alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Korban Perkosaan Menggugat Perdata

BANJARMASIN – Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat yang diperkosa oknum anggota Polresta Banjarmasin melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Gugatan sudah terdaftar dengan nomor perkara 33/Pdt.G/2022/PN.Bj.

“Sudah kami masukkan pada 16 Maret lalu,” kata kuasa hukum korban, Muhammad Pazri kemarin (23/3).
Meski pelaku sudah ditahan, dia menegaskan, kliennya masih berupaya mencari keadilan.

“Apalagi untuk kasus pidananya, belum ada upaya untuk PK (Peninjauan Kembali) oleh jaksa,” tegasnya.

Diceritakannya, korban masih trauma dan harus rutin mendatangi psikiater. “Rawat jalan dengan biaya berobat sendiri,” tambah advokat dari Borneo Law Firm tersebut.

Jadi, selain menderita secara psikis, korban juga merugi secara material.

Baca Juga :  Bayu Tamtomo Dipecat, Resmi Jadi Warga Sipil

Mengingatkan pembaca, pemerkosaan terjadi saat korban magang di Polresta Banjarmasin, tahun 2021 lalu.
Lewat sidang kode etik, pelaku Bripka Bayu Tamtomo kemudian dipecat tidak hormat dari Polri.

Oleh hakim, ia divonis penjara tiga tahun enam bulan. Hukuman ringan itulah yang membuat korban curhat di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Pihak kampus kemudian menarik semua mahasiswa magangnya. Hingga ratusan mahasiswa berdemo di depan kantor kejaksaan. (gmp/at/fud)

BANJARMASIN – Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat yang diperkosa oknum anggota Polresta Banjarmasin melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Gugatan sudah terdaftar dengan nomor perkara 33/Pdt.G/2022/PN.Bj.

“Sudah kami masukkan pada 16 Maret lalu,” kata kuasa hukum korban, Muhammad Pazri kemarin (23/3).
Meski pelaku sudah ditahan, dia menegaskan, kliennya masih berupaya mencari keadilan.

“Apalagi untuk kasus pidananya, belum ada upaya untuk PK (Peninjauan Kembali) oleh jaksa,” tegasnya.

Diceritakannya, korban masih trauma dan harus rutin mendatangi psikiater. “Rawat jalan dengan biaya berobat sendiri,” tambah advokat dari Borneo Law Firm tersebut.

Jadi, selain menderita secara psikis, korban juga merugi secara material.

Baca Juga :  Pelaku Rudapaksa Anak Ditahan di Amuntai Selatan

Mengingatkan pembaca, pemerkosaan terjadi saat korban magang di Polresta Banjarmasin, tahun 2021 lalu.
Lewat sidang kode etik, pelaku Bripka Bayu Tamtomo kemudian dipecat tidak hormat dari Polri.

Oleh hakim, ia divonis penjara tiga tahun enam bulan. Hukuman ringan itulah yang membuat korban curhat di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Pihak kampus kemudian menarik semua mahasiswa magangnya. Hingga ratusan mahasiswa berdemo di depan kantor kejaksaan. (gmp/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/