alexametrics
32.4 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Ketagihan Menembak Sejak 2018

MARABAHAN – Ketenangan dalam membidik adalah faktor wajib dalam cabang olahraga menembak.

Itu selalu diingat-ingat atlet andalan Kabupaten Barito Kuala, Kameliya Agasti Dewi.

Gadis yang biasa disapa Amel ini mengatakan, menembak tak hanya mendatangkan prestasi. Tapi juga melatih fokus, kesabaran dan mental.

“Perlu ketenangan, terutama ketika tembakan sebelumnya tak sesuai dengan harapan,” ucapnya.

Menggeluti cabor menembak sejak 2018, Amel langsung menoreh prestasi pada tahun tersebut dengan menyabet gelar di Kejurprov Tabalong.

Hasil itu menjadi penyemangat. Hingga pada tahun berikutnya ia bisa tampil di kejurnas. Tak ada medali, tapi ada pengalaman berharga.

“Paling menyenangkan saat menjadi juara beregu. Menjadi motivasi. Sangat membanggakan,” kata pemanah 21 tahun itu.

Baca Juga :  Aklamasi, Bang Dhin Pimpin Porgasi Kalsel

Lebih dominan di nomor air rifle, membuatnya semakin mantap untuk berlatih menggunakan senjata laras panjang tersebut.

Dalam sepekan, ia rutin lima kali latihan di venue Perbakin Batola. Bukan hanya menembak, di sana juga ada latihan fisik. Salah satunya berlari mengitari lapangan.

Targetnya kini adalah mencetak prestasi di ajang Kejurprov dan Porprov yang dihelat tahun ini.

“Pencapaian yang saya dambakan, ingin membuktikan bahwa usaha saya tidak akan mengkhinati hasil. Lebih baik berjuang mencari prestasi ketimbang keluyuran di luar tak keruan,” pungkasnya. (bir/fud)

MARABAHAN – Ketenangan dalam membidik adalah faktor wajib dalam cabang olahraga menembak.

Itu selalu diingat-ingat atlet andalan Kabupaten Barito Kuala, Kameliya Agasti Dewi.

Gadis yang biasa disapa Amel ini mengatakan, menembak tak hanya mendatangkan prestasi. Tapi juga melatih fokus, kesabaran dan mental.

“Perlu ketenangan, terutama ketika tembakan sebelumnya tak sesuai dengan harapan,” ucapnya.

Menggeluti cabor menembak sejak 2018, Amel langsung menoreh prestasi pada tahun tersebut dengan menyabet gelar di Kejurprov Tabalong.

Hasil itu menjadi penyemangat. Hingga pada tahun berikutnya ia bisa tampil di kejurnas. Tak ada medali, tapi ada pengalaman berharga.

“Paling menyenangkan saat menjadi juara beregu. Menjadi motivasi. Sangat membanggakan,” kata pemanah 21 tahun itu.

Baca Juga :  Porprov XI Tanpa Menembak

Lebih dominan di nomor air rifle, membuatnya semakin mantap untuk berlatih menggunakan senjata laras panjang tersebut.

Dalam sepekan, ia rutin lima kali latihan di venue Perbakin Batola. Bukan hanya menembak, di sana juga ada latihan fisik. Salah satunya berlari mengitari lapangan.

Targetnya kini adalah mencetak prestasi di ajang Kejurprov dan Porprov yang dihelat tahun ini.

“Pencapaian yang saya dambakan, ingin membuktikan bahwa usaha saya tidak akan mengkhinati hasil. Lebih baik berjuang mencari prestasi ketimbang keluyuran di luar tak keruan,” pungkasnya. (bir/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/