alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Ngobrol Seru Bareng Makeup Artist Muda Angelina Susilo

Andalkan Flawless Natural Makeup

Industri kecantikan kian berkembang. Profesi sebagai makeup artist menjadi incaran sejumlah kalangan. Tak terkecuali anak muda. Angelina Susilo salah satunya.

Terjun ke dunia menata rias sejak belia, perempuan 21 tahun ini begitu mencintai pekerjaannya. Kepada Radar Banjarmasin, Angel bercerita banyak hal. Simak perbincangan kami.

Q: Sejak kapan kenal makeup?
A: “Sejak kecil, terutama saat aku ikut les balet. Kerap dipilih untuk tampil balet, aku dirias terlebih dahulu. Sejak saat itu aku kenal makeup dan menyukainya”.

Q: Kapan mulai belajar merias?
A: “Tahun 2016. Saat beauty vlogger mulai banyak bermunculan di YouTube. Aku juga mulai sering makeup-in teman-teman saat itu”.

Q: Kapan kamu terjun ke dunia profesi sebagai MUA?
A: “Saat lulus SMA pada tahun 2018. Aku memutuskan untuk mengambil kursus private dengan MUA asal Surabaya, Imel Vilentcia. Berbekal pengalaman dan pembelajaran, sejak saat itu aku mulai aktif menjalani profesi ini di Banjarmasin”.

Q: Tiap MUA punya sentuhan gaya rias yang berbeda. Bagaimana dengan kamu?
A: “Aku lebih ke flawless look. Yakni gaya riasan yang menonjolkan kecantikan alami seseorang. Tidak tebal, namun terlihat cantik. Gaya riasan yang natural, namun prosesnya memang tidak sesimpel yang dilihat. Karena ada teknik khusus.”

Q: Kenapa memilih flawless look?
A: “Berawal dari seleraku sendiri yang suka gaya riasan tipis dan natural. Aku yang tidak begitu cocok makeup bold akhirnya memilih flawless look. Dan khasnya aku, ada sentuhan berbeda terutama pada riasan bagian mata”.

Q: Bagaimana respons masyarakat dengan gaya riasanmu?
A: “Puji tuhan sangat positif. Gaya riasan flawless memang sebegitu diminati saat ini. Terutama bagi yang tidak suka makeup tebal. Berdasarkan testimoni pelanggan, gaya riasan ini juga tidak mudah crack dan aman seharian”.

Baca Juga :  Utamakan Pendidikan Agama untuk Anak

Q: Siapa yang menginspirasi kamu dalam merias?
A: “Masih Imel Vilentcia, karena dia guru pertama aku. Ajaran dia begitu melekat. Selain itu, aku juga belajar dari MUA lainnya. Seperti Dean 818, Adele Makeup, dan Claudia’s Makeup”.

Q: Dalam 4 tahun ini, Angel telah belajar banyak hal tentang merias. Ada rencana upgrading skill lagi?
A: “Tentu ada. Aku selalu ingin upgrade skill, biar kemampuanku semakin mantap. Semakin banyak tempatku belajar, semakin banyak ilmu pula yang aku dapatkan. Seperti dalam waktu dekat aku akan kembali kursus merias dengan Ciel Makeup, MUA yang menurutku sangat inspiratif terutama untuk gaya riasan kekinian”.

Q: Apa tantangan yang kamu hadapi saat merias klien?
A: “Perbedaan karakter wajah masing-masing klien. Sehingga teknik yang dipakai berbeda pula. Selain itu, klien yang memakai krim wajah racikan tertentu juga memengaruhi pengaplikasian makeup. Kadang butuh upaya ekstra agar makeup bisa menempel. Tantangan banget sih menurutku”.

Q: Kira-kira, berapa jumlah orang yang pernah kamu rias selama berkarir menjadi MUA?
A: “Hitungan kasarnya sih mungkin seribu orang. Karena dalam sebulan, Angel bisa melayani 100 klien untuk dirias. Bahkan pernah merias sebelas orang dalam sehari”.

Q: Siapa saja yang pernah kamu rias?
A: “Berbagai kalangan mulai remaja hingga dewasa. Aku juga terlibat dalam dunia beauty pageant (ajang kecantikan) sebagai penata rias. Seperti Puteri Indonesia Kalsel sejak 2019 hingga sekarang. Kemudian juga pernah merias Putri Pariwisata Indonesia, dan lain-lain”.

Baca Juga :  Tidak Lupa Bawa Buku Catatan

Q: Kisaran usia berapa klien yang pernah kamu layani? Untuk momen seperti apa?
A: “Mulai dari usia 14 hingga 80 tahun. Klien terbanyak kisaran usia 17 tahun hingga 28 tahun. Usia-usia yang memang cocok dengan gaya riasan flawless makeup. Biasanya untuk wedding, pesta, photoshoot, wisuda dan sebagainya”.

Q: Apa suka dan duka menjalani profesi ini?
A: “Sukanya, dari profesi ini aku jadi bertambah kenalan dan teman. Begitu banyak orang yang aku temui. Begitu banyak cerita inspiratif yang aku dengar. Secara tidak langsung juga karir aku dipromosikan oleh para klien sehingga lebih dikenal. Dukanya mungkin lebih ke teknis. Aku harus bangun subuh-subuh di saat orang lain terlelap. Paling subuh sih pukul 01.30 dini hari. Waktu belum punya asisten juga aku harus mengangkat peralatan sendiri. Lelah pun sudah pasti”.

Q: Siapa support sistem kamu sehingga konsisten di bidang ini?
A: “Yang paling utama keluarga. Mereka yang support aku dari awal. Menfasilitasi aku kursus ke luar pulau, menyediakan peralatan rias yang harganya tidak murah. Begitu juga dengan pacarku yang sejak awal mendukung. Seperti mengenalkanku pada figur-figur penting untuk dirias. Teman-teman dan para dosenku juga supportif sekali”.

Q: Apa harapan yang ingin kamu capai setelah ini?
A: “Aku ingin terus mengembangkan potensi dengan belajar dan terus belajar. Bisa terjun menjadi MUA hingga ke nasional. Merias figur-figur terkenal. Juga ingin punya studio makeup yang besar suatu hari nanti. Semoga terwujud”. (tia)


Industri kecantikan kian berkembang. Profesi sebagai makeup artist menjadi incaran sejumlah kalangan. Tak terkecuali anak muda. Angelina Susilo salah satunya.

Terjun ke dunia menata rias sejak belia, perempuan 21 tahun ini begitu mencintai pekerjaannya. Kepada Radar Banjarmasin, Angel bercerita banyak hal. Simak perbincangan kami.

Q: Sejak kapan kenal makeup?
A: “Sejak kecil, terutama saat aku ikut les balet. Kerap dipilih untuk tampil balet, aku dirias terlebih dahulu. Sejak saat itu aku kenal makeup dan menyukainya”.

Q: Kapan mulai belajar merias?
A: “Tahun 2016. Saat beauty vlogger mulai banyak bermunculan di YouTube. Aku juga mulai sering makeup-in teman-teman saat itu”.

Q: Kapan kamu terjun ke dunia profesi sebagai MUA?
A: “Saat lulus SMA pada tahun 2018. Aku memutuskan untuk mengambil kursus private dengan MUA asal Surabaya, Imel Vilentcia. Berbekal pengalaman dan pembelajaran, sejak saat itu aku mulai aktif menjalani profesi ini di Banjarmasin”.

Q: Tiap MUA punya sentuhan gaya rias yang berbeda. Bagaimana dengan kamu?
A: “Aku lebih ke flawless look. Yakni gaya riasan yang menonjolkan kecantikan alami seseorang. Tidak tebal, namun terlihat cantik. Gaya riasan yang natural, namun prosesnya memang tidak sesimpel yang dilihat. Karena ada teknik khusus.”

Q: Kenapa memilih flawless look?
A: “Berawal dari seleraku sendiri yang suka gaya riasan tipis dan natural. Aku yang tidak begitu cocok makeup bold akhirnya memilih flawless look. Dan khasnya aku, ada sentuhan berbeda terutama pada riasan bagian mata”.

Q: Bagaimana respons masyarakat dengan gaya riasanmu?
A: “Puji tuhan sangat positif. Gaya riasan flawless memang sebegitu diminati saat ini. Terutama bagi yang tidak suka makeup tebal. Berdasarkan testimoni pelanggan, gaya riasan ini juga tidak mudah crack dan aman seharian”.

Baca Juga :  Utamakan Pendidikan Agama untuk Anak

Q: Siapa yang menginspirasi kamu dalam merias?
A: “Masih Imel Vilentcia, karena dia guru pertama aku. Ajaran dia begitu melekat. Selain itu, aku juga belajar dari MUA lainnya. Seperti Dean 818, Adele Makeup, dan Claudia’s Makeup”.

Q: Dalam 4 tahun ini, Angel telah belajar banyak hal tentang merias. Ada rencana upgrading skill lagi?
A: “Tentu ada. Aku selalu ingin upgrade skill, biar kemampuanku semakin mantap. Semakin banyak tempatku belajar, semakin banyak ilmu pula yang aku dapatkan. Seperti dalam waktu dekat aku akan kembali kursus merias dengan Ciel Makeup, MUA yang menurutku sangat inspiratif terutama untuk gaya riasan kekinian”.

Q: Apa tantangan yang kamu hadapi saat merias klien?
A: “Perbedaan karakter wajah masing-masing klien. Sehingga teknik yang dipakai berbeda pula. Selain itu, klien yang memakai krim wajah racikan tertentu juga memengaruhi pengaplikasian makeup. Kadang butuh upaya ekstra agar makeup bisa menempel. Tantangan banget sih menurutku”.

Q: Kira-kira, berapa jumlah orang yang pernah kamu rias selama berkarir menjadi MUA?
A: “Hitungan kasarnya sih mungkin seribu orang. Karena dalam sebulan, Angel bisa melayani 100 klien untuk dirias. Bahkan pernah merias sebelas orang dalam sehari”.

Q: Siapa saja yang pernah kamu rias?
A: “Berbagai kalangan mulai remaja hingga dewasa. Aku juga terlibat dalam dunia beauty pageant (ajang kecantikan) sebagai penata rias. Seperti Puteri Indonesia Kalsel sejak 2019 hingga sekarang. Kemudian juga pernah merias Putri Pariwisata Indonesia, dan lain-lain”.

Baca Juga :  Perempuan Justru Lebih Gesit

Q: Kisaran usia berapa klien yang pernah kamu layani? Untuk momen seperti apa?
A: “Mulai dari usia 14 hingga 80 tahun. Klien terbanyak kisaran usia 17 tahun hingga 28 tahun. Usia-usia yang memang cocok dengan gaya riasan flawless makeup. Biasanya untuk wedding, pesta, photoshoot, wisuda dan sebagainya”.

Q: Apa suka dan duka menjalani profesi ini?
A: “Sukanya, dari profesi ini aku jadi bertambah kenalan dan teman. Begitu banyak orang yang aku temui. Begitu banyak cerita inspiratif yang aku dengar. Secara tidak langsung juga karir aku dipromosikan oleh para klien sehingga lebih dikenal. Dukanya mungkin lebih ke teknis. Aku harus bangun subuh-subuh di saat orang lain terlelap. Paling subuh sih pukul 01.30 dini hari. Waktu belum punya asisten juga aku harus mengangkat peralatan sendiri. Lelah pun sudah pasti”.

Q: Siapa support sistem kamu sehingga konsisten di bidang ini?
A: “Yang paling utama keluarga. Mereka yang support aku dari awal. Menfasilitasi aku kursus ke luar pulau, menyediakan peralatan rias yang harganya tidak murah. Begitu juga dengan pacarku yang sejak awal mendukung. Seperti mengenalkanku pada figur-figur penting untuk dirias. Teman-teman dan para dosenku juga supportif sekali”.

Q: Apa harapan yang ingin kamu capai setelah ini?
A: “Aku ingin terus mengembangkan potensi dengan belajar dan terus belajar. Bisa terjun menjadi MUA hingga ke nasional. Merias figur-figur terkenal. Juga ingin punya studio makeup yang besar suatu hari nanti. Semoga terwujud”. (tia)


Most Read

Artikel Terbaru

/