alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Tahulah Pian?

Bagaimana Kota Lama Menjadi Ramai?

Presiden Soekarno pernah berkata: berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia. Ungkapan itu bukan sekadar isapan jempol belaka.

Berkat sejumlah pemuda, Kota Lama–sebuah gang kecil di kawasan Jalan Hasanuddin HM Banjarmasin Tengah–kini tampak hidup.

Seperti diketahui, kawasan Kota Lama berdampingan dengan kawasan yang bernama Pasar Kupu-kupu. Puluhan tahun, kawasan ini terkenal sepi. Di situ, berdiri bangunan tua yang umumnya berfungsi sebagai perkantoran dan pergudangan. Kendati demikian, hanya beberapa saja yang difungsikan. Itu pun, hanya sedari pagi, hingga siang hari.

Tak ada anak muda yang tertarik nongkrong berlama-lama di situ. Toh kalau pun ada, dulunya hanya para fotografer yang melakukan sesi foto, mengambil nuansa bangunan-bangunannya yang dipandang cukup tua.

Tak ayal, bila malam tiba, kawasan itu pun kembali sepi, dan tampak gelap karena kurangnya penerangan.

Salah seorang warga yang bermukim di kawasan tersebut, Awi menuturkan bahwa saking sepinya, dahulu kawasan itu bisa dikatakan ‘horor’. Kerap dicap sebagai sarang preman.”Saya sering berkelahi dengan pencuri. Terkadang, ada yang kedapatan mencuri helm hingga pakaian yang ada di jemuran,” tuturnya.

Kendati memiliki cap horor dan nuansa kawasan yang cukup tua, rupanya kawasan tersebut dipandang berbeda oleh sejumlah pemuda di Kota Banjarmasin.

Baca Juga :  Wisata Edukatif di Taman Burung Hutan Kota

Para pemuda, melihat ada potensi yang bisa dikembangkan di situ. Caranya, dengan meremajakan kawasan tersebut.

Menyulap wadah lama menjadi wadah baru, bagi mereka yang menginginkan adanya tempat nongkrong dengan nuansa berbeda. Tua, namun elegan.

Proses peremajaan kawasan itu dimulai pada tahun 2017. Berdasarkan catatan Radar Banjarmasin, yang mempioneri gagasan itu adalah almarhum Antonio Merari Lenda alias Nyonyo.

Ia beserta sejumlah rekannya, memulainya dengan melakukan survei. Memotret sudut-sudut di kawasan tersebut, hingga akhirnya memutuskan membangun sebuah kedai kopi di tahun 2019.

Di tahun itu, berdiri kedai kopi dengan nama Kota Lama Koffie.

Setahun kemudian, berdiri kedai lainnya. Yakni, kedai roti bernama ‘Kedai Roti Terang’. Dan ketiga, yakni kedai kuliner yang bernama ‘Kongsi’. Ketiga kedai inilah yang mulanya membuat kawasan itu menjadi ramai.

Hingga kini, dengan tetap mempertahankan kesan kota tua, setidaknya ada belasan wadah nongkrong kekinian yang ‘dibangun’ di situ. Saking ramainya, kursi-kursi yang disediakan oleh masing-masing kedai untuk para pengunjung bahkan sampai tak cukup.

Kondisi itu dibenarkan oleh sang manajer Kedai Roti Terang, Bayu Indra Aditya. Ia menilai, meski umur kedai-kedai yang dibuka masih tergolong baru, tapi keberadaannya mampu memberikan warna di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Langgeng Jodoh di Pulau Cinta

Dan ya, melihat upaya dan kerja keras dari pengusaha di situ, kawasan tersebut menjadi hidup. Tak lagi sepi tak lagi horor. Bahkan diyakini, kawasan itu akan semakin berkembang.

Dijelaskan Bayu, sedari awal ia beserta rekan memang berpikir untuk menghidupkan kembali kawasan yang sudah lama tampak mati, menjadi kawasan yang bisa dinikmati.

“Bahkan, kami menginginkan konsep tentang kota lama ini tak ingin kami ubah lebih jauh. Makanya hampir semua tenant tidak mengubah banyak bangunannya,” ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, tepat pada 16 Desember 2021, kawasan itu pun akhirnya menarik minat Pemko Banjarmasin untuk meresmikannya. Namanya kini bukan lagi Kota Lama. Tapi, Bandarmasih Tempo Doeloe.

Pemko juga diketahui membantu pembuatan lahan parkir, pemasang petunjuk kawasan, memasang pintu gerbang, hingga menghadiahi petugas parkir berupa rompi dan alat komunikasi.

“Sekarang, kami hanya berharap bisa mencakup pasar lebih luas, pelanggan yang lebih banyak dan membangun kawasan ini sebagai bentuk kreativitas anak muda yang membangun usaha,” pungkas Bayu. (war/by/ran)

Presiden Soekarno pernah berkata: berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia. Ungkapan itu bukan sekadar isapan jempol belaka.

Berkat sejumlah pemuda, Kota Lama–sebuah gang kecil di kawasan Jalan Hasanuddin HM Banjarmasin Tengah–kini tampak hidup.

Seperti diketahui, kawasan Kota Lama berdampingan dengan kawasan yang bernama Pasar Kupu-kupu. Puluhan tahun, kawasan ini terkenal sepi. Di situ, berdiri bangunan tua yang umumnya berfungsi sebagai perkantoran dan pergudangan. Kendati demikian, hanya beberapa saja yang difungsikan. Itu pun, hanya sedari pagi, hingga siang hari.

Tak ada anak muda yang tertarik nongkrong berlama-lama di situ. Toh kalau pun ada, dulunya hanya para fotografer yang melakukan sesi foto, mengambil nuansa bangunan-bangunannya yang dipandang cukup tua.

Tak ayal, bila malam tiba, kawasan itu pun kembali sepi, dan tampak gelap karena kurangnya penerangan.

Salah seorang warga yang bermukim di kawasan tersebut, Awi menuturkan bahwa saking sepinya, dahulu kawasan itu bisa dikatakan ‘horor’. Kerap dicap sebagai sarang preman.”Saya sering berkelahi dengan pencuri. Terkadang, ada yang kedapatan mencuri helm hingga pakaian yang ada di jemuran,” tuturnya.

Kendati memiliki cap horor dan nuansa kawasan yang cukup tua, rupanya kawasan tersebut dipandang berbeda oleh sejumlah pemuda di Kota Banjarmasin.

Baca Juga :  Matahari Tenggelam di Muara Sungai Barito, Susur Sungai yang Naik Kelas

Para pemuda, melihat ada potensi yang bisa dikembangkan di situ. Caranya, dengan meremajakan kawasan tersebut.

Menyulap wadah lama menjadi wadah baru, bagi mereka yang menginginkan adanya tempat nongkrong dengan nuansa berbeda. Tua, namun elegan.

Proses peremajaan kawasan itu dimulai pada tahun 2017. Berdasarkan catatan Radar Banjarmasin, yang mempioneri gagasan itu adalah almarhum Antonio Merari Lenda alias Nyonyo.

Ia beserta sejumlah rekannya, memulainya dengan melakukan survei. Memotret sudut-sudut di kawasan tersebut, hingga akhirnya memutuskan membangun sebuah kedai kopi di tahun 2019.

Di tahun itu, berdiri kedai kopi dengan nama Kota Lama Koffie.

Setahun kemudian, berdiri kedai lainnya. Yakni, kedai roti bernama ‘Kedai Roti Terang’. Dan ketiga, yakni kedai kuliner yang bernama ‘Kongsi’. Ketiga kedai inilah yang mulanya membuat kawasan itu menjadi ramai.

Hingga kini, dengan tetap mempertahankan kesan kota tua, setidaknya ada belasan wadah nongkrong kekinian yang ‘dibangun’ di situ. Saking ramainya, kursi-kursi yang disediakan oleh masing-masing kedai untuk para pengunjung bahkan sampai tak cukup.

Kondisi itu dibenarkan oleh sang manajer Kedai Roti Terang, Bayu Indra Aditya. Ia menilai, meski umur kedai-kedai yang dibuka masih tergolong baru, tapi keberadaannya mampu memberikan warna di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Legenda Gua Batu Hapu

Dan ya, melihat upaya dan kerja keras dari pengusaha di situ, kawasan tersebut menjadi hidup. Tak lagi sepi tak lagi horor. Bahkan diyakini, kawasan itu akan semakin berkembang.

Dijelaskan Bayu, sedari awal ia beserta rekan memang berpikir untuk menghidupkan kembali kawasan yang sudah lama tampak mati, menjadi kawasan yang bisa dinikmati.

“Bahkan, kami menginginkan konsep tentang kota lama ini tak ingin kami ubah lebih jauh. Makanya hampir semua tenant tidak mengubah banyak bangunannya,” ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

Seiring berjalannya waktu, tepat pada 16 Desember 2021, kawasan itu pun akhirnya menarik minat Pemko Banjarmasin untuk meresmikannya. Namanya kini bukan lagi Kota Lama. Tapi, Bandarmasih Tempo Doeloe.

Pemko juga diketahui membantu pembuatan lahan parkir, pemasang petunjuk kawasan, memasang pintu gerbang, hingga menghadiahi petugas parkir berupa rompi dan alat komunikasi.

“Sekarang, kami hanya berharap bisa mencakup pasar lebih luas, pelanggan yang lebih banyak dan membangun kawasan ini sebagai bentuk kreativitas anak muda yang membangun usaha,” pungkas Bayu. (war/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Legenda Pantai Batu Lima

Tari Kanjar Khas Meratus

Asal Usul Kampung Ketupat

Asal Mula Nama Lapangan Murjani

/