alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Perbaiki Rumah Tak Layak Huni, Pakai APBD Masih Sanggup

BANJARMASIN – Tiap tahun, pemerintah pusat menyediakan bantuan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu). Kuotanya tidak banyak, lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk satu daerah.

Dua tahun belakangan, Pemko Banjarmasin tak pernah mengambil kuota tersebut.

Ditanya mengapa, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Iwan Ristianto menjawab, APBD kota masih sanggup. Bahkan membantu KPM dengan jumlah lebih banyak.

“Permohonan masyarakat memang banyak, tapi lewat APBD, semua sudah terakomodir,” klaimnya kemarin (17/3).

Disebutkannya, tahun kemarin ada usulan 112 KPM. Mereka akan dibantu pada tahun ini.

“Nominalnya Rp24 juta per KPM. Total bantuan yang digelontorkan hampir Rp3 miliar,” jelasnya.

Dinsos juga berencana menambah jumlah penerima bantuan RS-Rutilahu lewat APBD Perubahan nanti.

Baca Juga :  Kesehatan Dimulai dari Belakang Rumah

“Karena ada usulan baru yang masuk. Kami upayakan masuk di anggaran perubahan. Targetnya 100 KPM,” tukasnya.

Saat ini, tahapannya memasuki verifikasi berkas. Bantuannya mulai direalisasikan pada Juni mendatang.

Syarat peserta RS-Rutilahu adalah termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Serta tidak bermasalah dengan surat kepemilikan lahan dan bangunan.

“Paling banyak penerima RS-Rutilahu ini berada di Kecamatan Banjarmasin Utara dan Selatan,” tutup Iwan. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Tiap tahun, pemerintah pusat menyediakan bantuan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu). Kuotanya tidak banyak, lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk satu daerah.

Dua tahun belakangan, Pemko Banjarmasin tak pernah mengambil kuota tersebut.

Ditanya mengapa, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Iwan Ristianto menjawab, APBD kota masih sanggup. Bahkan membantu KPM dengan jumlah lebih banyak.

“Permohonan masyarakat memang banyak, tapi lewat APBD, semua sudah terakomodir,” klaimnya kemarin (17/3).

Disebutkannya, tahun kemarin ada usulan 112 KPM. Mereka akan dibantu pada tahun ini.

“Nominalnya Rp24 juta per KPM. Total bantuan yang digelontorkan hampir Rp3 miliar,” jelasnya.

Dinsos juga berencana menambah jumlah penerima bantuan RS-Rutilahu lewat APBD Perubahan nanti.

Baca Juga :  Kesehatan Dimulai dari Belakang Rumah

“Karena ada usulan baru yang masuk. Kami upayakan masuk di anggaran perubahan. Targetnya 100 KPM,” tukasnya.

Saat ini, tahapannya memasuki verifikasi berkas. Bantuannya mulai direalisasikan pada Juni mendatang.

Syarat peserta RS-Rutilahu adalah termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Serta tidak bermasalah dengan surat kepemilikan lahan dan bangunan.

“Paling banyak penerima RS-Rutilahu ini berada di Kecamatan Banjarmasin Utara dan Selatan,” tutup Iwan. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/