alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Asteda Car Wash: Dari Napi Buat Napi

BANJARMASIN – Jangan kaget bila melihat tempat cuci mobil dan sepeda motor di halaman Lapas Teluk Dalam. Apalagi, pencucinya adalah para narapidana.

Kemarin (30/3) usaha pencucian kendaraan bermotor itu diluncurkan.

Diberi nama Asteda Car Wash, buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Bagi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sri Yuwono, tempat usaha itu sekurang-kurangnya bisa memberikan keterampilan kerja kepada warga binaan.

“Supaya setelah masa pidananya usai, mereka punya bekal keterampilan,” timpal Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Herliadi.

Harapan besarnya, setelah menghirup udara bebas nanti, bisa mandiri. Membaur ke tengah masyarakat dan tak lagi terlibat dalam aksi kriminal.

Baca Juga :  Kelabui Petugas, Kabur dari Rutan

Tak sembarang warga binaan bisa terlibat. Hanya yang sudah menjalani setengah dari masa hukumannya. Setidaknya, ada delapan warga binaan di sana.

“Kalau permintaan pencuciannya banyak, bisa ditambah. Penghasilannya dibagi, selain untuk tabungan warga binaan, juga ada yang masuk kas negara,” jelasnya.

Tarifnya, mobil ukuran kecil Rp50 ribu. Mobil ukuran besar Rp65 ribu. Sepeda motor ukuran kecil Rp15 ribu dan motor gede Rp25 ribu.

“Pelanggannya bisa warga luar lapas. Atau keluarga yang datang menjenguk,” tutup Herliadi.

Salah satu warga binaan, Khairul mengaku antusias dengan usaha itu. “Saya jadi punya penghasilan setelah bebas nanti,” kata lelaki 35 tahun itu. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Jangan kaget bila melihat tempat cuci mobil dan sepeda motor di halaman Lapas Teluk Dalam. Apalagi, pencucinya adalah para narapidana.

Kemarin (30/3) usaha pencucian kendaraan bermotor itu diluncurkan.

Diberi nama Asteda Car Wash, buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Bagi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sri Yuwono, tempat usaha itu sekurang-kurangnya bisa memberikan keterampilan kerja kepada warga binaan.

“Supaya setelah masa pidananya usai, mereka punya bekal keterampilan,” timpal Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Herliadi.

Harapan besarnya, setelah menghirup udara bebas nanti, bisa mandiri. Membaur ke tengah masyarakat dan tak lagi terlibat dalam aksi kriminal.

Baca Juga :  Lapas Tanjung Disemprot Disinfektan

Tak sembarang warga binaan bisa terlibat. Hanya yang sudah menjalani setengah dari masa hukumannya. Setidaknya, ada delapan warga binaan di sana.

“Kalau permintaan pencuciannya banyak, bisa ditambah. Penghasilannya dibagi, selain untuk tabungan warga binaan, juga ada yang masuk kas negara,” jelasnya.

Tarifnya, mobil ukuran kecil Rp50 ribu. Mobil ukuran besar Rp65 ribu. Sepeda motor ukuran kecil Rp15 ribu dan motor gede Rp25 ribu.

“Pelanggannya bisa warga luar lapas. Atau keluarga yang datang menjenguk,” tutup Herliadi.

Salah satu warga binaan, Khairul mengaku antusias dengan usaha itu. “Saya jadi punya penghasilan setelah bebas nanti,” kata lelaki 35 tahun itu. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/