alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Hari Pertama Buka, Kelampayan Langsung Ramai Peziarah

MARTAPURA – Hari pertama dibuka, Kubah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan, kemarin (30/3) langsung dipadati peziarah dari sejumlah daerah.

Camat Astambul, Ahmad Fauzi mengatakan, kubah langsung dipadati peziarah lantaran masyarakat sudah rindu datang ke makam Datu Kelampayan. “Mengingat sudah hampir dua tahun kubah tidak dibuka, jadi masyarakat sangat rindu,” katanya.

Dia mengungkapkan, peziarah yang datang bukan hanya dari Kabupaten Banjar, tapi juga dari sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan. “Bahkan ada dari luar Kalsel,” ungkapnya.

Jumlah jemaah yang berziarah ke Datu Kelampayan sendiri diprediksi ribuan orang sehari, karena sebanyak ini pula peziarah yang datang ketika kubah masih ditutup.

“Saat ditutup, jemaah ziarah di luar kubah. Meski begitu ada ribuan yang datang setiap harinya,” papar Ahmad Fauzi.

Baca Juga :  Makam Sultan Bergabung ke UPT Kawasan Wisata

Karena banyak jemaah yang datang, dia menyebut, pengelola kubah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Peziarah wajib pakai masker. Kalau tidak kami minta pulang,” sebutnya.

Selain itu, Ahmad Fauzi menyampaikan, jemaah tidak boleh berlama-lama berada di kubah. Agar antrean tidak terlalu panjang. “Kalau antrean banyak, dikhawatirkan terjadi penumpukan jemaah,” ucapnya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Banjar juga memberikan syarat bagi pengelola selama membuka Kubah Datu Kelampayan. “Apabila hal-hal tersebut tidak dilaksanakan dengan benar, maka Satgas Covid-19 Banjar dapat menarik rekomendasi,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Banjar, Ahmad Solhan.

Dia menuturkan, salah syarat dibukanya kubah ialah menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi saat jemaah memasuki kawasan. Dengan memasang barcode pada pintu masuk kawasan.

Baca Juga :  Sejarah H Salman Al Farisi

Kemudian, pengelola menyediakan fasilitas untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Lalu, pengelola dan pengunjung diwajibkan sudah melakukan vaksin minimal dosis 2. Apabila sudah memenuhi waktu, bersedia untuk divaksin dosis 3.

Jemaah dari Banjarmasin, Khairi Hidayat mengaku bersyukur, akhirnya Kubah Datu Kelampayan dibuka. “Karena sudah lama kami tidak ziarah di dekat makam. Dua tahun ini hanya di luar saja,” katanya.

Dia berharap, pemerintah senantiasa membuka kubah di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar tersebut. “Mudah-mudahan tidak ditutup lagi,” pintanya. (ris/by/ran)

MARTAPURA – Hari pertama dibuka, Kubah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan, kemarin (30/3) langsung dipadati peziarah dari sejumlah daerah.

Camat Astambul, Ahmad Fauzi mengatakan, kubah langsung dipadati peziarah lantaran masyarakat sudah rindu datang ke makam Datu Kelampayan. “Mengingat sudah hampir dua tahun kubah tidak dibuka, jadi masyarakat sangat rindu,” katanya.

Dia mengungkapkan, peziarah yang datang bukan hanya dari Kabupaten Banjar, tapi juga dari sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan. “Bahkan ada dari luar Kalsel,” ungkapnya.

Jumlah jemaah yang berziarah ke Datu Kelampayan sendiri diprediksi ribuan orang sehari, karena sebanyak ini pula peziarah yang datang ketika kubah masih ditutup.

“Saat ditutup, jemaah ziarah di luar kubah. Meski begitu ada ribuan yang datang setiap harinya,” papar Ahmad Fauzi.

Baca Juga :  Jalan ini Ditutup Selama Haul Datu Kelampayan

Karena banyak jemaah yang datang, dia menyebut, pengelola kubah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Peziarah wajib pakai masker. Kalau tidak kami minta pulang,” sebutnya.

Selain itu, Ahmad Fauzi menyampaikan, jemaah tidak boleh berlama-lama berada di kubah. Agar antrean tidak terlalu panjang. “Kalau antrean banyak, dikhawatirkan terjadi penumpukan jemaah,” ucapnya.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Banjar juga memberikan syarat bagi pengelola selama membuka Kubah Datu Kelampayan. “Apabila hal-hal tersebut tidak dilaksanakan dengan benar, maka Satgas Covid-19 Banjar dapat menarik rekomendasi,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Banjar, Ahmad Solhan.

Dia menuturkan, salah syarat dibukanya kubah ialah menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi saat jemaah memasuki kawasan. Dengan memasang barcode pada pintu masuk kawasan.

Baca Juga :  Cahaya Makamnya Memandu Para Pelaut

Kemudian, pengelola menyediakan fasilitas untuk mendukung penerapan protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Lalu, pengelola dan pengunjung diwajibkan sudah melakukan vaksin minimal dosis 2. Apabila sudah memenuhi waktu, bersedia untuk divaksin dosis 3.

Jemaah dari Banjarmasin, Khairi Hidayat mengaku bersyukur, akhirnya Kubah Datu Kelampayan dibuka. “Karena sudah lama kami tidak ziarah di dekat makam. Dua tahun ini hanya di luar saja,” katanya.

Dia berharap, pemerintah senantiasa membuka kubah di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar tersebut. “Mudah-mudahan tidak ditutup lagi,” pintanya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/