alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Waspadai Rob Mei, Trotoar Terpaksa Dijebol

BANJARMASIN – Prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan menerpa Kota Banjarmasin hingga pertengahan April nanti.

Namun, Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathoni cukup yakin takkan terjadi banjir rob.

Alasannya, permukaan Sungai Martapura saat pasang masih aman. Posisinya 2 meter dari permukaan laut. Thoni lebih khawatir dengan kondisi Mei nanti.

“Sebab, pada bulan itu, permukaan air sungai diprediksi naik hingga 2,5 meter. Berpotensi rob. Kalau dibarengi hujan, kami khawatir dampaknya akan meluas,” jelasnya kemarin (9/3).

“Berbeda dengan sekarang. Walau hujan terus, tapi genangan cepat turun ke sungai karena kondisinya sedang surut,” tambahnya.

Baca Juga :  Wilayah Terdampak Rob Berkurang

Lantas, mengapa masih muncul genangan? Misalkan di Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara.
Menjawab itu, dia mengakui lantaran drainasenya tak bekerja dengan baik.

Dia menduga, saat pembangunan trotoar, pekerja proyek tak memperhatikan bukan-bukaan saluran menuju drainase.

“Makanya ada beberapa titik trotoar yang terpaksa dijebol,” terangnya.

“Tapi kalau kawasan di dalam kota, genangannya relatif cepat turun,” klaimnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Fahrurazi menyebut, hujan tinggi dan angin kencang berpotensi menerpa kota ini sejak Maret sampai pertengahan April.

“Secara umum, kita masuk zona kuning untuk risiko bencana banjir, longsor dan angin puting beliung,” ujarnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan menerpa Kota Banjarmasin hingga pertengahan April nanti.

Namun, Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathoni cukup yakin takkan terjadi banjir rob.

Alasannya, permukaan Sungai Martapura saat pasang masih aman. Posisinya 2 meter dari permukaan laut. Thoni lebih khawatir dengan kondisi Mei nanti.

“Sebab, pada bulan itu, permukaan air sungai diprediksi naik hingga 2,5 meter. Berpotensi rob. Kalau dibarengi hujan, kami khawatir dampaknya akan meluas,” jelasnya kemarin (9/3).

“Berbeda dengan sekarang. Walau hujan terus, tapi genangan cepat turun ke sungai karena kondisinya sedang surut,” tambahnya.

Baca Juga :  Cuaca Diprediksi Masih Hujan, Masyarakat Diminta Tetap Waspadai Banjir

Lantas, mengapa masih muncul genangan? Misalkan di Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara.
Menjawab itu, dia mengakui lantaran drainasenya tak bekerja dengan baik.

Dia menduga, saat pembangunan trotoar, pekerja proyek tak memperhatikan bukan-bukaan saluran menuju drainase.

“Makanya ada beberapa titik trotoar yang terpaksa dijebol,” terangnya.

“Tapi kalau kawasan di dalam kota, genangannya relatif cepat turun,” klaimnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Fahrurazi menyebut, hujan tinggi dan angin kencang berpotensi menerpa kota ini sejak Maret sampai pertengahan April.

“Secara umum, kita masuk zona kuning untuk risiko bencana banjir, longsor dan angin puting beliung,” ujarnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/