alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Dua SD Sungai Buluh Hampir Lima Bulan Terendam

Belajar Tatap Muka, Meski Kelasnya Terendam

BARABAI- Hampir lima bulan Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah terendam. Siswa dan siswi terpaksa belajar dengan kondisi kelas yang tergenang.

Proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. Meski begitu, para guru tidak ingin menunda lagi pembelajaran. Sangat dilema, jika belajar tatap muka tidak dilaksanakan dikawatirkan siswa kehilangan momentum belajar.

“Kalau menunggu kering terlalu lama. Pelan-pelan kami mulai belajar mengajar,” kata Guru SDN 1 Sungai Buluh, Arifin, Senin (21/3).

Kemarin para siswa terpaksa melaksanakan penilaian tengah semester (PTS) dengan menyingsingkan celana. Mereka juga tidak menggunakan sepatu. Pemandangan ini sangat memilukan. Namun perjuangan siswa dalam mengenyam pendidikan patut diapresiasi.

Baca Juga :  Yang Belum Divaksin Silakan Belajar Daring

“Hari ini semua kelas melaksanakan PTS. Jumlah siswa di sini ada 164 orang,” lanjutnya.

Arifin mengatakan, tahun ini sekolah terendam paling lama. Air merendam kelas dan pelataran sejak bulan November 2021. Selama dia tinggal di Sungai Buluh tidak pernah sekolah terendam hampir lima bulan.

“Bangunan sekolah juga masih bagus. Apa yang salah?” Tanyanya bingung.

Selama proses mengajar dia juga mengalami kendala. Ketika belajar dan mengajar susah bergerak karena lantai licin, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Jadi mengurangi keaktifan siswa,” bilangnya.

Kepala Sekolah SDN 2 Sungai Buluh, Hudadiah juga menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka meski sekolahnya masih terendam. “Pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” katanya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp kemarin.

Baca Juga :  Disdik Evaluasi PTM Penuh, Jadi Peringatan Bagi SD

Dua sekolah ini memang menjadi langganan banjir. Selain letak geografisnya yang berada di wilayah rawa. Bangunan dua sekolah ini juga terlihat sangat rendah. Akibatnya setiap debit air naik masuk ke dalam kelas.

Lalu apakah tidak ada solusi menangani masalah dua sekolah ini? Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan HST, Fakhriyadi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan solusi. Rencana untuk memindah atau meninggikan bangunan sekolah belum menjadi pilihan.

“Kalau itu (pindah dan meninggikan bangunan sekolah) harus dikonsultasikan dulu. Kami masih mencari solusinya,” jawabannya singkat. (mal)

BARABAI- Hampir lima bulan Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah terendam. Siswa dan siswi terpaksa belajar dengan kondisi kelas yang tergenang.

Proses belajar mengajar menjadi tidak maksimal. Meski begitu, para guru tidak ingin menunda lagi pembelajaran. Sangat dilema, jika belajar tatap muka tidak dilaksanakan dikawatirkan siswa kehilangan momentum belajar.

“Kalau menunggu kering terlalu lama. Pelan-pelan kami mulai belajar mengajar,” kata Guru SDN 1 Sungai Buluh, Arifin, Senin (21/3).

Kemarin para siswa terpaksa melaksanakan penilaian tengah semester (PTS) dengan menyingsingkan celana. Mereka juga tidak menggunakan sepatu. Pemandangan ini sangat memilukan. Namun perjuangan siswa dalam mengenyam pendidikan patut diapresiasi.

Baca Juga :  Disdik Evaluasi PTM Penuh, Jadi Peringatan Bagi SD

“Hari ini semua kelas melaksanakan PTS. Jumlah siswa di sini ada 164 orang,” lanjutnya.

Arifin mengatakan, tahun ini sekolah terendam paling lama. Air merendam kelas dan pelataran sejak bulan November 2021. Selama dia tinggal di Sungai Buluh tidak pernah sekolah terendam hampir lima bulan.

“Bangunan sekolah juga masih bagus. Apa yang salah?” Tanyanya bingung.

Selama proses mengajar dia juga mengalami kendala. Ketika belajar dan mengajar susah bergerak karena lantai licin, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Jadi mengurangi keaktifan siswa,” bilangnya.

Kepala Sekolah SDN 2 Sungai Buluh, Hudadiah juga menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka meski sekolahnya masih terendam. “Pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” katanya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp kemarin.

Baca Juga :  Ada yang Terpapar, MAN 1 Tapin Liburkan Sekolah Selama 5 Hari

Dua sekolah ini memang menjadi langganan banjir. Selain letak geografisnya yang berada di wilayah rawa. Bangunan dua sekolah ini juga terlihat sangat rendah. Akibatnya setiap debit air naik masuk ke dalam kelas.

Lalu apakah tidak ada solusi menangani masalah dua sekolah ini? Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan HST, Fakhriyadi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan solusi. Rencana untuk memindah atau meninggikan bangunan sekolah belum menjadi pilihan.

“Kalau itu (pindah dan meninggikan bangunan sekolah) harus dikonsultasikan dulu. Kami masih mencari solusinya,” jawabannya singkat. (mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/