alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Jual di Atas HET, Tabung Gas Disita

PELAIHARI – Satpol PP dan Damkar Tanah Laut (Tala) mendatangi salah satu pangkalan gas elpiji 3 kilogram di wilayah kota Pelaihari, Rabu (30/3) malam.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat, tentang adanya pangkalan gas melon yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kasatpol PP dan Damkar Tala, Muhammad Kusri mengungkapkan, bahwa pangkalan tersebut menjual gas melon kepada warga untuk dijual kembali.

“Warga mengeluhkan, ketika gas baru datang di pangkalan, tak lama setelah itu, langsung habis. Padahal warga hendak membeli,” sebutnya, Kamis (31/3).

Karena hal itu, lanjut Kusri, warga pun melapor ke Satpol PP dan Damkar Tala. Dari laporan itu, beberapa personel melakukan pengintaian sejak pukul 17.00 Wita.

Baca Juga :  Harga Gas Elpiji Naik.

Dikatakannya, Ketika menjelang Magrib, pangkalan itu menjual gas melon itu ke warung dekat pangkalan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Sekira pukul 21.30 Wita, petugas mendatangi warung tersebut, ternyata warung itu menjual gas melon dengan harga Rp28 ribu kepada pembeli dari luar wilayah pangkalan.

“Petugas langsung bergerak untuk mengamankan barang bukti berupa tabung gas melon guna proses selanjutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kusri mengatakan, ada dua pelanggaran yang dilakukan pangkalan tersebut, yakni menjual gas melon ke warung untuk dijual kembali.

“Kemudian, gas melon itu dijual ke warung dengan harga melebihi HET. Dijual dengan harga Rp22 ribu, sedangkan HET Rp19 ribu,” sebutnya.

Baca Juga :  Harga Elpiji Naik, Banjarmasin Bagikan 42.500 Kartu Kendali

Selanjutnya dia mengatakan, penyidikan akan dilakukan pada Senin 5 April 2022 dan Tim Wastibgas Pemkab Tala juga akan melaporkan pangkalan tersebut ke agen di Banjarmasin.

“Kami mengimbau, semua pangkalan agar menjual gas bersubsidi ini kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai HET. Apabila ada pangkalan yang melanggar, kami tidak segan menindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Kusri. (sal)

PELAIHARI – Satpol PP dan Damkar Tanah Laut (Tala) mendatangi salah satu pangkalan gas elpiji 3 kilogram di wilayah kota Pelaihari, Rabu (30/3) malam.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat, tentang adanya pangkalan gas melon yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Kasatpol PP dan Damkar Tala, Muhammad Kusri mengungkapkan, bahwa pangkalan tersebut menjual gas melon kepada warga untuk dijual kembali.

“Warga mengeluhkan, ketika gas baru datang di pangkalan, tak lama setelah itu, langsung habis. Padahal warga hendak membeli,” sebutnya, Kamis (31/3).

Karena hal itu, lanjut Kusri, warga pun melapor ke Satpol PP dan Damkar Tala. Dari laporan itu, beberapa personel melakukan pengintaian sejak pukul 17.00 Wita.

Baca Juga :  Harga Gas Elpiji Naik.

Dikatakannya, Ketika menjelang Magrib, pangkalan itu menjual gas melon itu ke warung dekat pangkalan untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Sekira pukul 21.30 Wita, petugas mendatangi warung tersebut, ternyata warung itu menjual gas melon dengan harga Rp28 ribu kepada pembeli dari luar wilayah pangkalan.

“Petugas langsung bergerak untuk mengamankan barang bukti berupa tabung gas melon guna proses selanjutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kusri mengatakan, ada dua pelanggaran yang dilakukan pangkalan tersebut, yakni menjual gas melon ke warung untuk dijual kembali.

“Kemudian, gas melon itu dijual ke warung dengan harga melebihi HET. Dijual dengan harga Rp22 ribu, sedangkan HET Rp19 ribu,” sebutnya.

Baca Juga :  Ternyata HET LPG 3 Kg di Kalsel Termurah se-Kalimantan

Selanjutnya dia mengatakan, penyidikan akan dilakukan pada Senin 5 April 2022 dan Tim Wastibgas Pemkab Tala juga akan melaporkan pangkalan tersebut ke agen di Banjarmasin.

“Kami mengimbau, semua pangkalan agar menjual gas bersubsidi ini kepada masyarakat yang berhak menerimanya sesuai HET. Apabila ada pangkalan yang melanggar, kami tidak segan menindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Kusri. (sal)

Most Read

Artikel Terbaru

/