alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Mediasi Sengketa Sawit Terus Berlanjut

MARABAHAN – Gugatan perdata KUD Mekarti Jaya kepada PT Anugrah Watiendo (AW) ke Pengadilan Negeri Marabahan beberapa waktu lalu, diawali mediasi antara kedua belah pihak, Selasa (29/03).

Mediasi sengketa perdata antara KUD Mekarti Jaya dan PT Anugrah Watiendo (AW) di Pengadilan Negeri Marabahan berlangsung singkat. Pihak KUD Mekarti Jaya mengatakan mediasi hari ini berjalan, namun dapat dikatakan gagal. “Pihak perusahaan belum menyiapkan resum yang diminta atau disepakati dua pekan lalu. Pihaknya berdalih baru akan menyampaikannya ke manajemen perusahaan,” ujar Ketua KUD Makarti Jaya, Darmono, usai mengikuti mediasi.

Darmono menambahkan, pihaknya sudah sesuai kesepakatan dua pekan lalu. Sudah menyiapkan resum yang diminta. Semua resum perkara sudah disusun sedemikian rupa. “Berdasarkan kesepakatan tadi, mediasi ditunda dua pekan ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Mohon Polda Buka Police Line

“Pihak perusahaan hanya mengatakan keterangan seperti dulu saja. Tidak menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki,” timpalnya.

Darmono menambahkan, pihaknya tidak meminta apa-apa. Hanya meminta hak masyarakat dipenuhi berdasarkan hukum yang ada. “Kami hanya menuntut hak masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, apabila mediasi tetap buntu, tidak menemukan titik temu, maka proses di pengadilan tetap berjalan. “Tuntutan kami sederhana, SHU petani diberikan, kebun dikelola dengan baik, dan tidak menerima dana talangan selain dari platform yang disediakan pemerintah maupun konsultan perencana,” ujarnya.

Giyanto, Kuasa Hukum PT Anugrah Watiendo (AW) mengatakan, mediasi terus berjalan, tidak gagal. “Ini proses mediasi, masih berproses. Mediasi berlangsung 30 hari dan bisa diperpanjang 30 hari lagi oleh hakim mediator,” ujarnya.

Baca Juga :  5 Tahun Bersengketa, Aset Rp 3,9 Miliar PDAM HST Terselamatkan

Giyanto menjelaskan, mediasi memang harus dilakukan di pengadilan sebelum ke perkara. Dan pihaknya menyambut baik itu. Serta sangat senang apabila bisa diselesaikan di mediasi. “Kami juga akan mengusahakan ke klien kami agar permasalahan ini bisa diselesaikan di mediasi,” ujarnya. (bar)

MARABAHAN – Gugatan perdata KUD Mekarti Jaya kepada PT Anugrah Watiendo (AW) ke Pengadilan Negeri Marabahan beberapa waktu lalu, diawali mediasi antara kedua belah pihak, Selasa (29/03).

Mediasi sengketa perdata antara KUD Mekarti Jaya dan PT Anugrah Watiendo (AW) di Pengadilan Negeri Marabahan berlangsung singkat. Pihak KUD Mekarti Jaya mengatakan mediasi hari ini berjalan, namun dapat dikatakan gagal. “Pihak perusahaan belum menyiapkan resum yang diminta atau disepakati dua pekan lalu. Pihaknya berdalih baru akan menyampaikannya ke manajemen perusahaan,” ujar Ketua KUD Makarti Jaya, Darmono, usai mengikuti mediasi.

Darmono menambahkan, pihaknya sudah sesuai kesepakatan dua pekan lalu. Sudah menyiapkan resum yang diminta. Semua resum perkara sudah disusun sedemikian rupa. “Berdasarkan kesepakatan tadi, mediasi ditunda dua pekan ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kalsel Tetapkan Prioritas Sektor Perkebunan dan Peternakan

“Pihak perusahaan hanya mengatakan keterangan seperti dulu saja. Tidak menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki,” timpalnya.

Darmono menambahkan, pihaknya tidak meminta apa-apa. Hanya meminta hak masyarakat dipenuhi berdasarkan hukum yang ada. “Kami hanya menuntut hak masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, apabila mediasi tetap buntu, tidak menemukan titik temu, maka proses di pengadilan tetap berjalan. “Tuntutan kami sederhana, SHU petani diberikan, kebun dikelola dengan baik, dan tidak menerima dana talangan selain dari platform yang disediakan pemerintah maupun konsultan perencana,” ujarnya.

Giyanto, Kuasa Hukum PT Anugrah Watiendo (AW) mengatakan, mediasi terus berjalan, tidak gagal. “Ini proses mediasi, masih berproses. Mediasi berlangsung 30 hari dan bisa diperpanjang 30 hari lagi oleh hakim mediator,” ujarnya.

Baca Juga :  Industri Sawit Jhonlin Group Raih Sertifikat ISPO

Giyanto menjelaskan, mediasi memang harus dilakukan di pengadilan sebelum ke perkara. Dan pihaknya menyambut baik itu. Serta sangat senang apabila bisa diselesaikan di mediasi. “Kami juga akan mengusahakan ke klien kami agar permasalahan ini bisa diselesaikan di mediasi,” ujarnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/