alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Punya Resep Mendidik Anak

Menjadi Ketua TP PKK Tapin, Hj Ratna Ellyani tidak segan-segan untuk turun ke lapangan. Daerah terpencil Kabupaten Tapin pun sering didatanginya untuk membina masyarakat yang ada di desa. Aktivitas itu dilakukannya dengan membagi waktu antara mengurus keluarga dan main dengan cucu-cucu.

Baginya turun ke lokasi merupakan kewajiban yang harus dilakukan, apalagi ada 10 program pokok PKK yang harus dijalankan. Di mana program itu turunan dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai Desa.

“Memang kalau tidak turun membina, ada yang kurang. Jadi sebisa mungkin saya turun ke lapangan, agar lebih dekat dengan masyarakat,” ucap Istri Bupati Tapin HM Arifin Arpan ini.

Karena dalam menjalankan tugas atau program, kedekatan dengan masyarakat sangat penting. Supaya arah kerja yang diinginkan sesuai dengan kehendaknya.“Jadi itu pendekatan saya, dari hati ke hati,” ucapnya.

Selama menjalankan tugas sebagai Ketua TP PKK Tapin, ia menyebut banyak desa-desa yang sekarang sudah berkembang. Apalagi dulunya desa tersebut merupakan wilayah yang tertinggal.“Jadi kebetulan ada program P2WKSS sekarang program peningkatan kualitas keluarga. Lewat itulah kita bina secara maksimal,” tuturnya.

Di mana program itu salah satu yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Tapin, masing-masing Dinas menganggarkan untuk bisa membina sesuai instruksi dari Bupati.“Disitulah peran kita, memastikan apakah anggaran yang sudah ada memang benar-benar diperuntukkan sesuai dengan apa yang disusun,” bebernya.

Ibu tiga anak ini mengatakan selama proses pembinaan setiap pekan selalu menjadwalkan untuk datang melihat kondisi desa. Tidak lain untuk memastikan apakah program yang dijalankan setiap dinas tepat sasaran. “Saya tidak ingin program yang dijalankan oleh dinas terkait tidak bermanfaat untuk masyarakat. Jadi lebih baik saya turun memastikan hal tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Buat Inovasi untuk Turunkan Angka Stunting

Kalau ia berhalangan turun, Wakil Ketua TP PKK Tapin beserta pengurus PKK Tapin kadang menggantikannya dalam membina.“Terkadang memang ada kesibukan lain, jadi saya tidak bisa hadir. Tapi digantikan dengan yang lain. Namun saya tidak diam, mereka yang membina melaporkan perkembangannya ke saya. Supaya saya tahu,” jelasnya.

Usaha yang dilakukan, tidak mendustakan hasil. Desa-desa yang jadi fokus pembinaan TP PKK Tapin menjadi terbaik pada lomba tingkat Provinsi Kalsel.“Kita bersyukur desa yang jadi fokus binaan kita di samping maju, bisa jadi yang terbaik,” tuturnya.

Tidak hanya dalam menjalankan program kerja saja yang berhasil, tapi mendidik anak pun ia tergolong sukses. Terbukti ketiga anaknya sekarang sudah berhasil dan membanggakan orang tua. Dua orang jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu jadi anggota DPRD Tapin.“Alhamdulillah anak-anak sudah berhasil. Saya sangat bangga,”senangnya.

Diceritakannya dari waktu kecil bersama Bupati Tapin HM Arifin Arpan, dia mendidik anak dimulai dari hal kecil. “Waktu keluarga kita habiskan dengan bercanda. Namun dibarengi dengan memberikan nasihat dan masukan kepada mereka. Jadi dalam menyampaikan pesan tidak kaku,” ucap Bunda Paud Kabupaten Tapin ini.

Baca Juga :  Tidak Lekas Berpuas Diri, Terus Gali Potensi

Dia tidak membanding-bandingkan anak-anaknya karena setiap anak punya keunikan dan karakter yang berbeda-beda.”Kalau kita membanding-bandingkan anak, dampaknya bisa buruk saat mereka besar nanti. Bisa hilang kepercayaan dirinya,” pesannya.

Dia juga tidak menggunakan kekerasan saat mendidik anak. Bahkan tidak meneriaki anak, membentak anak, mengancam anak, hingga memukul anak secara kasar.“Jadi lebih baik sambil bercanda, tapi sekali-kali ada serius untuk memberikan masukan dan nasihat. Itu lebih tepat,” sarannya.

Terakhir, ia menerapkan agar minimal satu kali anak-anak ikut salat berjemaah dalam keluarga. Usai salat disuruh untuk saling mendoakan dan cium tangan kepada yang lebih tua.

“Yang lebih penting menerapkan disiplin, baik belajar, bermain atau bersosialisasi. Kita berikan waktu seluas-luasnya. Supaya mereka bisa mengeksplorasi diri,” tuturnya.

Bukti keberhasilan ia mendidik anak, sekarang tertular kepada anak-anaknya dalam mendidik cucu-cucunya. “Jadi sejak umur dua tahun sudah diajarkan agama,” katanya. Terbukti cucunya kelas 5 SD hafal beberapa surah Alquran.

Lalu, ngomong-ngomong, bagaimana membagi waktu dengan suami, anak-anak dan cucu-cucu serta pekerjaan? “Ya, pintar-pintar membuat fokus dan prioritas.”

Dijelaskannya membagi waktu sangatlah penting, misal ada kegiatan PKK di pagi hari. Sebisa mungkin sebelum berangkat ia lebih dulu menyiapkan keperluan suami dan anak.“Sehingga saat ditinggal tidak terbebani dan terhindar dari cek-cok rumah tangga,” pungkasnya. (dly/by/ran)

Menjadi Ketua TP PKK Tapin, Hj Ratna Ellyani tidak segan-segan untuk turun ke lapangan. Daerah terpencil Kabupaten Tapin pun sering didatanginya untuk membina masyarakat yang ada di desa. Aktivitas itu dilakukannya dengan membagi waktu antara mengurus keluarga dan main dengan cucu-cucu.

Baginya turun ke lokasi merupakan kewajiban yang harus dilakukan, apalagi ada 10 program pokok PKK yang harus dijalankan. Di mana program itu turunan dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai Desa.

“Memang kalau tidak turun membina, ada yang kurang. Jadi sebisa mungkin saya turun ke lapangan, agar lebih dekat dengan masyarakat,” ucap Istri Bupati Tapin HM Arifin Arpan ini.

Karena dalam menjalankan tugas atau program, kedekatan dengan masyarakat sangat penting. Supaya arah kerja yang diinginkan sesuai dengan kehendaknya.“Jadi itu pendekatan saya, dari hati ke hati,” ucapnya.

Selama menjalankan tugas sebagai Ketua TP PKK Tapin, ia menyebut banyak desa-desa yang sekarang sudah berkembang. Apalagi dulunya desa tersebut merupakan wilayah yang tertinggal.“Jadi kebetulan ada program P2WKSS sekarang program peningkatan kualitas keluarga. Lewat itulah kita bina secara maksimal,” tuturnya.

Di mana program itu salah satu yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Tapin, masing-masing Dinas menganggarkan untuk bisa membina sesuai instruksi dari Bupati.“Disitulah peran kita, memastikan apakah anggaran yang sudah ada memang benar-benar diperuntukkan sesuai dengan apa yang disusun,” bebernya.

Ibu tiga anak ini mengatakan selama proses pembinaan setiap pekan selalu menjadwalkan untuk datang melihat kondisi desa. Tidak lain untuk memastikan apakah program yang dijalankan setiap dinas tepat sasaran. “Saya tidak ingin program yang dijalankan oleh dinas terkait tidak bermanfaat untuk masyarakat. Jadi lebih baik saya turun memastikan hal tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Hasilkan Karya Unik Bernilai Ekonomi Tinggi

Kalau ia berhalangan turun, Wakil Ketua TP PKK Tapin beserta pengurus PKK Tapin kadang menggantikannya dalam membina.“Terkadang memang ada kesibukan lain, jadi saya tidak bisa hadir. Tapi digantikan dengan yang lain. Namun saya tidak diam, mereka yang membina melaporkan perkembangannya ke saya. Supaya saya tahu,” jelasnya.

Usaha yang dilakukan, tidak mendustakan hasil. Desa-desa yang jadi fokus pembinaan TP PKK Tapin menjadi terbaik pada lomba tingkat Provinsi Kalsel.“Kita bersyukur desa yang jadi fokus binaan kita di samping maju, bisa jadi yang terbaik,” tuturnya.

Tidak hanya dalam menjalankan program kerja saja yang berhasil, tapi mendidik anak pun ia tergolong sukses. Terbukti ketiga anaknya sekarang sudah berhasil dan membanggakan orang tua. Dua orang jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu jadi anggota DPRD Tapin.“Alhamdulillah anak-anak sudah berhasil. Saya sangat bangga,”senangnya.

Diceritakannya dari waktu kecil bersama Bupati Tapin HM Arifin Arpan, dia mendidik anak dimulai dari hal kecil. “Waktu keluarga kita habiskan dengan bercanda. Namun dibarengi dengan memberikan nasihat dan masukan kepada mereka. Jadi dalam menyampaikan pesan tidak kaku,” ucap Bunda Paud Kabupaten Tapin ini.

Baca Juga :  Dukung Paxia Wakili Kalsel jadi Puteri Indonesia 2022

Dia tidak membanding-bandingkan anak-anaknya karena setiap anak punya keunikan dan karakter yang berbeda-beda.”Kalau kita membanding-bandingkan anak, dampaknya bisa buruk saat mereka besar nanti. Bisa hilang kepercayaan dirinya,” pesannya.

Dia juga tidak menggunakan kekerasan saat mendidik anak. Bahkan tidak meneriaki anak, membentak anak, mengancam anak, hingga memukul anak secara kasar.“Jadi lebih baik sambil bercanda, tapi sekali-kali ada serius untuk memberikan masukan dan nasihat. Itu lebih tepat,” sarannya.

Terakhir, ia menerapkan agar minimal satu kali anak-anak ikut salat berjemaah dalam keluarga. Usai salat disuruh untuk saling mendoakan dan cium tangan kepada yang lebih tua.

“Yang lebih penting menerapkan disiplin, baik belajar, bermain atau bersosialisasi. Kita berikan waktu seluas-luasnya. Supaya mereka bisa mengeksplorasi diri,” tuturnya.

Bukti keberhasilan ia mendidik anak, sekarang tertular kepada anak-anaknya dalam mendidik cucu-cucunya. “Jadi sejak umur dua tahun sudah diajarkan agama,” katanya. Terbukti cucunya kelas 5 SD hafal beberapa surah Alquran.

Lalu, ngomong-ngomong, bagaimana membagi waktu dengan suami, anak-anak dan cucu-cucu serta pekerjaan? “Ya, pintar-pintar membuat fokus dan prioritas.”

Dijelaskannya membagi waktu sangatlah penting, misal ada kegiatan PKK di pagi hari. Sebisa mungkin sebelum berangkat ia lebih dulu menyiapkan keperluan suami dan anak.“Sehingga saat ditinggal tidak terbebani dan terhindar dari cek-cok rumah tangga,” pungkasnya. (dly/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/