alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Sejarah Kincir Angin Komet

Komet. Nama ini mungkin kini lebih familiar dikenal sebagai nama kelurahan. Akan tetapi sebetulnya, penamaan Komet tak bisa lepas dari sebuah monumen kincir angin ikonik yang ada di Banjarbaru yang bernama Kincir Angin komet.

Berlokasi di pertigaan Jalan Panglima Batur dengan Jalan Wijaya Kusuma di Kelurahan Komet. Kincir angin ini kini sudah direstorasi. Pembangunan ulang ini dilakukan di akhir tahun 2021 lalu.

Sebagai pengingat, sejak tahun 2008 lalu atau sekitar 13 tahun terakhir. Landmark kincir angin comet ini sebelumnya hanya digantikan dengan replika atau miniatur kecil. Itupun kurang terawat.

Di tahun 2008 lalu, kincir angin yang orisinil sempat dibongkar. Pembongkaran didasari oleh alasan Pemko Banjarbaru saat itu yang menyebut jika kondisi kincir sudah rawan roboh dan lapuk.

Pembongkaran memang diwarnai prokontra. Lantaran, banyak tokoh dan warga menganggap jika kincir angin komet tak sekadar monumen berbahan baja. Melainkan ada sejarah dan kenangan yang tertuang di dalamnya.

Selain keputusan dibongkar, reaksi miring makin menggunung ketika pembongkaran terkesan seadanya saja. Bahkan menurut cerita, pembongkaran diserahkan kepada pemulung dan nasibnya ke depannya tak diketahui pastinya.

Jika melihat dari beberapa sumber, historis kincir angin ini tak bisa lepas dari sejarah perkembangan Kota Banjarbaru. Terkhusus adanya investasi dari Uni Soviet (Rusia) di Bumi Kalimantan, tepatnya di kawasan Banjarbaru.

Baca Juga :  Kembalikan Tampang Kolonial Balai Kota, Banjarbaru Anggarkan Rp2,5 Miliar

Menurut cerita, di tahun 1969 an, investor pabrik besi baja dari Rusia turut membangun kincir angin komet. Konon katanya saat itu kincir angin ini berputar dengan tenaga penggerak dari sungai di bawahnya.

Selain itu, dikatakan juga fungsi kincir angin turut digunakan sebagai perangkat pompa air. Yang mana dapat menyuplai air bersih dari Guntung atau sumber mata air ke kolam penampungan di kawasan Banjarbaru III (sekitaran Komet).

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengatakan saat peresmikan kincir angin komet, pihaknya cukup kesulitan melakukan restorasi tersebut. Sebab perangkat-perangkat asli sudah tak diketahui keberadaannya.

Karena untuk mempertahankan orisinalitas secara utuh cukup sukar. Maka Wali Kota mengatakan jika ada beberapa bagian yang dimodifikasi menyesuaikan kondisi sekarang.

Proses restorasi sebut Aditya susah susah gampang. Sebab, pihaknya berkeinginan kincir ini bisa dibangun ulang seperti mulanya. “Nah, kita harus mencari-cari dimana bagian orisinilnya itu sekarang.”

Dengan beberapa proses, akhirnya tim Pemko kata Aditya berhasil melacak lokasi bagian asli dari kincir tersebut. Yang mana rupanya masih disimpan apik oleh seorang warga Banjarbaru yang bernama H Suyono atau akrab disapa Mbah Yuno.

Baca Juga :  Oranje Nassau, Situs Tertua di Indonesia

“Kita dapat kabar bahwa kincir ini disimpan oleh Mbah Yono. Saya saat itu mengutus beberapa orang untuk bertemu dengan beliau termasuk anak-anaknya untuk menyampaikan maksud ingin membangun ulang kincir komet,” curhat Aditya.

Beruntung, pihak Mbah Yono dan keluarga klaim Aditya bersedia menghibahkan kincir angin tersebut. Yang mana rupanya sebelum disimpan Mbah Yono, bagian kincir didapatnya dari sebuah tempat di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

“Jadi beliau tidak mau menyerahkan kincir ini kepada orang lain sebelumnya lantaran punya kenangan dengan kincir tersebut. Alhamdulillah, beliau bersedia menghibahkan untuk dibangun ulang,” katanya.

Karena mayoritas material atau bagian asli kincir masih laik dan bisa dipasang. Maka, Pemko ujar Aditya tinggal membuat pondasi penyangga serta dipercantik dengan dibuatkan taman mini di sekitar kincir.

“Nyaris sama persis, apalagi bagian-bagiannya masih ada yang orisinil. Yang berbeda mungkin hanya posisinya saja. Kita berharap ini dapat kembali jadi ikon kebanggaan warga Banjarbaru,” tegasnya.

Sebagai gambaran, proyeks restorasi kincir angin komet ini memakan anggaran sekitar 197 juta rupiah. Pengerjaan sendiri rampung 16 Desember 2021 tadi. (rvn/by/ran)

Komet. Nama ini mungkin kini lebih familiar dikenal sebagai nama kelurahan. Akan tetapi sebetulnya, penamaan Komet tak bisa lepas dari sebuah monumen kincir angin ikonik yang ada di Banjarbaru yang bernama Kincir Angin komet.

Berlokasi di pertigaan Jalan Panglima Batur dengan Jalan Wijaya Kusuma di Kelurahan Komet. Kincir angin ini kini sudah direstorasi. Pembangunan ulang ini dilakukan di akhir tahun 2021 lalu.

Sebagai pengingat, sejak tahun 2008 lalu atau sekitar 13 tahun terakhir. Landmark kincir angin comet ini sebelumnya hanya digantikan dengan replika atau miniatur kecil. Itupun kurang terawat.

Di tahun 2008 lalu, kincir angin yang orisinil sempat dibongkar. Pembongkaran didasari oleh alasan Pemko Banjarbaru saat itu yang menyebut jika kondisi kincir sudah rawan roboh dan lapuk.

Pembongkaran memang diwarnai prokontra. Lantaran, banyak tokoh dan warga menganggap jika kincir angin komet tak sekadar monumen berbahan baja. Melainkan ada sejarah dan kenangan yang tertuang di dalamnya.

Selain keputusan dibongkar, reaksi miring makin menggunung ketika pembongkaran terkesan seadanya saja. Bahkan menurut cerita, pembongkaran diserahkan kepada pemulung dan nasibnya ke depannya tak diketahui pastinya.

Jika melihat dari beberapa sumber, historis kincir angin ini tak bisa lepas dari sejarah perkembangan Kota Banjarbaru. Terkhusus adanya investasi dari Uni Soviet (Rusia) di Bumi Kalimantan, tepatnya di kawasan Banjarbaru.

Baca Juga :  Asal Mula Nama Lapangan Murjani

Menurut cerita, di tahun 1969 an, investor pabrik besi baja dari Rusia turut membangun kincir angin komet. Konon katanya saat itu kincir angin ini berputar dengan tenaga penggerak dari sungai di bawahnya.

Selain itu, dikatakan juga fungsi kincir angin turut digunakan sebagai perangkat pompa air. Yang mana dapat menyuplai air bersih dari Guntung atau sumber mata air ke kolam penampungan di kawasan Banjarbaru III (sekitaran Komet).

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengatakan saat peresmikan kincir angin komet, pihaknya cukup kesulitan melakukan restorasi tersebut. Sebab perangkat-perangkat asli sudah tak diketahui keberadaannya.

Karena untuk mempertahankan orisinalitas secara utuh cukup sukar. Maka Wali Kota mengatakan jika ada beberapa bagian yang dimodifikasi menyesuaikan kondisi sekarang.

Proses restorasi sebut Aditya susah susah gampang. Sebab, pihaknya berkeinginan kincir ini bisa dibangun ulang seperti mulanya. “Nah, kita harus mencari-cari dimana bagian orisinilnya itu sekarang.”

Dengan beberapa proses, akhirnya tim Pemko kata Aditya berhasil melacak lokasi bagian asli dari kincir tersebut. Yang mana rupanya masih disimpan apik oleh seorang warga Banjarbaru yang bernama H Suyono atau akrab disapa Mbah Yuno.

Baca Juga :  Kompak Promosikan Mess L Banjarbaru

“Kita dapat kabar bahwa kincir ini disimpan oleh Mbah Yono. Saya saat itu mengutus beberapa orang untuk bertemu dengan beliau termasuk anak-anaknya untuk menyampaikan maksud ingin membangun ulang kincir komet,” curhat Aditya.

Beruntung, pihak Mbah Yono dan keluarga klaim Aditya bersedia menghibahkan kincir angin tersebut. Yang mana rupanya sebelum disimpan Mbah Yono, bagian kincir didapatnya dari sebuah tempat di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

“Jadi beliau tidak mau menyerahkan kincir ini kepada orang lain sebelumnya lantaran punya kenangan dengan kincir tersebut. Alhamdulillah, beliau bersedia menghibahkan untuk dibangun ulang,” katanya.

Karena mayoritas material atau bagian asli kincir masih laik dan bisa dipasang. Maka, Pemko ujar Aditya tinggal membuat pondasi penyangga serta dipercantik dengan dibuatkan taman mini di sekitar kincir.

“Nyaris sama persis, apalagi bagian-bagiannya masih ada yang orisinil. Yang berbeda mungkin hanya posisinya saja. Kita berharap ini dapat kembali jadi ikon kebanggaan warga Banjarbaru,” tegasnya.

Sebagai gambaran, proyeks restorasi kincir angin komet ini memakan anggaran sekitar 197 juta rupiah. Pengerjaan sendiri rampung 16 Desember 2021 tadi. (rvn/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Tradisi Batumbang Apam di HST

Asal Usul Mappanre Ri Tasi

Legenda Pantai Batu Lima

Tari Kanjar Khas Meratus

Asal Usul Kampung Ketupat

/