alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Menjaga Kebugaran Dengan Senam dan Yoga

MEMILIKI suami yang saat ini menjadi Bupati Balangan, mau tidak mau membuat Sri Huriyati Hadi harus menambah kesibukannya.

Dia yang selama ini mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, kini juga merangkap sebagai Ketua TP-PKK, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD.

Dan ditambah lagi belum lama tadi, Sri yang merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, diberi amanah untuk memimpin Kwarda Pramuka Kabupaten Balangan. Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Anggrek Indonesia setempat.

Segala kesibukan sebagai ketua itu belum lagi termasuk kegiatannya yang selama ini suka ber-sosial, menyambangi orang kurang mampu yang ada di pelosok maupun perkotaan.

Diakui Sri, dia sebenarnya tidak ingin terlalu banyak kegiatan berorganisasi, namun karena sebagian besar adalah jabatan yang melekat pada istri Bupati, dan harus ia jalani. Untuk itu, dia harus efektif dalam mengatur waktu, energi dan pikiran.

Baca Juga :  Terinspirasi Mitologi Dewi Laut, Desainer Banua akRilis Karya

Terkait energi, dalam menjaga ketahanan fisik, Sri sudah dari dulu rutin melakukan senam dan yoga. Bahkan jauh sebelum menjadi legislator, dia sudah menjadi instruktur senam dan yoga bersertifikat.

“Di sela kesibukan saya selalu menyempatkan diri untuk tetap senam dan yoga agar kebugaran tubuh selalu terjaga. Karena di tengah kesibukan ini perlu tenaga yang fit,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan tugas utamanya sebagai wakil rakyat?

Ditegaskan Sri, semua kegiatan yang dia lakoni saat ini sama sekali tidak mengganggu tugasnya sebagai anggota dewan. Karena semua yang dia jalani saat ini berhubungan dengan tugas dan fungsi pokok anggota dewan.

Berbagai kegiatan yang dia jalani saat ini justru menunjang pekerjaan utamanya sebagai anggota dewan, karena semua jenis kegiatannya mengharuskan untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Baca Juga :  Punya Resep Mendidik Anak

Yang menjadi tantangannya, kata Sri, yaitu memanajemen setiap anggota organisasi yang berasal dari latar belakang berbeda-beda. Dia mengaku harus lebih banyak lagi belajar dalam hal ini. Belajar memahami karakter setiap anggota.

“Saya juga harus belajar dari nol dalam setiap organisasi yang baru saya geluti, seperti Bunda PAUD. Alhamdulillah banyak yang membantu saya beradaptasi. Intinya ketika saya dipercayakan sebagai ketua, maka saya harus bertanggung jawab. Benar-benar bergerak, tidak hanya sebagai simbol. Kalau saya merasa tidak sanggup, lebih baik saya memilih mundur,” tegasnya. (why/by/ran)

MEMILIKI suami yang saat ini menjadi Bupati Balangan, mau tidak mau membuat Sri Huriyati Hadi harus menambah kesibukannya.

Dia yang selama ini mengemban amanah sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, kini juga merangkap sebagai Ketua TP-PKK, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD.

Dan ditambah lagi belum lama tadi, Sri yang merupakan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, diberi amanah untuk memimpin Kwarda Pramuka Kabupaten Balangan. Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Anggrek Indonesia setempat.

Segala kesibukan sebagai ketua itu belum lagi termasuk kegiatannya yang selama ini suka ber-sosial, menyambangi orang kurang mampu yang ada di pelosok maupun perkotaan.

Diakui Sri, dia sebenarnya tidak ingin terlalu banyak kegiatan berorganisasi, namun karena sebagian besar adalah jabatan yang melekat pada istri Bupati, dan harus ia jalani. Untuk itu, dia harus efektif dalam mengatur waktu, energi dan pikiran.

Baca Juga :  Punya Resep Mendidik Anak

Terkait energi, dalam menjaga ketahanan fisik, Sri sudah dari dulu rutin melakukan senam dan yoga. Bahkan jauh sebelum menjadi legislator, dia sudah menjadi instruktur senam dan yoga bersertifikat.

“Di sela kesibukan saya selalu menyempatkan diri untuk tetap senam dan yoga agar kebugaran tubuh selalu terjaga. Karena di tengah kesibukan ini perlu tenaga yang fit,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan tugas utamanya sebagai wakil rakyat?

Ditegaskan Sri, semua kegiatan yang dia lakoni saat ini sama sekali tidak mengganggu tugasnya sebagai anggota dewan. Karena semua yang dia jalani saat ini berhubungan dengan tugas dan fungsi pokok anggota dewan.

Berbagai kegiatan yang dia jalani saat ini justru menunjang pekerjaan utamanya sebagai anggota dewan, karena semua jenis kegiatannya mengharuskan untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Baca Juga :  Tidak Lupa Bawa Buku Catatan

Yang menjadi tantangannya, kata Sri, yaitu memanajemen setiap anggota organisasi yang berasal dari latar belakang berbeda-beda. Dia mengaku harus lebih banyak lagi belajar dalam hal ini. Belajar memahami karakter setiap anggota.

“Saya juga harus belajar dari nol dalam setiap organisasi yang baru saya geluti, seperti Bunda PAUD. Alhamdulillah banyak yang membantu saya beradaptasi. Intinya ketika saya dipercayakan sebagai ketua, maka saya harus bertanggung jawab. Benar-benar bergerak, tidak hanya sebagai simbol. Kalau saya merasa tidak sanggup, lebih baik saya memilih mundur,” tegasnya. (why/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/