alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Hampir Adu Jotos karena Sampah, Aparat Pemkab Jangan Lamban

BANJARMASIN – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Griya Permata, Semangat Dalam sudah ditutup aparat desa.

Namun, memasuki hari keempat penutupan, ternyata masih banyak yang membuang sampah ke sana.

Masalahnya semakin ruwet karena lokasinya persis di depan Kompleks Persada Permai Baru 2 dan 3.
Pembuang mengabaikan spanduk larangan yang dipampang di sana.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (4/3), beberapa pengendara yang melintas membuang bungkusan sampahnya ke sana.

Akibatnya, jalan menjadi sempit. Tertutup oleh luberan sampah yang berbau anyir. Sebab, eks TPS itu sudah ditutup dengan pagar seng.

Paling parah pada pagi hari. Arus lalu lintas di kawasan perbatasan Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin itu semakin padat merayap. Menambah kemacetan.

Warga sekitar, Evi sudah lama mengeluhkan keberadaan TPS itu. Itulah mengapa mereka meminta TPS itu ditutup.

Baca Juga :  Kena Denda Rp50 Ribu

“Nah, setelah ditutup, masalah rupanya tak kelar, malah bertambah rumit. Masih banyak yang bandel,” ujarnya.

“Saya sih sudah pasrah melihatnya,” tambah ibu rumah tangga itu.

Relawan yang menjaga eks TPS itu, Isur menceritakan, banyak pembuang yang nekat. “Selama tiga hari di sini, sudah banyak yang saya tegur. Tapi mereka ngeyel. Tetap saja membuang kemari,” keluhnya.

Dia menduga, pembuang bukan warga sana. “Kebanyakan warga luar,” tuduhnya.

Sejak ditutup, sampah diarahkan untuk dibuang ke depo sampah dekat Terminal Handil Bakti. Sebenarnya, jaraknya tak terlalu jauh.

“Para ketua RT juga sudah mensosialisasikan lewat grup-grup WhatsApp kompleks-kompleks di sini,” tambah Isur.

Selain lahannya milik pribadi, eks TPS itu ditutup karena kondisinya semakin kumuh. Mengingat ada gubuk-gubuk pemulung yang berdiri di seberangnya.

Baca Juga :  Kelebihan Beban, 2 TPS Direlokasi

“Kami dari lima rukun tetangga sini sudah lelah mensosialisasikannya,” kata salah seorang ketua RT yang meminta namanya tak dikorankan.

Diingatkannya, selama gunungan sampah di sana tetap ada, maka akan mengundang para pembuang lainnya.
“Jadi sekarang kami berharap pemkab turun tangan dan bertindak tegas,” pintanya.

Pernah para RT menghubungi dinas terkait. Tanggapannya, dikirimkan satu truk sampah untuk membersihkan. Sayangnya, hanya sekali itu saja. Setelah itu tak pernah datang lagi.

Puncaknya, terkadang terjadi ketegangan di lapangan. Ketika pembuang ditegur, ada saja yang mengajak adu jotos.

“Karena kami sudah tak sanggup lagi berjaga di sini. Malah hampir bentrok dengan para pembuang. Aparat jangan lamban. Jangan janji-janji saja,” tutupnya. (lan/fud)

BANJARMASIN – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Griya Permata, Semangat Dalam sudah ditutup aparat desa.

Namun, memasuki hari keempat penutupan, ternyata masih banyak yang membuang sampah ke sana.

Masalahnya semakin ruwet karena lokasinya persis di depan Kompleks Persada Permai Baru 2 dan 3.
Pembuang mengabaikan spanduk larangan yang dipampang di sana.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (4/3), beberapa pengendara yang melintas membuang bungkusan sampahnya ke sana.

Akibatnya, jalan menjadi sempit. Tertutup oleh luberan sampah yang berbau anyir. Sebab, eks TPS itu sudah ditutup dengan pagar seng.

Paling parah pada pagi hari. Arus lalu lintas di kawasan perbatasan Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin itu semakin padat merayap. Menambah kemacetan.

Warga sekitar, Evi sudah lama mengeluhkan keberadaan TPS itu. Itulah mengapa mereka meminta TPS itu ditutup.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

“Nah, setelah ditutup, masalah rupanya tak kelar, malah bertambah rumit. Masih banyak yang bandel,” ujarnya.

“Saya sih sudah pasrah melihatnya,” tambah ibu rumah tangga itu.

Relawan yang menjaga eks TPS itu, Isur menceritakan, banyak pembuang yang nekat. “Selama tiga hari di sini, sudah banyak yang saya tegur. Tapi mereka ngeyel. Tetap saja membuang kemari,” keluhnya.

Dia menduga, pembuang bukan warga sana. “Kebanyakan warga luar,” tuduhnya.

Sejak ditutup, sampah diarahkan untuk dibuang ke depo sampah dekat Terminal Handil Bakti. Sebenarnya, jaraknya tak terlalu jauh.

“Para ketua RT juga sudah mensosialisasikan lewat grup-grup WhatsApp kompleks-kompleks di sini,” tambah Isur.

Selain lahannya milik pribadi, eks TPS itu ditutup karena kondisinya semakin kumuh. Mengingat ada gubuk-gubuk pemulung yang berdiri di seberangnya.

Baca Juga :  Buang Energi untuk Pembuang Bebal

“Kami dari lima rukun tetangga sini sudah lelah mensosialisasikannya,” kata salah seorang ketua RT yang meminta namanya tak dikorankan.

Diingatkannya, selama gunungan sampah di sana tetap ada, maka akan mengundang para pembuang lainnya.
“Jadi sekarang kami berharap pemkab turun tangan dan bertindak tegas,” pintanya.

Pernah para RT menghubungi dinas terkait. Tanggapannya, dikirimkan satu truk sampah untuk membersihkan. Sayangnya, hanya sekali itu saja. Setelah itu tak pernah datang lagi.

Puncaknya, terkadang terjadi ketegangan di lapangan. Ketika pembuang ditegur, ada saja yang mengajak adu jotos.

“Karena kami sudah tak sanggup lagi berjaga di sini. Malah hampir bentrok dengan para pembuang. Aparat jangan lamban. Jangan janji-janji saja,” tutupnya. (lan/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/