alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Waspada Cuaca Ekstrem Selama Maret

BANJARBARU – Akhir-akhir ini intensitas hujan cukup tinggi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Selain itu, angin puting beliung juga berulang kali terjadi di beberapa daerah, hingga merusakkan rumah warga.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Utari Randiana mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati karena hujan dan angin kencang masih berpotensi hingga beberapa hari ke depan.

“Hati-hati terhadap dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan jalanan licin dan tergenang. Serta pohon tumbang dan sambaran petir,” katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk cuaca wilayah Kalimantan Selatan secara umum masih diprakirakan hujan ringan dan berpotensi hujan sedang yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang untuk beberapa wilayah.

Dirincikannya, wilayah yang perlu waspada yakni Balangan, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Banjarbaru, Banjarmasin, Barito Kuala dan sekitarnya.

Baca Juga :  Warga Direpotkan Suhu Panas, Cuaca di Banua Belum Menentu

Utari menjelaskan, tak bersahabatnya cuaca akhir-akhir ini disebabkan oleh adanya wilayah bertekanan rendah di Laut Natuna Utara yang menyebabkan terjadinya pola belokan angin (shearline) dan perlambatan angin (konfluen) di wilayah Kalimantan Selatan.

“Fenomena ini mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan. Keadaan cuaca seperti ini diperkirakan masih terjadi hingga beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti cuaca saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan surat perihal peringatan dini dan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman banjir dan gerakan tanah longsor Maret 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Mujiyat menyebutkan surat tersebut sebagai langkah mitigasi pemerintah daerah untuk menghadapi segala kemungkinan bencana pada bulan ini.

“Ini juga sebagai upaya kita untuk mengimbau masyarakat agar bersama dapat meminimalisir dampak bencana yang tidak diinginkan, diperkirakan pada Maret ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Paman Birin Ajak Kerja Sama Antisipasi Bencana

Ditambahkannya, dasar dikeluarkannya surat tersebut juga sebagai langkah koordinasi pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Ini juga tindak lanjut surat dari BNPB, berdasarkan data prakiraan potensi banjir dan gerakan tanah pada bulan Maret yang dikeluarkan oleh BMKG,” paparnya.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru memastikan, saat ini wilayah Kalsel masih berada pada periode musim hujan. “Masa peralihan juga belum,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto.

Ihwal cuaca saat ini, Goeroeh menyebut, pada Februari 2022 tadi curah hujan memang menurun dan didominasi kriteria menengah (200-300 mm).

Namun, disampaikannya curah hujan naik lagi pada Maret 2022 ini dengan didominasi kriteria tinggi (300-400 mm). “Pada bulan April 2022 nanti diperkirakan turun lagi didominasi kriteria menengah (200-300 mm),” sebutnya. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Akhir-akhir ini intensitas hujan cukup tinggi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Selain itu, angin puting beliung juga berulang kali terjadi di beberapa daerah, hingga merusakkan rumah warga.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Utari Randiana mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati karena hujan dan angin kencang masih berpotensi hingga beberapa hari ke depan.

“Hati-hati terhadap dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan jalanan licin dan tergenang. Serta pohon tumbang dan sambaran petir,” katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk cuaca wilayah Kalimantan Selatan secara umum masih diprakirakan hujan ringan dan berpotensi hujan sedang yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang untuk beberapa wilayah.

Dirincikannya, wilayah yang perlu waspada yakni Balangan, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, Banjarbaru, Banjarmasin, Barito Kuala dan sekitarnya.

Baca Juga :  Dibanding Tahun Lalu, Ramadan ini Diprediksi Lebih Teduh

Utari menjelaskan, tak bersahabatnya cuaca akhir-akhir ini disebabkan oleh adanya wilayah bertekanan rendah di Laut Natuna Utara yang menyebabkan terjadinya pola belokan angin (shearline) dan perlambatan angin (konfluen) di wilayah Kalimantan Selatan.

“Fenomena ini mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan. Keadaan cuaca seperti ini diperkirakan masih terjadi hingga beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, menindaklanjuti cuaca saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan surat perihal peringatan dini dan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman banjir dan gerakan tanah longsor Maret 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Mujiyat menyebutkan surat tersebut sebagai langkah mitigasi pemerintah daerah untuk menghadapi segala kemungkinan bencana pada bulan ini.

“Ini juga sebagai upaya kita untuk mengimbau masyarakat agar bersama dapat meminimalisir dampak bencana yang tidak diinginkan, diperkirakan pada Maret ini,” sebutnya.

Baca Juga :  Hujan Terus Sampai April, BPBD: Jangan Panik, Berdoa Saja

Ditambahkannya, dasar dikeluarkannya surat tersebut juga sebagai langkah koordinasi pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Ini juga tindak lanjut surat dari BNPB, berdasarkan data prakiraan potensi banjir dan gerakan tanah pada bulan Maret yang dikeluarkan oleh BMKG,” paparnya.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru memastikan, saat ini wilayah Kalsel masih berada pada periode musim hujan. “Masa peralihan juga belum,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto.

Ihwal cuaca saat ini, Goeroeh menyebut, pada Februari 2022 tadi curah hujan memang menurun dan didominasi kriteria menengah (200-300 mm).

Namun, disampaikannya curah hujan naik lagi pada Maret 2022 ini dengan didominasi kriteria tinggi (300-400 mm). “Pada bulan April 2022 nanti diperkirakan turun lagi didominasi kriteria menengah (200-300 mm),” sebutnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/