alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

10 Hari Dirawat di Rumah Sakit, Keluarga Korban Tabrak Lari Masih Dicari

BANJARMASIN – Rumah Sakit dr Moch Ansari Saleh kebingungan. Seorang korban tabrak lari masih dirawat di Ruang Safir tanpa diketahui berasal dari mana.

Pasien itu mengaku bernama Abidjar, umur 21 tahun.

Kecelakaan terjadi 10 hari yang lewat di kawasan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala.

Pemuda jangkung ini mengaku pernah tinggal di kawasan Masjid Jami, dekat kubah Guru Zuhdi. Di Sungai Jingah, ia memiliki beberapa saudara.

Tapi petunjuk itu tak cukup. Rumah sakit yang dibantu kepolisian belum menemukan kerabatnya.

Kasi SDM dan Mutu Pelayanan Medik RSUD dr Moch Ansari Saleh, dr Maimunah mengatakan, pasien itu masuk tanggal 8 Maret.

“Lukanya cukup parah. Tulang tungkai kaki kiri patah dan harus dioperasi. Dia sempat tak mengingat nama dan tempat tinggalnya,” jelasnya kemarin (16/3).

Baca Juga :  Sempat Jadi Mr X, Ternyata Korban adalah Warga Kelayan

Tiga hari berlalu, sempat menyandang status Mr X, tim medis memutuskan menggelar operasi. Khawatir kondisinya memburuk.

“Alhamdulillah, operasinya lancar. Pasien juga terlihat membaik,” tambah Maimunah didampingi yang Kasubbag Humas dan Pemasaran, Muthiah.

Mereka berharap ada yang mengenalinya. Agar bisa segera dijemput keluarganya.

“Bahkan, ketua RW dan RT yang disebutkan pasien, tak seorang pun yang mengenalinya,” tambahnya.

Yang menarik, hasil pelacakan data medis, pasien ini ternyata pernah dirawat RSJ Sambang Lihum.

Saat diajak berkomunikasi, sesekali saja nyambung. “Tak ada keterangannya yang bisa menjadi petunjuk,” tukasnya.

“Kami berharap ada yang menjemputnya. Soal biaya operasi, sudah ditanggung rumah sakit,” jaminnya. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Rumah Sakit dr Moch Ansari Saleh kebingungan. Seorang korban tabrak lari masih dirawat di Ruang Safir tanpa diketahui berasal dari mana.

Pasien itu mengaku bernama Abidjar, umur 21 tahun.

Kecelakaan terjadi 10 hari yang lewat di kawasan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala.

Pemuda jangkung ini mengaku pernah tinggal di kawasan Masjid Jami, dekat kubah Guru Zuhdi. Di Sungai Jingah, ia memiliki beberapa saudara.

Tapi petunjuk itu tak cukup. Rumah sakit yang dibantu kepolisian belum menemukan kerabatnya.

Kasi SDM dan Mutu Pelayanan Medik RSUD dr Moch Ansari Saleh, dr Maimunah mengatakan, pasien itu masuk tanggal 8 Maret.

“Lukanya cukup parah. Tulang tungkai kaki kiri patah dan harus dioperasi. Dia sempat tak mengingat nama dan tempat tinggalnya,” jelasnya kemarin (16/3).

Baca Juga :  Bukan Salah Sopir Truk, Korban Tewas Jadi Tersangka

Tiga hari berlalu, sempat menyandang status Mr X, tim medis memutuskan menggelar operasi. Khawatir kondisinya memburuk.

“Alhamdulillah, operasinya lancar. Pasien juga terlihat membaik,” tambah Maimunah didampingi yang Kasubbag Humas dan Pemasaran, Muthiah.

Mereka berharap ada yang mengenalinya. Agar bisa segera dijemput keluarganya.

“Bahkan, ketua RW dan RT yang disebutkan pasien, tak seorang pun yang mengenalinya,” tambahnya.

Yang menarik, hasil pelacakan data medis, pasien ini ternyata pernah dirawat RSJ Sambang Lihum.

Saat diajak berkomunikasi, sesekali saja nyambung. “Tak ada keterangannya yang bisa menjadi petunjuk,” tukasnya.

“Kami berharap ada yang menjemputnya. Soal biaya operasi, sudah ditanggung rumah sakit,” jaminnya. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/