alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Vaksinasi di Banjarbaru: Lansia Masih Susah

BANJARBARU – Percepatan vaksinasi di Banjarbaru mulai menunjukkan capaian yang tinggi. Terbaru, cakupan vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun jadi tertinggi di antara seluruh daerah di Kalsel.

Menurut klaim data dari pihak Dinkes Banjarbaru, kota berjuluk Idaman jadi pemuncak cakupan setidaknya pertanggal 20 Maret 2022. Yang mana, total cakupan sudah mencapai 78 persen.

“Benar, untuk dosis satu kita sudah 78,78 persen atau setara 21 ribu anak yang sudah divaksin. Kalau dosis keduanya di angka 55,84 persen, ini setara dengan 15 ribu anak. Dengan cakupan ini, kita tertinggi di Kalsel,” ujar Koordinator Tim Surveilens Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana.

Cakupan ini kata Edi patut diapresiasi. Sebab, beberapa waktu lalu, capaian Banjarbaru sempat turun. Sehingga secara peringkat, Banjarbaru pernah berada di peringkat 3 bahkan 4.

“Cuman kalau kategori anak-anak yang belum divaksin daei target sasaran cukup banyak sebenarnya. Dari perhitungan kita, masih ada 5000 lebih anak yang belum menerima vaksin sama sekali. Ini yang coba terus kita kejar,” tambahnya.

Baca Juga :  Baru 8 Daerah Yang Penuhi Syarat Vaksinasi Anak

Untuk vaksinasi anak, sehari rata-rata cakupannya ujar Edi dari 10-15 anak. Akan tetapi, angka tersebut katanya bisa saja merosot di rata-rata 3-7 anak saja. Namun belakang, trennya katanya mulai bagus.

Meski di kategori anak-anak cukup bagus, namun kategori vaksinasi prioritas lainnya yakni lansia cukup rendah. Hal ini memang cukup lama jadi kendala tim vaksinasi Kota Banjarbaru.

Melihat data teranyar per 20 Maret 2022, posisi cakupan vaksinasi lansia Kota Banjarbaru malah berada
di tengah-tengah. Padahal beberapa waktu lalu, cakupan lansia di Kota Idaman sempat tertinggi.

“Kalau dari data yang sudah direkap secara skala Provinsi. Cakupan lansia kita diperingkat delapan. Total persentasenya baru 78 persen untuk dosis satu, sementara peringkat pertama ada Kab Tapin yang sudah 97 persen,” katanya.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Dampingi Anak Vaksin

Hal ini kata Edi jadi PR tersendiri bagi pihaknya. Sebab dengan cakupan yang ada, masih ada ribuan lansia di Banjarbaru yang belum mendapat vaksin sama sekali sejauh ini.

“Masih ada 2000 lansia yang belum pernah divaksin sama sekali. Jadi memang ada beberapa kendala untuk lansia ini, yang paling sering ditemui adalah sulitnya mereka menuju lokasi vaksinasi, walaupun kita juga adakan vaksinasi ke rumah-rumah langsung,” jelasnya.

Akan tetapi, meski vaksinasi terbilang masih belum begitu signifikan. Kabar baiknya, tren kasus penularan Covid-19 di Banjarbaru mulai merosot tajam. Kini, terpantau tambahan kasus tak lebih dari lima kasus aktif baru perharinya.

“Beberapa hari ke belakang ini dari 5 sampai terakhir ini rata-rata 2 atau 1 kasus baru. Ini jauh berbeda dengan sebelumnya yang masih belasan bahkan di atas 20. Semoga ini indikator puncak penularan sudah lewat,” harapnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Percepatan vaksinasi di Banjarbaru mulai menunjukkan capaian yang tinggi. Terbaru, cakupan vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun jadi tertinggi di antara seluruh daerah di Kalsel.

Menurut klaim data dari pihak Dinkes Banjarbaru, kota berjuluk Idaman jadi pemuncak cakupan setidaknya pertanggal 20 Maret 2022. Yang mana, total cakupan sudah mencapai 78 persen.

“Benar, untuk dosis satu kita sudah 78,78 persen atau setara 21 ribu anak yang sudah divaksin. Kalau dosis keduanya di angka 55,84 persen, ini setara dengan 15 ribu anak. Dengan cakupan ini, kita tertinggi di Kalsel,” ujar Koordinator Tim Surveilens Epidemiologi Penanggulangan Wabah Corona Virus Disease Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Edi Sampana.

Cakupan ini kata Edi patut diapresiasi. Sebab, beberapa waktu lalu, capaian Banjarbaru sempat turun. Sehingga secara peringkat, Banjarbaru pernah berada di peringkat 3 bahkan 4.

“Cuman kalau kategori anak-anak yang belum divaksin daei target sasaran cukup banyak sebenarnya. Dari perhitungan kita, masih ada 5000 lebih anak yang belum menerima vaksin sama sekali. Ini yang coba terus kita kejar,” tambahnya.

Baca Juga :  Ikut Vaksin, Mahasiswi ini Dapat Motor Matic

Untuk vaksinasi anak, sehari rata-rata cakupannya ujar Edi dari 10-15 anak. Akan tetapi, angka tersebut katanya bisa saja merosot di rata-rata 3-7 anak saja. Namun belakang, trennya katanya mulai bagus.

Meski di kategori anak-anak cukup bagus, namun kategori vaksinasi prioritas lainnya yakni lansia cukup rendah. Hal ini memang cukup lama jadi kendala tim vaksinasi Kota Banjarbaru.

Melihat data teranyar per 20 Maret 2022, posisi cakupan vaksinasi lansia Kota Banjarbaru malah berada
di tengah-tengah. Padahal beberapa waktu lalu, cakupan lansia di Kota Idaman sempat tertinggi.

“Kalau dari data yang sudah direkap secara skala Provinsi. Cakupan lansia kita diperingkat delapan. Total persentasenya baru 78 persen untuk dosis satu, sementara peringkat pertama ada Kab Tapin yang sudah 97 persen,” katanya.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Dampingi Anak Vaksin

Hal ini kata Edi jadi PR tersendiri bagi pihaknya. Sebab dengan cakupan yang ada, masih ada ribuan lansia di Banjarbaru yang belum mendapat vaksin sama sekali sejauh ini.

“Masih ada 2000 lansia yang belum pernah divaksin sama sekali. Jadi memang ada beberapa kendala untuk lansia ini, yang paling sering ditemui adalah sulitnya mereka menuju lokasi vaksinasi, walaupun kita juga adakan vaksinasi ke rumah-rumah langsung,” jelasnya.

Akan tetapi, meski vaksinasi terbilang masih belum begitu signifikan. Kabar baiknya, tren kasus penularan Covid-19 di Banjarbaru mulai merosot tajam. Kini, terpantau tambahan kasus tak lebih dari lima kasus aktif baru perharinya.

“Beberapa hari ke belakang ini dari 5 sampai terakhir ini rata-rata 2 atau 1 kasus baru. Ini jauh berbeda dengan sebelumnya yang masih belasan bahkan di atas 20. Semoga ini indikator puncak penularan sudah lewat,” harapnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/