugas panitia pun berakhir. Kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat yang didirikan dengan Akta Notaris Nomor 57 12 Februari 1959.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

Berjalan sekitar 2 tahun, Pemerintah RI melalui Peraturan Pemerintah Nomor: 41 tahun 1960 pada 29 Oktober 1960, meresmikan Unlam sebagai Universitas Negeri pada tanggal 1 November 1960.

Dalam perkembangannya, ULM berhasil memiliki 11 fakultas dan 1 Program Pascasarjana, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Program Pascasarjana.

Secara implisit oleh para pendirinya, ULM dicita-citakan menjadi faktor penggerak pembangunan (agent of development) di kawasan Kalimantan, baik dari konsepsi/wawasan pembangunan maupun penyedia sumber daya manusia. Dengan Cita-cita tersebut maka Universitas Lambung Mangkurat tidak terpisahkan dari hasrat masyarakat Kalimantan untuk pembangunan Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia, agar segala potensi yang dimiliki pulau ini dapat menjadi sumber kemakmuran bangsa. Berdasar hal tersebutlah maka ULM dapat dikatakan sebagai Universitas Perjuangan.(gmp/by/ran)

Cikal bakal berdirinya Universitas Lambung Mangkurat ternyata buah jasa dari para pejuang revolusi kemerdekaan RI. Dikutip dari Wikipedia, pasca Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949, para tentara yang tergabung dalam Divisi Lambung Mangkurat ini mengadakan acara reuni pada tahun 3-10 Maret 1957, di desa Niih, Kabupaten HSS.

Nah dari pertemuan itu mereka sepakat untuk mendirikan Dewan Lambung Mangkurat yang fokus utamanya membangun dan mengembangkan wilayah Kalsel. Salah satu rencana kerjanya adalah mendirikan perguruan tinggi di Kalsel dengan nama Universitas Lambung Mangkurat. Nama tersebut diadopsi dari nama salah satu tokoh pendiri Kerajaan Negara Dipa, sebuah kerajaan yang menjadi asal mula Kerajaan Banjar. Pemilihan nama Lambung Mangkurat ditujukan untuk mengenang jasa tokoh tersebut bagi peradaban masyarakat di Kalsel.

Tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan dan menyebarkan luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang berkemampuan akademik dan profesional, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa terutama di daerah Kalimantan.

Baca Juga :  ULM Siap Kuliah Tatap Muka 100 Persen

Organisasi yang telah dibentuk tersebut bertekad untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi yang kemudian dinamakan Universitas Lambung Mangkurat. Nama tersebut diadopsi dari nama salah satu tokoh yang berperan penting dalam pendirian Kerajaan Negara Dipa, sebuah kerajaan yang menjadi asal mula Kerajaan Banjar. Pemilihan nama Lambung Mangkurat ditujukan untuk mengenang jasa tokoh tersebut bagi peradaban masyarakat di Kalsel.

Pertengahan tahun 1958 dibentuklah Panitia Persiapan Pembentukan ULM. Dan pada 21 September 1958 panitia meresmikan ULM dulu disingkat Unlam, sekarang ULM Banjarmasin. Presiden Universitas (Sekarang Rektor) dijabat Letkol H Hasan Basry, wakilnya adalah Abdul Wahab Syahrani dan Sekretarisnya Aspul Anwar. Semula masih berstatus swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Lambung Mangkurat. Ketuanya adalah H Maksid. Dia adalah Gubernur KDH Kalsel.

Awal berdiri, kampus tersebut hanya memiliki empat fakultas, yakni fakultas Hukum, Ekonomi, Sosial dan Politik serta Islamologi, serta kursus-Kursus B I dan B II. Pasca terbentuk, tugas panitia pun berakhir. Kemudian dilanjutkan pengelolaannya oleh Yayasan Perguruan Tinggi Lambung Mangkurat yang didirikan dengan Akta Notaris Nomor 57 12 Februari 1959.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

Berjalan sekitar 2 tahun, Pemerintah RI melalui Peraturan Pemerintah Nomor: 41 tahun 1960 pada 29 Oktober 1960, meresmikan Unlam sebagai Universitas Negeri pada tanggal 1 November 1960.

Dalam perkembangannya, ULM berhasil memiliki 11 fakultas dan 1 Program Pascasarjana, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Program Pascasarjana.

Secara implisit oleh para pendirinya, ULM dicita-citakan menjadi faktor penggerak pembangunan (agent of development) di kawasan Kalimantan, baik dari konsepsi/wawasan pembangunan maupun penyedia sumber daya manusia. Dengan Cita-cita tersebut maka Universitas Lambung Mangkurat tidak terpisahkan dari hasrat masyarakat Kalimantan untuk pembangunan Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia, agar segala potensi yang dimiliki pulau ini dapat menjadi sumber kemakmuran bangsa. Berdasar hal tersebutlah maka ULM dapat dikatakan sebagai Universitas Perjuangan.(gmp/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Legenda Pantai Batu Lima

Tari Kanjar Khas Meratus

Asal Usul Kampung Ketupat

Asal Mula Nama Lapangan Murjani

/