alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Milenial Makin Nyaman Dengan Listrik Prabayar

BANJARBARU – Listrik telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan yang serba digital sekarang ini, apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dimana banyak aktivitas yang dilakukan dari rumah (work form home).

Semakin memudahkan pelanggan dalam memantau pemakaian listrik sehari-hari dan setiap saat, PLN telah mempunyai produk Layanan listrik prabayar yang bertujuan agar pelanggan lebih mudah, nyaman dan leluasa dalam penggunaan energi listrik.

“Yang mendasar adalah bagaimana pelanggan PLN bisa menikmati listrik dengan nyaman seperti membeli paket data handphone, membeli token kwh sesuai kemampuan, melakukan kendali pemakaian kwh, tanpa ada sanksi pemutusan dan tidak ada biaya keterlambatan serta bebas tagihan rekening minimum,” ujar Samuji, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng).

Ia menambahkan semakin kesini mayoritas pelanggan PLN adalah generasi milenial yang melek dengan teknologi, mudah beradaptasi, serta kebiasaan membeli sesuai dengan kebutuhan, bila tidak butuh tidak membeli.

“Itu yang coba dipahami PLN, sehingga layanan listrik prabayar ini menjadi jawaban karena sangat nyaman dan flexible, privasi lebih terjaga karena tidak selalu dikunjungi petugas PLN. Bagi pelanggan yang menginginkan kenyamanan lebih, Listrik Prabayar tidak akan membuat pelanggan menunggu dan membukakan pagar untuk petugas catat meter, karena meter prabayar secara otomatis mencatat pemakaian listrik pelanggan secara akurat,” tuturnya.

Baca Juga :  Listrik Berkualitas dan Andal untuk W20 Plenary Event di Kalimantan Selatan

Dirinya juga menambahkan Listrik Prabayar ini tepat digunakan bagi pelanggan yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kamar kost.

“Semakin banyak warga yang membangun usaha seperti kos-kosan, bedeng yang lebih mudah dikontrol setelah menggunakan Listrik Prabayar. Sebagai pemilik rumah atau kamar kost, pelanggan tidak perlu khawatir lagi dengan tagihan listrik yang tidak dibayar oleh penghuni rumah kontrakan karena pemakaian listrik sudah menjadi tanggung jawab dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan penyewa. Inilah salah satu jawaban yang ditawarkan PLN ke pelanggan,” ujarnya.

Listrik prabayar juga diklaim lebih hemat sebab bila diluar kota dan tidak ada pemakaian listrik maka tidak ada tagihan.

Selain itu proses migrasi ke listrik prabayar gratis, tidak dipungut biaya. “Ini merupakan langkah PLN agar pelanggan dapat menikmati pengalaman listrik prabayar dengan mudah,” tuturnya.

Baca Juga :  Promo Ramadan Berkah PLN, Tambah Daya untuk Rumah Ibadah Hanya Rp150 Ribu

Selain itu di era digital dimana flexibelitas menjadi pilihan utama, listrik prabayar diharapkan dapat menjadi pilihan utama pelanggan PLN.

“Keuntungannya bebas biaya abodemen atau biaya bulanan. Rumah tidak dihuni, tidak perlu diisi token. Beda dengan pascabayar yang ada biaya abodemen agar listrik tetap nyala dan menghindari tunggakan,” ujarnya.

Disadur dari data PLN UIW Kalselteng, sampai dengan Februari 2022 jumlah pelanggan PLN UIW Kalselteng tercatat 2.107.255 pelanggan, dengan pengguna listrik prabayar sebanyak 1.251.907 pelanggan (59,41%) yang tersebar sejumlah 728.496 pelanggan di Kalimantan Selatan, dan 523.411 pelanggan di Kalimantan Tengah.

Untuk migrasi dari pelanggan pascabayar ke prabayar, caranya mudah, dengan mengajukan permohonan melalui aplikasi PLN Mobile, contact center 123 atau melalui web www.pln.co.id.

“Gratis, pelanggan cukup melakukan permohonan via PLN Mobile, contact center 123 atau melalui web www.pln.co.id dan membayar pulsa awal mulai dari 5000 rupiah. Begitu pelanggan melunasi pembayaran, PLN telah menyiapkan material dan siap eksekusi ke lokasi pelanggan,” pungkas Samuji. (mat)

BANJARBARU – Listrik telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan yang serba digital sekarang ini, apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dimana banyak aktivitas yang dilakukan dari rumah (work form home).

Semakin memudahkan pelanggan dalam memantau pemakaian listrik sehari-hari dan setiap saat, PLN telah mempunyai produk Layanan listrik prabayar yang bertujuan agar pelanggan lebih mudah, nyaman dan leluasa dalam penggunaan energi listrik.

“Yang mendasar adalah bagaimana pelanggan PLN bisa menikmati listrik dengan nyaman seperti membeli paket data handphone, membeli token kwh sesuai kemampuan, melakukan kendali pemakaian kwh, tanpa ada sanksi pemutusan dan tidak ada biaya keterlambatan serta bebas tagihan rekening minimum,” ujar Samuji, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng).

Ia menambahkan semakin kesini mayoritas pelanggan PLN adalah generasi milenial yang melek dengan teknologi, mudah beradaptasi, serta kebiasaan membeli sesuai dengan kebutuhan, bila tidak butuh tidak membeli.

“Itu yang coba dipahami PLN, sehingga layanan listrik prabayar ini menjadi jawaban karena sangat nyaman dan flexible, privasi lebih terjaga karena tidak selalu dikunjungi petugas PLN. Bagi pelanggan yang menginginkan kenyamanan lebih, Listrik Prabayar tidak akan membuat pelanggan menunggu dan membukakan pagar untuk petugas catat meter, karena meter prabayar secara otomatis mencatat pemakaian listrik pelanggan secara akurat,” tuturnya.

Baca Juga :  Nyalakan 2 Desa di Kotim, PLN Bangun Jaringan 19,3 KMS

Dirinya juga menambahkan Listrik Prabayar ini tepat digunakan bagi pelanggan yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kamar kost.

“Semakin banyak warga yang membangun usaha seperti kos-kosan, bedeng yang lebih mudah dikontrol setelah menggunakan Listrik Prabayar. Sebagai pemilik rumah atau kamar kost, pelanggan tidak perlu khawatir lagi dengan tagihan listrik yang tidak dibayar oleh penghuni rumah kontrakan karena pemakaian listrik sudah menjadi tanggung jawab dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan penyewa. Inilah salah satu jawaban yang ditawarkan PLN ke pelanggan,” ujarnya.

Listrik prabayar juga diklaim lebih hemat sebab bila diluar kota dan tidak ada pemakaian listrik maka tidak ada tagihan.

Selain itu proses migrasi ke listrik prabayar gratis, tidak dipungut biaya. “Ini merupakan langkah PLN agar pelanggan dapat menikmati pengalaman listrik prabayar dengan mudah,” tuturnya.

Baca Juga :  PLN Bangun SPKLU Pertama di Kalteng

Selain itu di era digital dimana flexibelitas menjadi pilihan utama, listrik prabayar diharapkan dapat menjadi pilihan utama pelanggan PLN.

“Keuntungannya bebas biaya abodemen atau biaya bulanan. Rumah tidak dihuni, tidak perlu diisi token. Beda dengan pascabayar yang ada biaya abodemen agar listrik tetap nyala dan menghindari tunggakan,” ujarnya.

Disadur dari data PLN UIW Kalselteng, sampai dengan Februari 2022 jumlah pelanggan PLN UIW Kalselteng tercatat 2.107.255 pelanggan, dengan pengguna listrik prabayar sebanyak 1.251.907 pelanggan (59,41%) yang tersebar sejumlah 728.496 pelanggan di Kalimantan Selatan, dan 523.411 pelanggan di Kalimantan Tengah.

Untuk migrasi dari pelanggan pascabayar ke prabayar, caranya mudah, dengan mengajukan permohonan melalui aplikasi PLN Mobile, contact center 123 atau melalui web www.pln.co.id.

“Gratis, pelanggan cukup melakukan permohonan via PLN Mobile, contact center 123 atau melalui web www.pln.co.id dan membayar pulsa awal mulai dari 5000 rupiah. Begitu pelanggan melunasi pembayaran, PLN telah menyiapkan material dan siap eksekusi ke lokasi pelanggan,” pungkas Samuji. (mat)

Most Read

Artikel Terbaru

/