alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Tilang Elektronik Sudah Berlaku di Banjarmasin, Sudah 14 Pengendara yang Kena

BANJARMASIN – Ditlantas Polda Kalsel mulai menerapkan tilang elektronik (ETLE) sejak 1 Maret kemarin. Sudah belasan pengendara roda dua dan empat yang terjaring.

“Hari pertama ada delapan yang ditilang, hari kedua ada enam,” sebut Kasubdit Gakkum Ditlantas, Kompol Tri Menti kemarin (2/3).

Dijelaskannya, sebenarnya banyak pelanggaran yang terekam kamera. Tapi setelah foto-fotonya dianalisis, tak semuanya disanksi.

Ke-14 pengendara itu pun sudah dikirimi surat tilang. “Yang terjaring pada hari pertama sudah disurati kemarin,” tambahnya.

Menurutnya, tak ada pelanggar yang dominan. Ada angkutan barang maupun penumpang.

“Kalau kesalahannya, dari melanggar lampu merah, tak mengenakan helm dan tak mengenakan sabuk pengaman,” jelas Tri.

Kamera-kamera pengawas itu dipasang di pertigaan Jalan Ahmad Yani km 6 dan Jalan Pramuka. Lalu di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Samudera.

Baca Juga :  Operasi ODOL, Puluhan Truk yang Lewati Jalan Bypass Rantau Ditilang

Jenis kameranya pun berbeda. Kamera e-Police mendeteksi pelanggaran lampu merah. Sedangkan kamera checkpoint bisa mendeteksi sabuk pengaman, pelanggaran marka jalan, atau pengendara yang menggunakan ponsel.

Lantas, bagaimana bila kendaraan itu ternyata sudah berpindah tangan alias dijual?

Tri menjawab, surat tilang dikirimkan ke alamat yang tertera di STNK. Jika memang sudah dijual, maka pemilik pertama mengkonfirmasi ke alamat situs yang tertera di surat.

Nanti, polantas akan berkoordinasi dengan Samsat untuk memblokir pengesahan atau daftar ulang STNK sampai pemilik kendaraan sebenarnya membayar denda tilangnya.

“Tapi kalau pemiliknya memang sesuai dengan STNK, akan diberikan kode virtual account. Bisa langsung disetor ke bank atau ditransfer ke ATM,” tutupnya. (gmp/fud)

Baca Juga :  Pakai Sistem Pengenal Wajah, Tilang Elektronik Polda Kalsel Diresmikan

BANJARMASIN – Ditlantas Polda Kalsel mulai menerapkan tilang elektronik (ETLE) sejak 1 Maret kemarin. Sudah belasan pengendara roda dua dan empat yang terjaring.

“Hari pertama ada delapan yang ditilang, hari kedua ada enam,” sebut Kasubdit Gakkum Ditlantas, Kompol Tri Menti kemarin (2/3).

Dijelaskannya, sebenarnya banyak pelanggaran yang terekam kamera. Tapi setelah foto-fotonya dianalisis, tak semuanya disanksi.

Ke-14 pengendara itu pun sudah dikirimi surat tilang. “Yang terjaring pada hari pertama sudah disurati kemarin,” tambahnya.

Menurutnya, tak ada pelanggar yang dominan. Ada angkutan barang maupun penumpang.

“Kalau kesalahannya, dari melanggar lampu merah, tak mengenakan helm dan tak mengenakan sabuk pengaman,” jelas Tri.

Kamera-kamera pengawas itu dipasang di pertigaan Jalan Ahmad Yani km 6 dan Jalan Pramuka. Lalu di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Samudera.

Baca Juga :  Pakai Sistem Pengenal Wajah, Tilang Elektronik Polda Kalsel Diresmikan

Jenis kameranya pun berbeda. Kamera e-Police mendeteksi pelanggaran lampu merah. Sedangkan kamera checkpoint bisa mendeteksi sabuk pengaman, pelanggaran marka jalan, atau pengendara yang menggunakan ponsel.

Lantas, bagaimana bila kendaraan itu ternyata sudah berpindah tangan alias dijual?

Tri menjawab, surat tilang dikirimkan ke alamat yang tertera di STNK. Jika memang sudah dijual, maka pemilik pertama mengkonfirmasi ke alamat situs yang tertera di surat.

Nanti, polantas akan berkoordinasi dengan Samsat untuk memblokir pengesahan atau daftar ulang STNK sampai pemilik kendaraan sebenarnya membayar denda tilangnya.

“Tapi kalau pemiliknya memang sesuai dengan STNK, akan diberikan kode virtual account. Bisa langsung disetor ke bank atau ditransfer ke ATM,” tutupnya. (gmp/fud)

Baca Juga :  Operasi ODOL, Puluhan Truk yang Lewati Jalan Bypass Rantau Ditilang

Most Read

Artikel Terbaru

/