alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Jelang Ramadan, Kebutuhan Pokok di Kalsel Defisit

BANJARMASIN – Jelang bulan Ramadan, beberapa kebutuhan pokok di Kalsel mengalami defisit. Selain minyak goreng yang menjadi isu nasional, juga bawang merah, bawang putih, daging sapi dan gula pasir.

Contohnya bawang merah, dari data Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, dari kebutuhan sebanyak 11.470 ton ketersediannya hanya sebanyak 306 ton. Atau defisit 11.101 ton. Bawang putih pun demikian. Dari kebutuhan sebanyak 6.687 ton, ketersediannya hanya 219 ton, atau defisit sebanyak 6.468 ton.

Untuk daging sapi, saat ini ketersediannya hanya 4.807 ton dari kebutuhan sebanyak 7.403 ton. Sehingga mengalami defisit sebanyak 2.622 ton. Sementara, gula pasir ketersediannya sebanyak 3.933 ton. Namun kebutuhannya sebanyak 43.267 ton, atau defisit sebanyak 39.334 ton.

Beberapa kebutuhan pokok ini memang kerap terjadi kelangkaan bahkan mengalami defisit jelang Ramadan. Hampir setiap tahun. Terbaru, minyak goreng yang ikut-ikutan. Ketersediaannya hanya 787 ton. Padahal kebutuhannya mencapai 44.141 ton, atau mengalami defisit sebanyak 43.354 ton.

“Beberapa kebutuhan pokok ini memang sering terjadi kelangkaan jelang bulan puasa. Hanya minyak goreng yang terbaru. Ini juga se Indonesia yang mengalami,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Faturrahman.

Tak bisa dipungkiri, Kalsel bukan sebagai daerah penghasil. Hanya berharap dari daerah lain. “Ini memang sering terjadi saat menjelang hari keagamaan. Tapi biasanya akan tertangani, seiring pasokan terus bertambah,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Pasar Diserbu Ibu-Ibu, Dinas: Kami Akan Mengingat Wajah Mereka

Meski beberapa kebutuhan pokok tersebut mengalami defisit. Stok kebutuhan yang lain Kalsel patut bersyukur, pasalnya mengalami surplus. Seperti beras, jagung, cabe merah, cabe rawit, daging unggas dan telur ayam.

Untuk beras contohnya, Fatur mengungkapkan, ketersediannya hingga setahun mencapai 724.743 ton. Sementara kebutuhannya hanya sebanyak 358.810 ton. Jenis lain yang juga mengalami surplus adalah jagung, dari kebutugan sebanyak 4.807 ton, ketersediannya sebesar 24.037 ton.

Fatur juga mengungkapkan, ketersediaan cabe merah mengalami surplus signifikan. Dari kebutuhan sebanyak 6.556 ton, ketersediannya mencapai 53.384 ton. Begitu juga cabe rawit, dari kebutuhan sebanyak 6.585 ton, ketersediannya sebanya 65.875 ton.

Kebutuhan pokok yang lain turut surplus adalah, daging unggas. Dari kebutuhan sebanyak 38.022 ton, ketersediannya sebanyak 68.222 ton. “Untuk kebutuhan telur ayam ras juga sangat aman. Stok yang ada sangat banyak. Dari kebutuhan sebanyak 31.117 ton, ketersediaannya mencapai 156.023 ton,” beber Fatur.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani mengatakan guna menjaga stok bahan pokok, sebulan sebelumnya pihaknya sudah menyurati para pelaku usaha dan Bulog agar segera meningkatkan pasokan. “Kami juga meminta mereka memelihara barang di gudang agar terhindar dari kerusakan,” ucapnya.

Di samping itu, mereka juga meminta SKPD terkait di sektor produksi seperti Dinas TPH, Dinas Ketahanan Pangan, Disbunnak, Dinas Kelautan dan Perikanan agar mendampingi para petani, pekebun, nelayan, dan peternak agar tidak gagal panen serta melimpah produknya. “Pertamina juga kami minta meningkatkan pasokan dan pengawasan terhadap solar bersubsidi,” kata Birhasani.

Baca Juga :  Migor Oh Migor... Harga Sudah Melambung, Tapi Tetap Sulit Dicari

Kemudian untuk Dinas Perhubungan Kalsel dan kepolisian, dia menuturkan, pihaknya meminta agar menjaga kelancaran transportasi distribusi barang. “Lalu KSOP dan PT. Pelni agar mendahulukan bongkar muat bahan pokok. Begitu pula stakeholder lainnya agar membantu kelancaran distribusi sesuai dengan tugasnya masing-masing

Menurutnya, menjaga kelancaran transportasi sangatlah penting. Karena tidak ada artinya stok yang melimpah, jika distribusi terhambat. “Misalnya susahnya mendapat solar bersubsidi dan panjangnya antrean serta faktor penghambat lainnya yang membuat keterlambatan barang sampai di tujuan,” pungkasnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjanjikan, akan melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan pokok tersebut. “SKPD yang berhubungan langsung sudah diminta untuk melakukan upaya penanganan,” ujar Roy.

Menurutnya, beberapa kebutuhan pokok yang mengalami defisit tersebut memang sering terjadi jelang bulan Ramadan. Belum lagi, ada kebutuhan pokok yang tergantung musim dari daerah penghasil. “Masyatakat tak perlu was-was. Pemprov akan mengawasi distribusi dan harganya nanti,” janjinya. (mof/ris/by/ran)

BANJARMASIN – Jelang bulan Ramadan, beberapa kebutuhan pokok di Kalsel mengalami defisit. Selain minyak goreng yang menjadi isu nasional, juga bawang merah, bawang putih, daging sapi dan gula pasir.

Contohnya bawang merah, dari data Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, dari kebutuhan sebanyak 11.470 ton ketersediannya hanya sebanyak 306 ton. Atau defisit 11.101 ton. Bawang putih pun demikian. Dari kebutuhan sebanyak 6.687 ton, ketersediannya hanya 219 ton, atau defisit sebanyak 6.468 ton.

Untuk daging sapi, saat ini ketersediannya hanya 4.807 ton dari kebutuhan sebanyak 7.403 ton. Sehingga mengalami defisit sebanyak 2.622 ton. Sementara, gula pasir ketersediannya sebanyak 3.933 ton. Namun kebutuhannya sebanyak 43.267 ton, atau defisit sebanyak 39.334 ton.

Beberapa kebutuhan pokok ini memang kerap terjadi kelangkaan bahkan mengalami defisit jelang Ramadan. Hampir setiap tahun. Terbaru, minyak goreng yang ikut-ikutan. Ketersediaannya hanya 787 ton. Padahal kebutuhannya mencapai 44.141 ton, atau mengalami defisit sebanyak 43.354 ton.

“Beberapa kebutuhan pokok ini memang sering terjadi kelangkaan jelang bulan puasa. Hanya minyak goreng yang terbaru. Ini juga se Indonesia yang mengalami,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Faturrahman.

Tak bisa dipungkiri, Kalsel bukan sebagai daerah penghasil. Hanya berharap dari daerah lain. “Ini memang sering terjadi saat menjelang hari keagamaan. Tapi biasanya akan tertangani, seiring pasokan terus bertambah,” ujarnya.

Baca Juga :  Ritel Berlakukan Minyak Goreng Satu Harga, Pasar Tradisional 14 Hari ke Depan

Meski beberapa kebutuhan pokok tersebut mengalami defisit. Stok kebutuhan yang lain Kalsel patut bersyukur, pasalnya mengalami surplus. Seperti beras, jagung, cabe merah, cabe rawit, daging unggas dan telur ayam.

Untuk beras contohnya, Fatur mengungkapkan, ketersediannya hingga setahun mencapai 724.743 ton. Sementara kebutuhannya hanya sebanyak 358.810 ton. Jenis lain yang juga mengalami surplus adalah jagung, dari kebutugan sebanyak 4.807 ton, ketersediannya sebesar 24.037 ton.

Fatur juga mengungkapkan, ketersediaan cabe merah mengalami surplus signifikan. Dari kebutuhan sebanyak 6.556 ton, ketersediannya mencapai 53.384 ton. Begitu juga cabe rawit, dari kebutuhan sebanyak 6.585 ton, ketersediannya sebanya 65.875 ton.

Kebutuhan pokok yang lain turut surplus adalah, daging unggas. Dari kebutuhan sebanyak 38.022 ton, ketersediannya sebanyak 68.222 ton. “Untuk kebutuhan telur ayam ras juga sangat aman. Stok yang ada sangat banyak. Dari kebutuhan sebanyak 31.117 ton, ketersediaannya mencapai 156.023 ton,” beber Fatur.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani mengatakan guna menjaga stok bahan pokok, sebulan sebelumnya pihaknya sudah menyurati para pelaku usaha dan Bulog agar segera meningkatkan pasokan. “Kami juga meminta mereka memelihara barang di gudang agar terhindar dari kerusakan,” ucapnya.

Di samping itu, mereka juga meminta SKPD terkait di sektor produksi seperti Dinas TPH, Dinas Ketahanan Pangan, Disbunnak, Dinas Kelautan dan Perikanan agar mendampingi para petani, pekebun, nelayan, dan peternak agar tidak gagal panen serta melimpah produknya. “Pertamina juga kami minta meningkatkan pasokan dan pengawasan terhadap solar bersubsidi,” kata Birhasani.

Baca Juga :  Vaksin jadi Syarat Belanja Gula dan Migor di Pasar Murah Disdag HSS

Kemudian untuk Dinas Perhubungan Kalsel dan kepolisian, dia menuturkan, pihaknya meminta agar menjaga kelancaran transportasi distribusi barang. “Lalu KSOP dan PT. Pelni agar mendahulukan bongkar muat bahan pokok. Begitu pula stakeholder lainnya agar membantu kelancaran distribusi sesuai dengan tugasnya masing-masing

Menurutnya, menjaga kelancaran transportasi sangatlah penting. Karena tidak ada artinya stok yang melimpah, jika distribusi terhambat. “Misalnya susahnya mendapat solar bersubsidi dan panjangnya antrean serta faktor penghambat lainnya yang membuat keterlambatan barang sampai di tujuan,” pungkasnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjanjikan, akan melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan pokok tersebut. “SKPD yang berhubungan langsung sudah diminta untuk melakukan upaya penanganan,” ujar Roy.

Menurutnya, beberapa kebutuhan pokok yang mengalami defisit tersebut memang sering terjadi jelang bulan Ramadan. Belum lagi, ada kebutuhan pokok yang tergantung musim dari daerah penghasil. “Masyatakat tak perlu was-was. Pemprov akan mengawasi distribusi dan harganya nanti,” janjinya. (mof/ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/