alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Ingin Musyawarah, LDII Minta Restu ke MUI

BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bertandang ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, Sabtu (19/3).

Disambut oleh Ketua MUI Kalsel, KH Husin Naparin di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Tujuannya, meminta restu MUI untuk Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Kalsel ke VII yang digelar kemarin (20/3).

Banyak masalah umat yang dibahas dalam silaturahmi tersebut. Dalam skala nasional maupun kedaerahan.
Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso mengaku khawatir dengan kenakalan remaja dan tawuran. Diperparah oleh pandemi covid yang tak kunjung usai.

“Dari krisis kesehatan, berkembang menjadi krisis ekonomi. Kalau dibiarkan, maka menjadi krisis sosial,” ujarnya.

Mumpung belum sampai ke titik yang memprihatinkan, maka harus diantisipasi. “Karena jika terlanjur terjadi, dampaknya bakal terlalu berat untuk kita tanggung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tradisi Batumbang Apam di HST

Chriswanto juga menghargai kebijakan pemerintah yang menghapus tes antigen atau PCR sebagai syarat penerbangan. Dengan catatan sudah menerima vaksin dosis lengkap.

Terpenting, jangan sampai kebablasan hingga mengundang gelombang wabah keempat.

Khusus untuk Kalsel, dia mengingatkan tentang pemindahan ibu kota negara ke Kaltim.

“Tanpa harus mengorbankan budaya seperti yang terjadi di Jakarta. Walau pun Kalimantan nanti menjadi pusat negara, kekhasannya harus tetap dipertahankan,” harapnya.

“Kalimantan harus tetap hijau, tetap damai, tetap sejuk,” tekannya.

Sementara itu, KH Husin Naparin mendoakan agar muswil LDII berjalan lancar.

“Tidak ada pesan khusus bagi LDII. Yang penting, tetap bersatu dalam akidah, berjemaah dalam ibadah, dan bergaul dalam ukhuwah. Dengan demikian, setiap masalah selalu bisa diselesaikan,” pesannya. (war/at/fud)

Baca Juga :  Kaligrafi Gerbang Sekumpul Tak Sesuai Kaidah, Baru Dipasang Langsung Dilepas

BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bertandang ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, Sabtu (19/3).

Disambut oleh Ketua MUI Kalsel, KH Husin Naparin di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Tujuannya, meminta restu MUI untuk Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Kalsel ke VII yang digelar kemarin (20/3).

Banyak masalah umat yang dibahas dalam silaturahmi tersebut. Dalam skala nasional maupun kedaerahan.
Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso mengaku khawatir dengan kenakalan remaja dan tawuran. Diperparah oleh pandemi covid yang tak kunjung usai.

“Dari krisis kesehatan, berkembang menjadi krisis ekonomi. Kalau dibiarkan, maka menjadi krisis sosial,” ujarnya.

Mumpung belum sampai ke titik yang memprihatinkan, maka harus diantisipasi. “Karena jika terlanjur terjadi, dampaknya bakal terlalu berat untuk kita tanggung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tradisi Batumbang Apam di HST

Chriswanto juga menghargai kebijakan pemerintah yang menghapus tes antigen atau PCR sebagai syarat penerbangan. Dengan catatan sudah menerima vaksin dosis lengkap.

Terpenting, jangan sampai kebablasan hingga mengundang gelombang wabah keempat.

Khusus untuk Kalsel, dia mengingatkan tentang pemindahan ibu kota negara ke Kaltim.

“Tanpa harus mengorbankan budaya seperti yang terjadi di Jakarta. Walau pun Kalimantan nanti menjadi pusat negara, kekhasannya harus tetap dipertahankan,” harapnya.

“Kalimantan harus tetap hijau, tetap damai, tetap sejuk,” tekannya.

Sementara itu, KH Husin Naparin mendoakan agar muswil LDII berjalan lancar.

“Tidak ada pesan khusus bagi LDII. Yang penting, tetap bersatu dalam akidah, berjemaah dalam ibadah, dan bergaul dalam ukhuwah. Dengan demikian, setiap masalah selalu bisa diselesaikan,” pesannya. (war/at/fud)

Baca Juga :  MUI Kalsel: Vaksinasi Tak Batalkan Puasa

Most Read

Artikel Terbaru

/