alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Stok Minyak Goreng Aman, Tapi Mahal

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong memastikan stok minyak goreng (Migor) di Tabalong aman. Hal ini karena minyak goreng di pasaran masih ditemukan dengan mudah.

Kondisi tersebut pun tidak hanya untuk satu atau dua merek minyak goreng, namun lebih dari itu. Beberapa merek minyak goreng kemasan banyak dijual pedagang, sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Hanya saja, harganya masih mahal, di atas harga eceran tertinggi (HET) sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp14 ribu perliter. Harga di pasaran dengan kisaran Rp17.000 perliter sampai Rp20 ribu per liter.

Menghadapi masalah harga tersebut, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Tabalong merencanakan akan kembali menggelar operasi pasar sebagai solusi menurunkan harga minyak goreng.

Baca Juga :  Kapolres HSU Sidak Gudang Migor

Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Tabalong, Husin Ansari menjelaskan, operasi pasar itu akan digelar menjelang bulan Ramadan 1443 mendatang. “Mendekati puasa kami gelar,” ujarnya, Rabu (9/3).

Ia memberitahukan, operasi pasar akan melibatkan para distributor Migor dan dikoordinasikan ke Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Paling tidak, ada sebanyak dua ratus karton atau 2.400 liter minyak goreng akan dijual di tengah masyarakat dengan harga sesuai HET pemerintah.

Dengan begitu, dia mengharapkan warga mendapatkan komoditi pangan itu dengan harga murah. Tidak harus mahal.

Sedangkan ditanya terkait penyebab masih mahalnya harga minyak goreng, Husin Ansari menceritakan, hasil pantauannya di tengah pedagang lantaran naiknya biaya angkutan. Masalah angkutan barang itu dikarenakan sulitnya memperoleh solar. (ibn)

Baca Juga :  Buru Minyak Curah, Warga Ramai Kumpulkan Jeriken

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong memastikan stok minyak goreng (Migor) di Tabalong aman. Hal ini karena minyak goreng di pasaran masih ditemukan dengan mudah.

Kondisi tersebut pun tidak hanya untuk satu atau dua merek minyak goreng, namun lebih dari itu. Beberapa merek minyak goreng kemasan banyak dijual pedagang, sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Hanya saja, harganya masih mahal, di atas harga eceran tertinggi (HET) sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Yakni Rp14 ribu perliter. Harga di pasaran dengan kisaran Rp17.000 perliter sampai Rp20 ribu per liter.

Menghadapi masalah harga tersebut, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Tabalong merencanakan akan kembali menggelar operasi pasar sebagai solusi menurunkan harga minyak goreng.

Baca Juga :  Sering Operasi Pasar, Harga Minyak Goreng Masih Tinggi

Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Tabalong, Husin Ansari menjelaskan, operasi pasar itu akan digelar menjelang bulan Ramadan 1443 mendatang. “Mendekati puasa kami gelar,” ujarnya, Rabu (9/3).

Ia memberitahukan, operasi pasar akan melibatkan para distributor Migor dan dikoordinasikan ke Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Paling tidak, ada sebanyak dua ratus karton atau 2.400 liter minyak goreng akan dijual di tengah masyarakat dengan harga sesuai HET pemerintah.

Dengan begitu, dia mengharapkan warga mendapatkan komoditi pangan itu dengan harga murah. Tidak harus mahal.

Sedangkan ditanya terkait penyebab masih mahalnya harga minyak goreng, Husin Ansari menceritakan, hasil pantauannya di tengah pedagang lantaran naiknya biaya angkutan. Masalah angkutan barang itu dikarenakan sulitnya memperoleh solar. (ibn)

Baca Juga :  Kapolres HSU Sidak Gudang Migor

Most Read

Artikel Terbaru

/