alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

PASAR WADAI, TRADISI RAMADAN YANG SEMPAT TERTUNDA PANDEMI

Digelar Kembali, Banyak yang Tak Sempat Siapkan Anggaran

Semenjak pandemi merebak, daerah-daerah meniadakan pasar wadai. Tradisi tahunan di bulan Ramadan ini kembali lagi setelah pandemi melandai. Namun masih banyak daerah yang memilih tak menggelar.

***

Pemko Banjarbaru mengambil langkah berani. Mereka memastikan jika Pasar Wadai akan digelar tahun ini. Bahkan, persiapan disebut sudah masuk tahapan seleksi dan penjurian terhadap Event Organizer (EO) yang mengusulkan konsep Pasar Wadai.

Dari informasi, Pasar Wadai tahun ini ada tiga lokasi yang direncanakan. Seperti Lapangan Murjani, Hutan Pinus Mentaos hingga Pasar Bauntung. Keputusan lokasi diketahui masih belum final.

Juri Seleksi Pasar Wadai Banjarbaru, Noor Purbani Sukma menjelaskan jika keputusan lokasi masih dalam tahap perundingan. Terlebih saat ini katanya proses seleksi EO masih berlangsung. “Tahun ini pihak penyelenggara (EO) juga harus memastikan koordinasinya dan mendapat izin dari Satgas terkait perizinan prokesnya,” katanya.

Terkait jumlah tenant atau stand yang akan disediakan, Noor mengatakan ada sejumlah opsi. Dari 170 sampai 200 tenda. Hal ini ujarnya tergantung konsep yang ditawarkan oleh EO.

“Yang jelas, Pasar Wadai tahun ini nantinya akan kami awasi serius serta tentunya melibatkan Satpol PP, Dishub, LH dan dinas-dinas terkait lainnya,” katanya.

Pemerintah Barito Kuala juga memilih mengembalikan pasar wadai. Lokasinya terpusat di Taman Pematang Bastun Marabahan. “Insyaallah pasar wadai akan diadakan di sekitar Lapangan 5 Desember Marabahan,” singkat Plt Kadisporbudpar Batola Raudatul Jannah.

Baca Juga :  Mamagang dan Bedug yang Dibelah Dua

Kabid Pariwisata Disporbudpar Batola, Didik Kaharudin mengatakan stand Membentuk huruf L dengan jumlah pedagang mencapai 50 lapak.

Sedangkan di Hulu Sungai Tengah (HST) Pemkab setempat juga berencana membuka kembali Pasar Ramadan. Wacana ini sedang digodok oleh Dinas Perdagangan. “InsyaAllah ada. Tempatnya di Pasar Keramat. Tapi belum ada kesepakatan dengan para pedagang. Minggu depan akan kita bahas dalam rapat,” ujar Pj Sekda HST, Muhammad Yani, kemarin.

Kotabaru juga bakal menggelar pasar tahunan ini. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Khairil Fajri mengatakan Pemda akan menyediakan pasar wadai di halaman Limbur Raya.

Sementara itu, Kabupaten Tapin masih belum memastikan apakah tahun ini menggelar pasar wadai atau tidak. Mereka masih menunggu arahan bupati. Jika pun dibuka, protokol kesehatan akan diterapkan. Terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Tapin.

“Yang jelas kita siap membuka pasar Ramadan, untuk tempat bisa seperti sebelumnya atau tempat baru. Tetapi segala keputusan ada dipimpinan, kita masih menunggu,” ucap Kabid Stabilitasi dan Sarana Distribusi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Tapin, Supriadi.

Baca Juga :  Alquran Terjemahan Bahasa Banjar Bakal Jadi Suvenir MTQ Nasional di Kalsel

Di Tanah Laut, hampir dipastikan tidak ada pasar wadai. Meski pandemi sudah melandai, pemerintah setempat tidak bakal menggelarnya karena alasan anggaran.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Tala H Syahrian Nurdin mengatakan, pandemi Covid-19 yang belum usai membuat pihaknya dan Dinas Pariwisata (Dispar) Tala tarik-ulur untuk melakukan penganggaran.”Kami tidak sempat menganggarkan karena situasi masih pandemi, demikian juga di Dispar,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga memilih tidak menggelar pasar wadai Ramadan. Peniadaan pasar wadai ini menjadi untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) HSS, Sudiono mengatakan tahun ini kembali tidak ada pasar Ramadan karena tidak ada anggaran dan masih pandemi Covid-19.

“Meski tidak difasilitasi oleh pemerintah, bagi warga ingin berjualan secara mandiri dipersilakan. Tapi harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Main aman yang sama juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pasar Ramadhan tidak berlangsung di HSU. Namun pemerintah tidak melarang individu untuk berjualan jajanan khas bulan suci umat muslim tersebut. “Untuk Pemda HSU tidak menyelenggarakan Pasar Ramadhan. Tapi individu silahkan selama tidak melanggar jam berjualan pada Perda Ramdhan di daerah ini,” kata Plt Kepala Diskuperindag HSU M Yani. (rvn/bar/shn/mal/dly/jum/mar/by/ran)

Semenjak pandemi merebak, daerah-daerah meniadakan pasar wadai. Tradisi tahunan di bulan Ramadan ini kembali lagi setelah pandemi melandai. Namun masih banyak daerah yang memilih tak menggelar.

***

Pemko Banjarbaru mengambil langkah berani. Mereka memastikan jika Pasar Wadai akan digelar tahun ini. Bahkan, persiapan disebut sudah masuk tahapan seleksi dan penjurian terhadap Event Organizer (EO) yang mengusulkan konsep Pasar Wadai.

Dari informasi, Pasar Wadai tahun ini ada tiga lokasi yang direncanakan. Seperti Lapangan Murjani, Hutan Pinus Mentaos hingga Pasar Bauntung. Keputusan lokasi diketahui masih belum final.

Juri Seleksi Pasar Wadai Banjarbaru, Noor Purbani Sukma menjelaskan jika keputusan lokasi masih dalam tahap perundingan. Terlebih saat ini katanya proses seleksi EO masih berlangsung. “Tahun ini pihak penyelenggara (EO) juga harus memastikan koordinasinya dan mendapat izin dari Satgas terkait perizinan prokesnya,” katanya.

Terkait jumlah tenant atau stand yang akan disediakan, Noor mengatakan ada sejumlah opsi. Dari 170 sampai 200 tenda. Hal ini ujarnya tergantung konsep yang ditawarkan oleh EO.

“Yang jelas, Pasar Wadai tahun ini nantinya akan kami awasi serius serta tentunya melibatkan Satpol PP, Dishub, LH dan dinas-dinas terkait lainnya,” katanya.

Pemerintah Barito Kuala juga memilih mengembalikan pasar wadai. Lokasinya terpusat di Taman Pematang Bastun Marabahan. “Insyaallah pasar wadai akan diadakan di sekitar Lapangan 5 Desember Marabahan,” singkat Plt Kadisporbudpar Batola Raudatul Jannah.

Baca Juga :  Ketimbang Gabut di Rumah, Ikut Pesantren Kilat

Kabid Pariwisata Disporbudpar Batola, Didik Kaharudin mengatakan stand Membentuk huruf L dengan jumlah pedagang mencapai 50 lapak.

Sedangkan di Hulu Sungai Tengah (HST) Pemkab setempat juga berencana membuka kembali Pasar Ramadan. Wacana ini sedang digodok oleh Dinas Perdagangan. “InsyaAllah ada. Tempatnya di Pasar Keramat. Tapi belum ada kesepakatan dengan para pedagang. Minggu depan akan kita bahas dalam rapat,” ujar Pj Sekda HST, Muhammad Yani, kemarin.

Kotabaru juga bakal menggelar pasar tahunan ini. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Khairil Fajri mengatakan Pemda akan menyediakan pasar wadai di halaman Limbur Raya.

Sementara itu, Kabupaten Tapin masih belum memastikan apakah tahun ini menggelar pasar wadai atau tidak. Mereka masih menunggu arahan bupati. Jika pun dibuka, protokol kesehatan akan diterapkan. Terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Tapin.

“Yang jelas kita siap membuka pasar Ramadan, untuk tempat bisa seperti sebelumnya atau tempat baru. Tetapi segala keputusan ada dipimpinan, kita masih menunggu,” ucap Kabid Stabilitasi dan Sarana Distribusi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Tapin, Supriadi.

Baca Juga :  Pasar Wadai di Lapangan Murjani Dibuka, Diisi 200 Pedagang

Di Tanah Laut, hampir dipastikan tidak ada pasar wadai. Meski pandemi sudah melandai, pemerintah setempat tidak bakal menggelarnya karena alasan anggaran.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Tala H Syahrian Nurdin mengatakan, pandemi Covid-19 yang belum usai membuat pihaknya dan Dinas Pariwisata (Dispar) Tala tarik-ulur untuk melakukan penganggaran.”Kami tidak sempat menganggarkan karena situasi masih pandemi, demikian juga di Dispar,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga memilih tidak menggelar pasar wadai Ramadan. Peniadaan pasar wadai ini menjadi untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2019 lalu.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) HSS, Sudiono mengatakan tahun ini kembali tidak ada pasar Ramadan karena tidak ada anggaran dan masih pandemi Covid-19.

“Meski tidak difasilitasi oleh pemerintah, bagi warga ingin berjualan secara mandiri dipersilakan. Tapi harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Main aman yang sama juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pasar Ramadhan tidak berlangsung di HSU. Namun pemerintah tidak melarang individu untuk berjualan jajanan khas bulan suci umat muslim tersebut. “Untuk Pemda HSU tidak menyelenggarakan Pasar Ramadhan. Tapi individu silahkan selama tidak melanggar jam berjualan pada Perda Ramdhan di daerah ini,” kata Plt Kepala Diskuperindag HSU M Yani. (rvn/bar/shn/mal/dly/jum/mar/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/