alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Marak Nama Pejabat Dicatut, Kini Giliran Wawali yang jadi Korban

BANJARBARU – Beberapa waktu terakhir belakangan. Nama-nama pejabat di lingkup Pemerintahan Kota Banjarbaru marak dicatut oleh orang tak bertanggungjawab.

Jika sebelumnya ada nama sejumlah kepala dinas hingga anggota DPRD yang dicatut. Terbaru, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono jadi korban tindakan tersebut.

Hampir serupa dengan modus terhadap beberapa pejabat lainnya. Nama Wartono dicatut oleh seseorang melalui sambungan telepon. Kejadian ini diketahui terjadi pada Kamis (24/2) kemarin.

Diceritakan oleh Wartono, bahwa ada laporan jika namanya digunakan seseorang untuk menelepon sebuah perusahaan. Dalam pencatutan itu, orang tersebut mempertanyakan soal perizinan perusahaan.

“Saya dapat laporan kalau ada yang mengatasnamakan nama saya menelpon menanyakan izin sebuah perusahaan. Beruntungnya pembicaraan itu direkam, dan saya pastikan itu bukan suara saya,” kata Wartono mengonfirmasi.

Dari informasi yang dihimpun, perusahaan yang ditelpon oleh oknum ini diketahui perusahaan merupakan distributor pelumas. Lokasi perusahaannya berada di wilayah Sungai Ulin Banjarbaru.

Baca Juga :  Tidak Dikurung, Joki Vaksin Dikenai Wajib Lapor

Adapun kata Wartono, sebelum mengaku sebagai Wakil Wali Kota, oknum ini diawal sempat memperkenalkan diri sebagai staff dirinya. Dengan alasan ia diperintahkan langsung oleh Wawali.

“Usai panggilan pertama dijawab oleh pihak manajemen perusahaan, rupanya nomor yang sama katanya menelpon lagi dan malah mengaku sebagai Wartono langsung, pertanyaannya sama soal perizinan,” cerita Wartono.

Terkait hal ini, Wartono belum mengetahui siapa pastinya orang yang mencatut namanya tersebut. Dari nada atau suara yang direkam, ia juga tak mengenali siapa sosok tersebut.

“Yang jelas saya tidak pernah menelpon nomor yang tidak saya kenal apalagi mengungkit-ungkit hal-hal teknis seperti itu. Jadi saya harap, semua warga waspada dengan aksi seperti ini, jangan mudah percaya dan tertipu,” pesannya.

Baca Juga :  Mantan Wakil Bupati Batola Divonis 1,3 Tahun

Maraknya kasus pencatutan nama di Banjarbaru memang masuk dalam atensi pihak kepolisian. Menurut pihak Polres Banjarbaru, kasus seperti ini memang cukup sering diinformasikan terjadi.

“Nama pejabat memang paling sering dicatut atau dipalsukan. Modusnya mirip-mirip, mengaku nama tertentu lalu menghubungi targetnya. Jadi harus lebih waspada,” imbau Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Tajudin Noor.

Ancaman tindak pidana dari kasus seperti ini kata Tajuddin bisa saja diterapkan. Yang mana apabila terbukti mencatut dan mengarah kepada unsur penipuan, ada dua regulasi yang bisa disangkakan.

“Bisa dipidanakan jika memang terbukti. Bisa dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan atau UU ITE (Internet dan Transaksi Elektronik),” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Beberapa waktu terakhir belakangan. Nama-nama pejabat di lingkup Pemerintahan Kota Banjarbaru marak dicatut oleh orang tak bertanggungjawab.

Jika sebelumnya ada nama sejumlah kepala dinas hingga anggota DPRD yang dicatut. Terbaru, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono jadi korban tindakan tersebut.

Hampir serupa dengan modus terhadap beberapa pejabat lainnya. Nama Wartono dicatut oleh seseorang melalui sambungan telepon. Kejadian ini diketahui terjadi pada Kamis (24/2) kemarin.

Diceritakan oleh Wartono, bahwa ada laporan jika namanya digunakan seseorang untuk menelepon sebuah perusahaan. Dalam pencatutan itu, orang tersebut mempertanyakan soal perizinan perusahaan.

“Saya dapat laporan kalau ada yang mengatasnamakan nama saya menelpon menanyakan izin sebuah perusahaan. Beruntungnya pembicaraan itu direkam, dan saya pastikan itu bukan suara saya,” kata Wartono mengonfirmasi.

Dari informasi yang dihimpun, perusahaan yang ditelpon oleh oknum ini diketahui perusahaan merupakan distributor pelumas. Lokasi perusahaannya berada di wilayah Sungai Ulin Banjarbaru.

Baca Juga :  Oknum Istri Aparat Raup Miliaran Rupiah, Modusnya Arisan Online

Adapun kata Wartono, sebelum mengaku sebagai Wakil Wali Kota, oknum ini diawal sempat memperkenalkan diri sebagai staff dirinya. Dengan alasan ia diperintahkan langsung oleh Wawali.

“Usai panggilan pertama dijawab oleh pihak manajemen perusahaan, rupanya nomor yang sama katanya menelpon lagi dan malah mengaku sebagai Wartono langsung, pertanyaannya sama soal perizinan,” cerita Wartono.

Terkait hal ini, Wartono belum mengetahui siapa pastinya orang yang mencatut namanya tersebut. Dari nada atau suara yang direkam, ia juga tak mengenali siapa sosok tersebut.

“Yang jelas saya tidak pernah menelpon nomor yang tidak saya kenal apalagi mengungkit-ungkit hal-hal teknis seperti itu. Jadi saya harap, semua warga waspada dengan aksi seperti ini, jangan mudah percaya dan tertipu,” pesannya.

Baca Juga :  Karyawan Cuci Mobil Gelapkan Motor

Maraknya kasus pencatutan nama di Banjarbaru memang masuk dalam atensi pihak kepolisian. Menurut pihak Polres Banjarbaru, kasus seperti ini memang cukup sering diinformasikan terjadi.

“Nama pejabat memang paling sering dicatut atau dipalsukan. Modusnya mirip-mirip, mengaku nama tertentu lalu menghubungi targetnya. Jadi harus lebih waspada,” imbau Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Tajudin Noor.

Ancaman tindak pidana dari kasus seperti ini kata Tajuddin bisa saja diterapkan. Yang mana apabila terbukti mencatut dan mengarah kepada unsur penipuan, ada dua regulasi yang bisa disangkakan.

“Bisa dipidanakan jika memang terbukti. Bisa dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan atau UU ITE (Internet dan Transaksi Elektronik),” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/