alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Pedagang Migor Kesulitan Pasokan

RANTAU – Pedagang minyak goreng di pasar-pasar di Tapin kesulitan memenuhi kebutuhan pelanggan akan minyak goreng. Bahkan mereka sempat mencari sendiri ke Banjarmasin.

Seperti Noorhayu, salah satu pedagang di Pasar Keraton Rantau. Ia memberitahukan, stok minyak goreng menipis, saat beli di Banjarmasin pun tidak banyak didapat.

“Stok minyak goreng sekarang tidak sampai 10 liter. Merek Alif dijual Rp18 ribu perliter,” ucapnya, Minggu (6/3).

Diakuinya, tidak hanya tokonya saja yang kesulitan stoknya menipis, tapi beberapa toko lainnya juga sama. Hal ini pun membuatnya bingung, karena kesulitan mencari pasokan minyak goreng.

“Sebenarnya banyak pesanan pelanggan, tapi tidak bisa kita penuhi,” ucapnya.

Memang, diakuinya, pemerintah sempat membagikan minyak goreng subsidi, tapi hanya kebagian tujuh dus dan dijual Rp14.000 ribu per liter. “Tapi hanya sekali saja, sekarang tidak ada lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Ketentuan HET 14.000 Tak Lagi Berlaku, Siap-Siap Harga Minyak Goreng Melonjak

Diberitahukannya, situasi seperti ini, baru kali ini dirasakannya setelah berjualan selama 20 tahun lebih.

“Saya bersama pedagang lain, berharap minyak goreng kembali normal,” tuturnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan Tapin, Hermansyah mengaku, bahwa situasi ini memang masalah Nasional.

“Untuk kebutuhan minyak goreng di pasar-pasar di Tapin, memang tergantung dari distributor seperti dari Banjarmasin, Barabai dan Tanah Bumbu. Yang menurut data Provinsi di tiga wilayah tersebut dalam sepekan sudah habis,” ucapnya.

Diakuinya, Disdag Tapin hanya bisa melakukan monitoring harga dan kelangkaan minyak goreng. Karena Tapin tidak ada gudang distributornya.

“Untuk harga di Pasar sekira Rp16 ribu- Rp20 ribu. Sedangkan di retail modern harganya sama di pasar, dan juga mengalami kelangkaan,” jelasnya. (dly)

Baca Juga :  Buru Minyak Curah, Warga Ramai Kumpulkan Jeriken

RANTAU – Pedagang minyak goreng di pasar-pasar di Tapin kesulitan memenuhi kebutuhan pelanggan akan minyak goreng. Bahkan mereka sempat mencari sendiri ke Banjarmasin.

Seperti Noorhayu, salah satu pedagang di Pasar Keraton Rantau. Ia memberitahukan, stok minyak goreng menipis, saat beli di Banjarmasin pun tidak banyak didapat.

“Stok minyak goreng sekarang tidak sampai 10 liter. Merek Alif dijual Rp18 ribu perliter,” ucapnya, Minggu (6/3).

Diakuinya, tidak hanya tokonya saja yang kesulitan stoknya menipis, tapi beberapa toko lainnya juga sama. Hal ini pun membuatnya bingung, karena kesulitan mencari pasokan minyak goreng.

“Sebenarnya banyak pesanan pelanggan, tapi tidak bisa kita penuhi,” ucapnya.

Memang, diakuinya, pemerintah sempat membagikan minyak goreng subsidi, tapi hanya kebagian tujuh dus dan dijual Rp14.000 ribu per liter. “Tapi hanya sekali saja, sekarang tidak ada lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Buru Minyak Curah, Warga Ramai Kumpulkan Jeriken

Diberitahukannya, situasi seperti ini, baru kali ini dirasakannya setelah berjualan selama 20 tahun lebih.

“Saya bersama pedagang lain, berharap minyak goreng kembali normal,” tuturnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perdagangan Tapin, Hermansyah mengaku, bahwa situasi ini memang masalah Nasional.

“Untuk kebutuhan minyak goreng di pasar-pasar di Tapin, memang tergantung dari distributor seperti dari Banjarmasin, Barabai dan Tanah Bumbu. Yang menurut data Provinsi di tiga wilayah tersebut dalam sepekan sudah habis,” ucapnya.

Diakuinya, Disdag Tapin hanya bisa melakukan monitoring harga dan kelangkaan minyak goreng. Karena Tapin tidak ada gudang distributornya.

“Untuk harga di Pasar sekira Rp16 ribu- Rp20 ribu. Sedangkan di retail modern harganya sama di pasar, dan juga mengalami kelangkaan,” jelasnya. (dly)

Baca Juga :  Minyak Goreng Aman Sampai Ramadan

Most Read

Artikel Terbaru

/