alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Menjebak Babi, Anak Kecil yang Tewas

PARINGIN – Berniat ingin menjebak babi yang kerap merusak kebun pisangnya, Igong (43) memasang jebakan berbahan bambu yang dibuat runcing di bagian ujungnya untuk menangkap hewan tersebut.

Bambu runcing itu kemudian dikaitkan dengan seutas tali, sehingga cara kerja jebakan ini kalau talinya disentuh maka bambu akan meluncur seperti anak panah.

Namun nahas, bukannya mengenai babi jebakan itu justru memakan korban jiwa manusia. Ialah Asek (14), seorang anak dari warga yang bermukim di sekitar. Terhitung masih kerabat dengan Igong.

Korban yang tertusuk bambu runcing pada bagian samping dadanya sebelah kanan, mengakibatkannya seketika meninggal dunia di tempat kejadian.

Igong yang merasa panik, kemudian menguburkan korban sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Dan pada hari Senin tanggal 28 Februari 2022 sekira jam 17.00 Wita, baru lah dia melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Desa Marajai, Hatrianto dan meminta bantuan untuk mengantarnya ke Polsek Halong guna menyerahkan diri.

Baca Juga :  Tertimpa Reruntuhan, Ibu dan Bayi Meninggal Bersamaan

Mendapati laporan itu, Selasa (1/3) jajaran Polsek Halong bersama Satreskrim Polres Balangan kemudian mendatangi tempat kejadian di Dusun Hulu Sungai Mamukau, Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

Tempat kejadian yang berada di tengah pegunungan, sehingga memerlukan waktu empat jam jalan kaki untuk mencapainya.

Diungkapkan Kasat Reskrim Polres Balangan, Iptu Krismandra yang memimpin penelusuran ke tempat kejadian menuturkan, saat kuburan dibongkar jasad Asek dalam posisi terlipat menyamping. Pada bagian atas kuburan ada tumpukan bambu serta kayu.

Berdasarkan olah TKP yang pihaknya lakukan, kata dia, dikumpulkan beberapa barang bukti serta hasil visum terhadap jasad korban. Setidaknya ada terdapat dua mata luka menembus dada yang diduga akibat bambu runcing.

Baca Juga :  Tewas Tertimpa Bersama Janin

“Olah TKP sendiri secara langsung disaksikan oleh keluarga korban. Terlapor dijerat dengan Pasal 359, ancaman hukuman kurungan paling lama lima tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Krismandra mengimbau pada warga yang melakukan ladang berpindah, agar tidak sembarangan dalam membuat dan menempatkan jebakan hewan, sehingga membahayakan orang lain. (why)

PARINGIN – Berniat ingin menjebak babi yang kerap merusak kebun pisangnya, Igong (43) memasang jebakan berbahan bambu yang dibuat runcing di bagian ujungnya untuk menangkap hewan tersebut.

Bambu runcing itu kemudian dikaitkan dengan seutas tali, sehingga cara kerja jebakan ini kalau talinya disentuh maka bambu akan meluncur seperti anak panah.

Namun nahas, bukannya mengenai babi jebakan itu justru memakan korban jiwa manusia. Ialah Asek (14), seorang anak dari warga yang bermukim di sekitar. Terhitung masih kerabat dengan Igong.

Korban yang tertusuk bambu runcing pada bagian samping dadanya sebelah kanan, mengakibatkannya seketika meninggal dunia di tempat kejadian.

Igong yang merasa panik, kemudian menguburkan korban sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Dan pada hari Senin tanggal 28 Februari 2022 sekira jam 17.00 Wita, baru lah dia melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Desa Marajai, Hatrianto dan meminta bantuan untuk mengantarnya ke Polsek Halong guna menyerahkan diri.

Baca Juga :  Sebabkan Kematian Ibu dan Janin, Sang Sopir Resmi Jadi Tersangka

Mendapati laporan itu, Selasa (1/3) jajaran Polsek Halong bersama Satreskrim Polres Balangan kemudian mendatangi tempat kejadian di Dusun Hulu Sungai Mamukau, Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

Tempat kejadian yang berada di tengah pegunungan, sehingga memerlukan waktu empat jam jalan kaki untuk mencapainya.

Diungkapkan Kasat Reskrim Polres Balangan, Iptu Krismandra yang memimpin penelusuran ke tempat kejadian menuturkan, saat kuburan dibongkar jasad Asek dalam posisi terlipat menyamping. Pada bagian atas kuburan ada tumpukan bambu serta kayu.

Berdasarkan olah TKP yang pihaknya lakukan, kata dia, dikumpulkan beberapa barang bukti serta hasil visum terhadap jasad korban. Setidaknya ada terdapat dua mata luka menembus dada yang diduga akibat bambu runcing.

Baca Juga :  Kecelakaan di HST, Tronton Bermuatan Semen 30 Ton Terjun ke Sungai

“Olah TKP sendiri secara langsung disaksikan oleh keluarga korban. Terlapor dijerat dengan Pasal 359, ancaman hukuman kurungan paling lama lima tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Krismandra mengimbau pada warga yang melakukan ladang berpindah, agar tidak sembarangan dalam membuat dan menempatkan jebakan hewan, sehingga membahayakan orang lain. (why)

Most Read

Artikel Terbaru

/