alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Naik Pesawat Tak Perlu Antigen dan PCR

BANJARMASIN – Kabar menggembirakan datang dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tes RT-PCR maupun tes antigen tak perlu lagi sebagai syarat perjalanan domestik.

Aturan ini berlaku tak hanya untuk moda transportasi udara. Namun juga untuk moda transortasi laut dan darat. Luhut mengatakan, aturan ini dalam rangka transisi menuju aktivitas normal.

“Hari ini (kemarin), pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan. Pertama, pelaku perjalanan domestik yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen dan PCR negatif,” katanya kemarin.

Ketentuan ini akan dituangkan dalam peraturan kementerian dan lembaga yang bakal terbit dalam waktu dekat. Luhut menambahkan, pemerintah juga akan membebaskan kewajiban karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali.

Meski demikian tekannya, PPLN harus sudah mendapatkan vaksin dosis kedua atau dosis penguat (booster). Selain itu, mereka harus menunjukkan bukti pemesanan kamar hotel selama delapan hari bagi warga negara asing atau kartu domisili bagi warga negara Indonesia.

Kebijakan tak lagi mensyaratkan tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik ini, karena tren kasus harian nasional Covid-19 yang menyurut Luhut mengklaim kasus Covid-19 sangat menurun signifikan dalam sepekan terakhir. Begitu pula dengan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR dan tingkat kematian.

“Tren penurunan konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali. Tingkat rawat inap menurun terkecuali DIY. DIY akan turun beberapa hari ke depan,” sebutnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, pihaknya memang sudah mendengar kabar ini melalui pemberitaan di media. “Kabarnya demikian. Kami sambil menunggu edaran resminya,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, kebijakan ini tentu saja harus diimbangi pula pelaksanaan dan percepatan vaksinasi. Terlebih, untuk vaksinasi kedua di Kalsel capaiannya masih di bawah 70 persen. “Untuk vaksin kedua di Kalsel masih 55 persen. Ini PR yang harus perlu dikejar lagi,” sebutnya.

Baca Juga :  Ancaman Omicron di Lapas Banjarbaru, Titipan Makanan Ikut Dibatasi

Lalu bagaimana tanggapan pelaku usaha transportasi? Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi mengatakan, kebijakan ini sangat menggembirakan. Bagaimana tidak, sebelumnya para penumpang harus mengeluarkan lagi uang untuk pemeriksaan tes antigen atau PCR.

Penumpang kapal laut berbeda dengan penumpang udara yang dari kalangan menengah ke atas. Bagi penumpang kapal laut, mengeluarkan uang untuk tes Covid-19 akan memangkas uang yang bisa dipakai untuk hal lain.“Kami sangat menyambut baik kebijakan ini. Penumpang yang sudah vaksin dua kali tentu saja dimudahkan,” ujar Anton kemarin.

Dia optimis, penumpang kapal laut akan semakin tinggi pasca keluarnya kebijakan ini. Apalagi, dalam waktu akan ada momen mudik. “ Ini menggembirakan bagi pengusaha moda transportasi,” imbuhnya.

Sementara itu, dihapusnya syarat bukti tes RT-PCR maupun antigen negatif bagi para penumpang disambut baik oleh otoritas Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan, bandara menyambut baik dihapusnya syarat tes Covid-19 karena akan meningkatkan animo masyarakat menggunakan transportasi udara.

“Namun walaupun tidak ada syarat tes PCR dan antigen, protokol kesehatan masih tetap diterapkan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Saat ini ujar dia, pihaknya masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat terkait dihapusnya syarat bukti tes RT-PCR maupun antigen negatif bagi para penumpang perjalanan domestik.

Disinggung terkait trend penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Zulfian menuturkan, tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan 2021 lalu.

“Tahun sebelumnya rata-rata penumpang berangkat dan datang di bawah 4 ribu, kalau sekarang 4 ribu lebih. Bahkan sampai 5 ribu,” tuturnya.

Baca Juga :  RS Datu Sanggul: Pasien Covid-19 Hampir Semua Belum Vaksin

Secara terpisah, Area Manager Lion Air Kalselteng Agung Purnama juga menyambut baik dihapusnya syarat tes Covid-19 bagi penumpang transportasi udara, darat dan laut. “Karena kebijakan ini bisa menambah animo masyarakat berpergian,” ucapnya.

Di Bandara Internasional Syamsudin Noor kata dia, kebijakan ini belum diterapkan. “Kemungkinan masih menunggu SE dari Satgas Covid-19,” katanya.

Di sisi lain, GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latief menyampaikan, pihaknya akan mengikuti ketentuan SE dari pusat yang akan segera terbit tersebut. “Kami berharap ini direspons positif oleh para pelanggan setia Garuda, untuk kemudahan persyaratan perjalanan yang diberlakukan,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan kerja sama mereka dengan pihak ketiga dalam pelayanan tes PCR dan antigen? Dia mengungkapkan, kerja sama tetap berjalan. “Karena tes tetap diberlakukan bagi calon penumpang berusia 12 tahun ke bawah dan komorbit,” pungkasnya.

Farid, salah seorang warga Banjarmasin mengatakan kebijakan ini sudah lama ditunggu-tunggu. Dia tiap bulan bolak balik Surabaya-Banjarmasin. Setiap berangkat harus tes Covid-19 dulu dan mengisi E-HAC yang menyita waktunya. “Kebijakan ini sangat masuk akal. Buat apa vaksin dua kali atau booster jika masih ada syarat tes Covid-19. Semoga saja kebijakan ini terus-terusan,” ujarnya. (mof/ris/by/ran)

ATURAN BARU TENTANG TRANSPORTASI DAN PELANCONG

– Tes PCR dan tes antigen tak perlu lagi sebagai syarat perjalanan domestik, baik vis udara, laut maupun darat.

– Penumpang tetap wajib menunjukkan bukti vaksin dosis kedua.

– Kewajiban karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali akan dihapus. Tetapi mereka harus menunjukkan bukti pemesanan kamar hotel selama delapan hari bagi warga negara asing atau kartu domisili bagi warga negara Indonesia.

BANJARMASIN – Kabar menggembirakan datang dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tes RT-PCR maupun tes antigen tak perlu lagi sebagai syarat perjalanan domestik.

Aturan ini berlaku tak hanya untuk moda transportasi udara. Namun juga untuk moda transortasi laut dan darat. Luhut mengatakan, aturan ini dalam rangka transisi menuju aktivitas normal.

“Hari ini (kemarin), pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan. Pertama, pelaku perjalanan domestik yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen dan PCR negatif,” katanya kemarin.

Ketentuan ini akan dituangkan dalam peraturan kementerian dan lembaga yang bakal terbit dalam waktu dekat. Luhut menambahkan, pemerintah juga akan membebaskan kewajiban karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali.

Meski demikian tekannya, PPLN harus sudah mendapatkan vaksin dosis kedua atau dosis penguat (booster). Selain itu, mereka harus menunjukkan bukti pemesanan kamar hotel selama delapan hari bagi warga negara asing atau kartu domisili bagi warga negara Indonesia.

Kebijakan tak lagi mensyaratkan tes antigen dan PCR untuk perjalanan domestik ini, karena tren kasus harian nasional Covid-19 yang menyurut Luhut mengklaim kasus Covid-19 sangat menurun signifikan dalam sepekan terakhir. Begitu pula dengan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR dan tingkat kematian.

“Tren penurunan konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali. Tingkat rawat inap menurun terkecuali DIY. DIY akan turun beberapa hari ke depan,” sebutnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, pihaknya memang sudah mendengar kabar ini melalui pemberitaan di media. “Kabarnya demikian. Kami sambil menunggu edaran resminya,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, kebijakan ini tentu saja harus diimbangi pula pelaksanaan dan percepatan vaksinasi. Terlebih, untuk vaksinasi kedua di Kalsel capaiannya masih di bawah 70 persen. “Untuk vaksin kedua di Kalsel masih 55 persen. Ini PR yang harus perlu dikejar lagi,” sebutnya.

Baca Juga :  Bandara Syamsudin Noor Tambah Dua Maskapai Baru

Lalu bagaimana tanggapan pelaku usaha transportasi? Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi mengatakan, kebijakan ini sangat menggembirakan. Bagaimana tidak, sebelumnya para penumpang harus mengeluarkan lagi uang untuk pemeriksaan tes antigen atau PCR.

Penumpang kapal laut berbeda dengan penumpang udara yang dari kalangan menengah ke atas. Bagi penumpang kapal laut, mengeluarkan uang untuk tes Covid-19 akan memangkas uang yang bisa dipakai untuk hal lain.“Kami sangat menyambut baik kebijakan ini. Penumpang yang sudah vaksin dua kali tentu saja dimudahkan,” ujar Anton kemarin.

Dia optimis, penumpang kapal laut akan semakin tinggi pasca keluarnya kebijakan ini. Apalagi, dalam waktu akan ada momen mudik. “ Ini menggembirakan bagi pengusaha moda transportasi,” imbuhnya.

Sementara itu, dihapusnya syarat bukti tes RT-PCR maupun antigen negatif bagi para penumpang disambut baik oleh otoritas Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan, bandara menyambut baik dihapusnya syarat tes Covid-19 karena akan meningkatkan animo masyarakat menggunakan transportasi udara.

“Namun walaupun tidak ada syarat tes PCR dan antigen, protokol kesehatan masih tetap diterapkan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Saat ini ujar dia, pihaknya masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat terkait dihapusnya syarat bukti tes RT-PCR maupun antigen negatif bagi para penumpang perjalanan domestik.

Disinggung terkait trend penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Zulfian menuturkan, tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan 2021 lalu.

“Tahun sebelumnya rata-rata penumpang berangkat dan datang di bawah 4 ribu, kalau sekarang 4 ribu lebih. Bahkan sampai 5 ribu,” tuturnya.

Baca Juga :  Kasus Covid19 di Banjarbaru Cenderung Melandai Sejak 19 Februari

Secara terpisah, Area Manager Lion Air Kalselteng Agung Purnama juga menyambut baik dihapusnya syarat tes Covid-19 bagi penumpang transportasi udara, darat dan laut. “Karena kebijakan ini bisa menambah animo masyarakat berpergian,” ucapnya.

Di Bandara Internasional Syamsudin Noor kata dia, kebijakan ini belum diterapkan. “Kemungkinan masih menunggu SE dari Satgas Covid-19,” katanya.

Di sisi lain, GM Garuda Indonesia Banjarmasin, Endy Latief menyampaikan, pihaknya akan mengikuti ketentuan SE dari pusat yang akan segera terbit tersebut. “Kami berharap ini direspons positif oleh para pelanggan setia Garuda, untuk kemudahan persyaratan perjalanan yang diberlakukan,” ucapnya.

Lalu bagaimana dengan kerja sama mereka dengan pihak ketiga dalam pelayanan tes PCR dan antigen? Dia mengungkapkan, kerja sama tetap berjalan. “Karena tes tetap diberlakukan bagi calon penumpang berusia 12 tahun ke bawah dan komorbit,” pungkasnya.

Farid, salah seorang warga Banjarmasin mengatakan kebijakan ini sudah lama ditunggu-tunggu. Dia tiap bulan bolak balik Surabaya-Banjarmasin. Setiap berangkat harus tes Covid-19 dulu dan mengisi E-HAC yang menyita waktunya. “Kebijakan ini sangat masuk akal. Buat apa vaksin dua kali atau booster jika masih ada syarat tes Covid-19. Semoga saja kebijakan ini terus-terusan,” ujarnya. (mof/ris/by/ran)

ATURAN BARU TENTANG TRANSPORTASI DAN PELANCONG

– Tes PCR dan tes antigen tak perlu lagi sebagai syarat perjalanan domestik, baik vis udara, laut maupun darat.

– Penumpang tetap wajib menunjukkan bukti vaksin dosis kedua.

– Kewajiban karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali akan dihapus. Tetapi mereka harus menunjukkan bukti pemesanan kamar hotel selama delapan hari bagi warga negara asing atau kartu domisili bagi warga negara Indonesia.

Most Read

Artikel Terbaru

/