alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Uang Pembinaan Lomba BUMDesa Naik Jadi Rp104 Juta, Kotabaru Absen

BANJARMASIN – Tahun ini, Pemprov Kalsel menaikkan uang pembinaan lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) tingkat provinsi. Dari yang sebelumnya hanya Rp90 juta, menjadi Rp104 juta.

Meski demikian, peserta tahun ini jumlahnya mengalami pengurangan. Jika pada 2021 lalu lomba ini diikuti sebanyak 26 BUMDesa, kini hanya diikuti 10 BUMDesa dari 10 kabupaten di Kalsel.

Dibeberkan Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, saat ini peserta lomba BUMDesa 2020 sudah melalui tahap seleksi oleh kabupaten masing-masing. Ada sepuluh kabupaten yang menominasikan satu BUMDesa unggulan. “Saat ini sedang dinilai oleh tim provinsi untuk menentukan yang terbaik se-Kalsel,” bebernya kemarin.

Disebutkannya, sepuluh kabupaten yang berkompetisi pada Lomba BUMDesa Provinsi Kalsel tahun ini adalah Kabupaten Banjar, Batola, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

Farid menjelaskan, juara tahun lalu dari Kabupaten Tanah Laut tak lagi diikutsertakan. Pemenang tahun lalu sebutnya, akan lebih dipacu untuk pengembangan jaringan dan kemitraan agar bisa lebih memperluas pasar.

Baca Juga :  Gaji Kepala Desa Tak Dirapel Lagi

“Kami ingin mendorong teman-teman BUMDesa yang lain agar bisa berkreasi, lebih berkembang, melakukan diversifikasi dan menambah usahanya agar perekonomian desa semakin meningkat. Ini akan menjadi komponen utama dari penilaian,” paparnya.

Sementara, Kabupaten Kotabaru, memutuskan tidak mengikutsertakan perwakilannya pada lomba tahun ini. Dia menjelaskan, sebenarnya Kotabaru telah melakukan penilaian BUMDesa dan memiliki yang terbaik di daerahnya. Namun karena kondisi tidak memungkinkan dan jarak serta aksesnya cukup jauh dari ibukota provinsi, maka tak ikut serta.

“Sementara kami kami juga sudah mempunyai jadwal penilaian tersendiri, akhirnya mereka memutuskan tidak mengikutsertakan perwakilannya pada lomba kali ini,” terangnya.

Penilaian sendiri akan dilaksanakan hingga minggu ketiga bulan ini. Tim penilai adalah dari Dinas PMD Kalsel dan tenaga ahli. “Setelah tahap penilaian ke kabupaten rampung, kami mengadakan rapat verifikasi nilai. Pemenangnya dari juara satu hingga harapan diumumkan pada bulan Juni dalam kegiatan BUMDesa Expo 2022 nanti,” tandasnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Pendaftaran Pilkades Sepi

Untuk diketahui, pada lomba yang sama tahun lalu, BUMDes Berkah Mulia Desa Bukit Mulia asal Tanah Laut meraih terbaik 1. BUMDes ini memiliki usaha jasa katering sebagai unit usaha unggulan yang berhasil mendapat kepercayaan PT. Arutmin Indonesia untuk memenuhi makanan harian karyawan.

Selain itu, ada pula beberapa unit usaha lainnya seperti jasa konstruksi, peternakan kambing, peternakan ayam petelur, agen pembayaran, layanan air bersih. Bahkan, BUMDes ini mempunyai produk unggulan berupa produk minuman jahe merah instan yang sudah memiliki pangsa pasar cakupan kota-kota besar di Indonesia, serta produk lainnya seperti Virgin Coconut Oil (VCO) temulawak instan, kunyit instan, rempah instan, kencur instan, Pupuk Bokashi, serta Bos Urin pupuk yang terbuat dari urine sapi. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Tahun ini, Pemprov Kalsel menaikkan uang pembinaan lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) tingkat provinsi. Dari yang sebelumnya hanya Rp90 juta, menjadi Rp104 juta.

Meski demikian, peserta tahun ini jumlahnya mengalami pengurangan. Jika pada 2021 lalu lomba ini diikuti sebanyak 26 BUMDesa, kini hanya diikuti 10 BUMDesa dari 10 kabupaten di Kalsel.

Dibeberkan Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, saat ini peserta lomba BUMDesa 2020 sudah melalui tahap seleksi oleh kabupaten masing-masing. Ada sepuluh kabupaten yang menominasikan satu BUMDesa unggulan. “Saat ini sedang dinilai oleh tim provinsi untuk menentukan yang terbaik se-Kalsel,” bebernya kemarin.

Disebutkannya, sepuluh kabupaten yang berkompetisi pada Lomba BUMDesa Provinsi Kalsel tahun ini adalah Kabupaten Banjar, Batola, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

Farid menjelaskan, juara tahun lalu dari Kabupaten Tanah Laut tak lagi diikutsertakan. Pemenang tahun lalu sebutnya, akan lebih dipacu untuk pengembangan jaringan dan kemitraan agar bisa lebih memperluas pasar.

Baca Juga :  Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

“Kami ingin mendorong teman-teman BUMDesa yang lain agar bisa berkreasi, lebih berkembang, melakukan diversifikasi dan menambah usahanya agar perekonomian desa semakin meningkat. Ini akan menjadi komponen utama dari penilaian,” paparnya.

Sementara, Kabupaten Kotabaru, memutuskan tidak mengikutsertakan perwakilannya pada lomba tahun ini. Dia menjelaskan, sebenarnya Kotabaru telah melakukan penilaian BUMDesa dan memiliki yang terbaik di daerahnya. Namun karena kondisi tidak memungkinkan dan jarak serta aksesnya cukup jauh dari ibukota provinsi, maka tak ikut serta.

“Sementara kami kami juga sudah mempunyai jadwal penilaian tersendiri, akhirnya mereka memutuskan tidak mengikutsertakan perwakilannya pada lomba kali ini,” terangnya.

Penilaian sendiri akan dilaksanakan hingga minggu ketiga bulan ini. Tim penilai adalah dari Dinas PMD Kalsel dan tenaga ahli. “Setelah tahap penilaian ke kabupaten rampung, kami mengadakan rapat verifikasi nilai. Pemenangnya dari juara satu hingga harapan diumumkan pada bulan Juni dalam kegiatan BUMDesa Expo 2022 nanti,” tandasnya.

Baca Juga :  Gaji Kepala Desa Tak Dirapel Lagi

Untuk diketahui, pada lomba yang sama tahun lalu, BUMDes Berkah Mulia Desa Bukit Mulia asal Tanah Laut meraih terbaik 1. BUMDes ini memiliki usaha jasa katering sebagai unit usaha unggulan yang berhasil mendapat kepercayaan PT. Arutmin Indonesia untuk memenuhi makanan harian karyawan.

Selain itu, ada pula beberapa unit usaha lainnya seperti jasa konstruksi, peternakan kambing, peternakan ayam petelur, agen pembayaran, layanan air bersih. Bahkan, BUMDes ini mempunyai produk unggulan berupa produk minuman jahe merah instan yang sudah memiliki pangsa pasar cakupan kota-kota besar di Indonesia, serta produk lainnya seperti Virgin Coconut Oil (VCO) temulawak instan, kunyit instan, rempah instan, kencur instan, Pupuk Bokashi, serta Bos Urin pupuk yang terbuat dari urine sapi. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/