alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Tower AirNav Baru Segera Beroperasi

BANJARBARU – Tower Air Traffic Controller (ATC) yang baru di Bandara Internasional Syamsudin Noor segera beroperasi. Kini AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin sedang melakukan persiapan pengoperasiannya.

GM AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin, Anton Krishna mengatakan, persiapan pengoperasian tower baru AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin sudah dilaksanakan sejak awal 2022.

Dia mengungkapkan, ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk mengoperasikan tower yang dibangun sejak 2018 tersebut. “Diantaranya instalasi peralatan, ujian lokal peralatan serta safety assessment yang dilakukan oleh tim kantor pusat,” ungkap Anton, kemarin.

Disampaikannya, setelah persiapan secara internal sudah siap. Selanjutnya dituangkan dalam berita acara. “Setelah itu dilanjutkan dengan proses trial yang dibagi dalam dua tahap, yaitu Dry Shadow dan Wet Shadow,” tambahnya.

Dijelaskan Anton, Dry Shadow adalah mengoperasikan tower baru hanya untuk monitor. Sedangkan tower lama full operation seperti biasa.

Sementara Wet Shadow kebalikannya: tower baru yang full operation dan tower lama monitor sekaligus backup jika terjadi trouble dalam hal operasional. “Proses trial ini wajib dilaporkan secara daily kepada kantor pusat,” jelas Anton.

Dia menyebut, trial tower direncanakan pada 14 Maret 2022 nanti. Tim dari Kementrian Perhubungan dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Bandar Udara (DBU) dan Direktorat Navigasi Penerbangan (DNP) akan datang untuk memverifikasi kelayakan dari sisi fisik bangunan.

“Yakni meliputi titik koordinat, karena ada perpindahan lokasi dari tower lama ke tower baru, serta dari sisi kesiapan peralatan navigasi penerbangan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Nyepi, Kunjungan ke Bali Meningkat

Ditambahkan Anton, selama proses trial dan verifikasi dari Kementrian Perhubungan yang rencananya berjalan selama satu pekan, tower lama masih dapat melayani pemanduan lalu lintas penerbangan secara maksimal. Baik dari sisi operasi dan safety. “Karena area yang dilayani adalah runaway, posisinya tidak berubah,” tambahnya.

Setelah nanti surat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan keluar, karena trial berjalan dengan sukses. Baik dry shadow maupun wet shadow, maka tower baru akan full operation dan tower lama bakal shutdown.

Beroperasinya tower baru sendiri sudah lama diimpikan. Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi menyampaikan, tower baru memiliki beberapa keunggulan dibanding tower lama.

Salah satunya, posisi tower baru sejajar dengan tengah runway (RWY), sehingga pandangan petugas controller ke RWY 10 dan RWY 28 seimbang.

Selain itu, desain tower baru lebih menyatu dengan terminal baru. Serta, lebih tinggi dari tower lama sehingga penglihatan ke daerah pergerakan (runway, taxiway, dan apron) jauh lebih baik.

“Khususnya penglihatan ke Apron utama, karena lebih dekat dan penghalang (obstacle) lebih clear. Di mana tower lama posisinya lebih jauh dan terhalang pepohonan dan gedung VIP di area TNI AU,” papar Rosedi.

Baca Juga :  Dibanding Musim Mudik Tahun Lalu, Penumpang Pesawat Tumbuh 339 Persen

Untuk aspek keamanan, di tower baru juga menurutnya lebih terjamin. Karena berada dalam wilayah kerja bandara dan melewati akses jalan bandara yang pastinya sudah dijaga oleh sekuriti bandara.

“Sedangkan tower lama tidak ada pengamanan khusus, karena terminal lama sudah tidak difungsikan lagi sehingga terkesan posisi terpencil (sepi),” katanya.

Kemudian, ruang kabin tower baru juga lebih luas dan elegan sehingga kenyamanan kerja petugas lebih baik.

“Peralatan komunikasi maupun peralatan yang lainnnya juga lebih modern untuk membantu petugas controller dalam menjamin keselamatan penerbangan,” beber Rosedi.

Sebelumnya, Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait juga mengatakan, pembangunan tower baru mereka lakukan lantaran tower yang lama usianya sudah tua. Sehingga, sudah waktunya untuk dimodernisasi. “Tower lama usianya sudah cukup tua. Sebab, sudah ada sejak 1971. Sehingga, kami lakukan modernisasi,” ungkapnya.

Selain bangunannya yang sudah tua, Yohanes menyampaikan, fasilitas di tower lama juga kurang mendukung lantaran tidak dilengkapi lift dan jalur evakuasi. “Kasihan kalau nanti ada petugas yang hamil, harus naik tangga setinggi ini. Selain itu, kalau ada apa-apa tidak ada jalur lain untuk turun tower karena jalan cuma ada satu,” ucapnya.

Tinggi tower yang baru sendiri mencapai 44 meter. Dua kali lipat dari tower lama yang hanya 18 meter. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Tower Air Traffic Controller (ATC) yang baru di Bandara Internasional Syamsudin Noor segera beroperasi. Kini AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin sedang melakukan persiapan pengoperasiannya.

GM AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin, Anton Krishna mengatakan, persiapan pengoperasian tower baru AirNav Indonesia Cabang Banjarmasin sudah dilaksanakan sejak awal 2022.

Dia mengungkapkan, ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk mengoperasikan tower yang dibangun sejak 2018 tersebut. “Diantaranya instalasi peralatan, ujian lokal peralatan serta safety assessment yang dilakukan oleh tim kantor pusat,” ungkap Anton, kemarin.

Disampaikannya, setelah persiapan secara internal sudah siap. Selanjutnya dituangkan dalam berita acara. “Setelah itu dilanjutkan dengan proses trial yang dibagi dalam dua tahap, yaitu Dry Shadow dan Wet Shadow,” tambahnya.

Dijelaskan Anton, Dry Shadow adalah mengoperasikan tower baru hanya untuk monitor. Sedangkan tower lama full operation seperti biasa.

Sementara Wet Shadow kebalikannya: tower baru yang full operation dan tower lama monitor sekaligus backup jika terjadi trouble dalam hal operasional. “Proses trial ini wajib dilaporkan secara daily kepada kantor pusat,” jelas Anton.

Dia menyebut, trial tower direncanakan pada 14 Maret 2022 nanti. Tim dari Kementrian Perhubungan dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Bandar Udara (DBU) dan Direktorat Navigasi Penerbangan (DNP) akan datang untuk memverifikasi kelayakan dari sisi fisik bangunan.

“Yakni meliputi titik koordinat, karena ada perpindahan lokasi dari tower lama ke tower baru, serta dari sisi kesiapan peralatan navigasi penerbangan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bandara Syamsudin Noor Tambah Dua Maskapai Baru

Ditambahkan Anton, selama proses trial dan verifikasi dari Kementrian Perhubungan yang rencananya berjalan selama satu pekan, tower lama masih dapat melayani pemanduan lalu lintas penerbangan secara maksimal. Baik dari sisi operasi dan safety. “Karena area yang dilayani adalah runaway, posisinya tidak berubah,” tambahnya.

Setelah nanti surat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan keluar, karena trial berjalan dengan sukses. Baik dry shadow maupun wet shadow, maka tower baru akan full operation dan tower lama bakal shutdown.

Beroperasinya tower baru sendiri sudah lama diimpikan. Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Rosedi menyampaikan, tower baru memiliki beberapa keunggulan dibanding tower lama.

Salah satunya, posisi tower baru sejajar dengan tengah runway (RWY), sehingga pandangan petugas controller ke RWY 10 dan RWY 28 seimbang.

Selain itu, desain tower baru lebih menyatu dengan terminal baru. Serta, lebih tinggi dari tower lama sehingga penglihatan ke daerah pergerakan (runway, taxiway, dan apron) jauh lebih baik.

“Khususnya penglihatan ke Apron utama, karena lebih dekat dan penghalang (obstacle) lebih clear. Di mana tower lama posisinya lebih jauh dan terhalang pepohonan dan gedung VIP di area TNI AU,” papar Rosedi.

Baca Juga :  Tak Ada Rencana Larangan Mudik Tahun Ini

Untuk aspek keamanan, di tower baru juga menurutnya lebih terjamin. Karena berada dalam wilayah kerja bandara dan melewati akses jalan bandara yang pastinya sudah dijaga oleh sekuriti bandara.

“Sedangkan tower lama tidak ada pengamanan khusus, karena terminal lama sudah tidak difungsikan lagi sehingga terkesan posisi terpencil (sepi),” katanya.

Kemudian, ruang kabin tower baru juga lebih luas dan elegan sehingga kenyamanan kerja petugas lebih baik.

“Peralatan komunikasi maupun peralatan yang lainnnya juga lebih modern untuk membantu petugas controller dalam menjamin keselamatan penerbangan,” beber Rosedi.

Sebelumnya, Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait juga mengatakan, pembangunan tower baru mereka lakukan lantaran tower yang lama usianya sudah tua. Sehingga, sudah waktunya untuk dimodernisasi. “Tower lama usianya sudah cukup tua. Sebab, sudah ada sejak 1971. Sehingga, kami lakukan modernisasi,” ungkapnya.

Selain bangunannya yang sudah tua, Yohanes menyampaikan, fasilitas di tower lama juga kurang mendukung lantaran tidak dilengkapi lift dan jalur evakuasi. “Kasihan kalau nanti ada petugas yang hamil, harus naik tangga setinggi ini. Selain itu, kalau ada apa-apa tidak ada jalur lain untuk turun tower karena jalan cuma ada satu,” ucapnya.

Tinggi tower yang baru sendiri mencapai 44 meter. Dua kali lipat dari tower lama yang hanya 18 meter. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/