alexametrics
34.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Jadi Syarat Mudik, Berbondong-bondong Minta Booster

BANJARBARU – Satu pekan lalu, tepatnya tanggal 23 Maret 2022 Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengumumkan jika vaksinasi booster kemungkinan menjadi syarat mudik lebaran tahun ini di Indonesia.

Kabar ini tentu memicu sejumlah reaksi. Ada yang bersyukur, namun tak sedikit juga yang mengeluh. Namun hal baiknya, mudik lebaran tahun ini tak lagi begitu dibatasi apalagi dilarang.

Rupanya, beleid ini membuat peminat vaksin booster meroket. Di Kota Banjarbaru, fenomena ini juga terjadi. Tercatat, lonjakan kenaikan permintaan vaksinasi booster sudah mencapai 40 persen dari hari biasanya.

“Lima hari sebelum kebijakan itu dikeluarkan, rata-rata yang ikut dosis ketiga (booster) sebesar 581 orang perharinya. Nah setelah tanggal 23 Maret, naik jadi 816 orang, ada kenaikan rata-rata 40 persen,” ujar Koordinator Tim Surveilens Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana.

Fenomena ini memang kata Edi cukup signifikan semenjak ada pengumuman persyaratan mudik tersebut. Bahkan, di beberapa waktu, permintaan katanya sudah tembus dua ribu lebih dalam seharinya.

“Yang paling tinggi itu tanggal 26 Maret 2022, ada 2133 orang yang disuntik vaksin booster. Jadi memang ada pengaruhnya atau lonjakan dari kebijakan ini,” tambahnya.

Bahkan terbaru, kemarin (28/3) permintaan vaksinasi booster katanya juga nyaris tembus 1000 orang. Yang mana jumlah rincinya sejumlah 935 orang. “Itu sudah termasuk lansia 46 orang.”

Lantas berapa sebetulnya cakupan vaksinasi booster untuk Kota Banjarbaru sekarang ini? Menurut data, Edi mengatakan jika jumlah warga Banjarbaru yang telah disuntik dosis ketiga sebanyak 30 ribu lebih.

“Total rincinya 33.156 orang atau setara 16,99 persen. Kalau target sasarannya yang jelas bisa sebanyak-banyaknya,” tuntasnya.

Belakangan ini, selain karena adanya persyaratan sebagai syarat mudik. Sejumlah warga juga memutuskan disuntik vaksin booster karena mulai intensnya razia yang digelar oleh kepolisian.

Memang, beberapa waktu ke belakang, polisi kerap menggelar razia terkait vaksinasi ini. Salah satu yang diperiksa yakni vaksin booster kepada masyarakat yang melintas.

“Saya pernah nyaris kena razia di Polres Banjarbaru, kebetulan belum booster. Saya memutuskan memutar arah, dan beberapa hari setelah ada razia lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk divaksin booster saja, kebetulan juga buat mudik nanti,” ujar Hendi, salah seorang warga Banjarbaru. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Satu pekan lalu, tepatnya tanggal 23 Maret 2022 Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengumumkan jika vaksinasi booster kemungkinan menjadi syarat mudik lebaran tahun ini di Indonesia.

Kabar ini tentu memicu sejumlah reaksi. Ada yang bersyukur, namun tak sedikit juga yang mengeluh. Namun hal baiknya, mudik lebaran tahun ini tak lagi begitu dibatasi apalagi dilarang.

Rupanya, beleid ini membuat peminat vaksin booster meroket. Di Kota Banjarbaru, fenomena ini juga terjadi. Tercatat, lonjakan kenaikan permintaan vaksinasi booster sudah mencapai 40 persen dari hari biasanya.

“Lima hari sebelum kebijakan itu dikeluarkan, rata-rata yang ikut dosis ketiga (booster) sebesar 581 orang perharinya. Nah setelah tanggal 23 Maret, naik jadi 816 orang, ada kenaikan rata-rata 40 persen,” ujar Koordinator Tim Surveilens Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana.

Fenomena ini memang kata Edi cukup signifikan semenjak ada pengumuman persyaratan mudik tersebut. Bahkan, di beberapa waktu, permintaan katanya sudah tembus dua ribu lebih dalam seharinya.

“Yang paling tinggi itu tanggal 26 Maret 2022, ada 2133 orang yang disuntik vaksin booster. Jadi memang ada pengaruhnya atau lonjakan dari kebijakan ini,” tambahnya.

Bahkan terbaru, kemarin (28/3) permintaan vaksinasi booster katanya juga nyaris tembus 1000 orang. Yang mana jumlah rincinya sejumlah 935 orang. “Itu sudah termasuk lansia 46 orang.”

Lantas berapa sebetulnya cakupan vaksinasi booster untuk Kota Banjarbaru sekarang ini? Menurut data, Edi mengatakan jika jumlah warga Banjarbaru yang telah disuntik dosis ketiga sebanyak 30 ribu lebih.

“Total rincinya 33.156 orang atau setara 16,99 persen. Kalau target sasarannya yang jelas bisa sebanyak-banyaknya,” tuntasnya.

Belakangan ini, selain karena adanya persyaratan sebagai syarat mudik. Sejumlah warga juga memutuskan disuntik vaksin booster karena mulai intensnya razia yang digelar oleh kepolisian.

Memang, beberapa waktu ke belakang, polisi kerap menggelar razia terkait vaksinasi ini. Salah satu yang diperiksa yakni vaksin booster kepada masyarakat yang melintas.

“Saya pernah nyaris kena razia di Polres Banjarbaru, kebetulan belum booster. Saya memutuskan memutar arah, dan beberapa hari setelah ada razia lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk divaksin booster saja, kebetulan juga buat mudik nanti,” ujar Hendi, salah seorang warga Banjarbaru. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/