alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Skuat Banua Putra U-13 Tersingkir di Senayan

BANJARMASIN – Setelah berhasil menjadi juara Piala Soeratin U-13 zona Kalimantan Selatan, tim Banua Putra U-13 justru babak belur di zona nasional. Skuat asuhan Gajali Busman harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya di babak penyisihan Grup D yang berlaga di Lapangan C Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan perdana menghadapi perwakilan Aceh, mereka takluk dengan skor tipis 0-1. Pada laga kedua bersua perwakilan Papua Barat, mereka juga harus takluk dengan skor cukup telak 1-5. Pada laga terakhir menghadapi tim dari Kalimantan Timur, mereka juga takluk dengan skor 0-4.

Manajer Banua Putra, M Yafi Dachwan mengakui bahwa timnya memang tidak ada ambisi apapun. Hanya mencoba mengambil pelajaran dari laga-laga yang sudah dilalui. “Terlebih dengan pemain asli binaan dari Banua Putra sendiri, kami berharap mereka akan terus berkembang ke depannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Peseban Muda Siap Hadapi Kompetisi

Yafi mengungkapkan bahwa tim akan kembali menjalani latihan seperti biasanya. “Sepulangnya di Banjarmasin, kami akan latihan seperti bisa sambil melakukan persiapan juga,” katanya.

Gajali Busman mengakui bahwa mereka kalah segalanya dibandingkan lawan-lawannya. “Mulai dari teknik dasar, kami sudah tertinggal dengan daerah lain. Ditambah permainan dan mental bertanding,” ungkapnya.

Hal ini tentu akan menjadi pelajaran bagi skuatnya. Termasuk bagi Gajali yang merupakan eks pemain Peseban Banjarmasin dan baru saja memulai karir kepelatihan. “Ini menjadi pengalaman untuk saya dan anak-anak agar bisa lebih baik lagi ke depannya,” tuntasnya.(bir/gr/dye)

BANJARMASIN – Setelah berhasil menjadi juara Piala Soeratin U-13 zona Kalimantan Selatan, tim Banua Putra U-13 justru babak belur di zona nasional. Skuat asuhan Gajali Busman harus mengakui ketangguhan lawan-lawannya di babak penyisihan Grup D yang berlaga di Lapangan C Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada pertandingan perdana menghadapi perwakilan Aceh, mereka takluk dengan skor tipis 0-1. Pada laga kedua bersua perwakilan Papua Barat, mereka juga harus takluk dengan skor cukup telak 1-5. Pada laga terakhir menghadapi tim dari Kalimantan Timur, mereka juga takluk dengan skor 0-4.

Manajer Banua Putra, M Yafi Dachwan mengakui bahwa timnya memang tidak ada ambisi apapun. Hanya mencoba mengambil pelajaran dari laga-laga yang sudah dilalui. “Terlebih dengan pemain asli binaan dari Banua Putra sendiri, kami berharap mereka akan terus berkembang ke depannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Peseban Muda Siap Hadapi Kompetisi

Yafi mengungkapkan bahwa tim akan kembali menjalani latihan seperti biasanya. “Sepulangnya di Banjarmasin, kami akan latihan seperti bisa sambil melakukan persiapan juga,” katanya.

Gajali Busman mengakui bahwa mereka kalah segalanya dibandingkan lawan-lawannya. “Mulai dari teknik dasar, kami sudah tertinggal dengan daerah lain. Ditambah permainan dan mental bertanding,” ungkapnya.

Hal ini tentu akan menjadi pelajaran bagi skuatnya. Termasuk bagi Gajali yang merupakan eks pemain Peseban Banjarmasin dan baru saja memulai karir kepelatihan. “Ini menjadi pengalaman untuk saya dan anak-anak agar bisa lebih baik lagi ke depannya,” tuntasnya.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

Sentuhan Pemain Barito Masih Bagus

Latihan Perdana Barito Tanpa Dejan

Salam Perpisahan dari Riyandi

Skuat Barito Ibadah Bersama

/