alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Terus Berprestasi Meski Bukan Atlet Lagi

KOTABARU – Meski sudah pensiun, sepak terjang taekwondoin asal Kotabaru, Tahta Syam Utama belum berakhir. Sejumlah prestasi mampu diraihnya meski sudah memasuki usia kepala tiga.

Pria yang berkegiatan sehari-sehari sebagai guru PJOK di SMAN 1 Kotabaru itu berhasil menorehkan prestasi, beberapa waktu lalu. Ia sukses meraih medali perunggu di ajang Asia Continental 2022 Internasional Poomsae under 40 tahun.

Dalam ajang ini, taekwondoin dari berbagai negara ikut seperti Tiongkok, Mesir, hingga Kolombia. Dalam ajang yang berlangsung secara virtual ini, Tahta berhasil menjadi juara tiga mengalahkan beberapa kontestan dari negara lainnya. “Alhamdulillah, bersyukur mampu meraih prestasi. Meski saat ini sudah tidak begitu aktif lagi sebagai atlet,” ucapnya.

Baca Juga :  Genjot Kelenturan Pesilat Banjarmasin

“Sebenarnya lawan terkuat dalam ajang ini dari negara Tiongkok. Mereka terkenal terampil dalam memperagakan gerakannya,” jelas pria dengan sabuk hitam DAN 4 Kukkiwon itu.

Selain ajang tersebut, Tahta juga berhasil meraih beberapa penghargaan di tahun ini seperti juara 2 Piala Kemenpora Timur 2022 Nasional Poomsae, juara 3 Piala Kapolri Cup 2022 Nasional Poomsae.

Selain kesibukan mengajar, Tahta juga merupakan pelatih tim Taekwondo Pengkab Kotabaru dan PPLPD Kalimantan Selatan. Beberapa prestasi juga mampu ditorehkan atlet binaannya seperti Hadad Wiqoldi ysng menjasi juara 3 Popnas Bogor 2019, Zidan Patriosa menjadi juara 2 PPLP Semarang 2019. “Alhamdulillah saya juga berhasil membawa tim Kotabaru menjadi juara umum sebanyak lima kali sejak 2013, 2015, 2017, 2019, dan 2021 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Atlet Taekwondo HSU Raih Medali Emas

Ke depan, Tahta berharap para atlet taekwondoin muda Kalsel bisa terus bermunculan, dan bisa mengharumkan nama Banua di kancah nasional maupun internasional. “Banyak mimpi yang ingin saya wujudkan. Semoga saja apa yang saya lakukan bisa memotivasi. Saya berharap juga semangat para atlet muda yang menekuni taekwondo tidak luntur hingga kapanpun,” tutupnya.(bir/gr/dye)

KOTABARU – Meski sudah pensiun, sepak terjang taekwondoin asal Kotabaru, Tahta Syam Utama belum berakhir. Sejumlah prestasi mampu diraihnya meski sudah memasuki usia kepala tiga.

Pria yang berkegiatan sehari-sehari sebagai guru PJOK di SMAN 1 Kotabaru itu berhasil menorehkan prestasi, beberapa waktu lalu. Ia sukses meraih medali perunggu di ajang Asia Continental 2022 Internasional Poomsae under 40 tahun.

Dalam ajang ini, taekwondoin dari berbagai negara ikut seperti Tiongkok, Mesir, hingga Kolombia. Dalam ajang yang berlangsung secara virtual ini, Tahta berhasil menjadi juara tiga mengalahkan beberapa kontestan dari negara lainnya. “Alhamdulillah, bersyukur mampu meraih prestasi. Meski saat ini sudah tidak begitu aktif lagi sebagai atlet,” ucapnya.

Baca Juga :  Genjot Kelenturan Pesilat Banjarmasin

“Sebenarnya lawan terkuat dalam ajang ini dari negara Tiongkok. Mereka terkenal terampil dalam memperagakan gerakannya,” jelas pria dengan sabuk hitam DAN 4 Kukkiwon itu.

Selain ajang tersebut, Tahta juga berhasil meraih beberapa penghargaan di tahun ini seperti juara 2 Piala Kemenpora Timur 2022 Nasional Poomsae, juara 3 Piala Kapolri Cup 2022 Nasional Poomsae.

Selain kesibukan mengajar, Tahta juga merupakan pelatih tim Taekwondo Pengkab Kotabaru dan PPLPD Kalimantan Selatan. Beberapa prestasi juga mampu ditorehkan atlet binaannya seperti Hadad Wiqoldi ysng menjasi juara 3 Popnas Bogor 2019, Zidan Patriosa menjadi juara 2 PPLP Semarang 2019. “Alhamdulillah saya juga berhasil membawa tim Kotabaru menjadi juara umum sebanyak lima kali sejak 2013, 2015, 2017, 2019, dan 2021 lalu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Muay Thai Banjarmasin Uji Tanding

Ke depan, Tahta berharap para atlet taekwondoin muda Kalsel bisa terus bermunculan, dan bisa mengharumkan nama Banua di kancah nasional maupun internasional. “Banyak mimpi yang ingin saya wujudkan. Semoga saja apa yang saya lakukan bisa memotivasi. Saya berharap juga semangat para atlet muda yang menekuni taekwondo tidak luntur hingga kapanpun,” tutupnya.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/