alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Juru Parkir Simpan Sabu Hampir Sekilo, Disembunyikan Dalam Karung Pasir

BANJARMASIN – Dari luar, Agustisnus Tjindera tampak seperti juru parkir biasa. Siapa sangka, pria 41 tahun itu menyimpan sabu hampir seberat satu kilogram.

Agus ditangkap pada Jumat (19/2) siang. Tak jauh dari rumahnya di Jalan Veteran Gang Simpati, Banjarmasin Tengah.

Mulanya polisi hanya menyita timbangan digital dan perkakas membungkus sabu.

Selama interogasi, rumahnya digeledah dan hasilnya nihil. Tapi polisi mencurigai sebuah ruko yang disebut-sebut milik orang tuanya.

Dini hari itu juga polisi menggerebeknya. Ternyata barang haram itu disembunyikan dalam sebuah karung pasir.

Tertimbun pasir, ditemukan 23 paket berisi metamfetamin.

“Berat kotornya sekitar satu kilogram. Berat bersihnya 992,41 gram,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito kemarin (25/2).

Baca Juga :  Punya Sabu 700 Gram, Polisi: Mereka Bukan Kurir tapi Pengedar

Barang bukti itu masih ditambah 30 butir pil ekstasi.

Peran tersangka adalah pengedar sekaligus suruhan bandar. Wilayah jualnya di sekitar Banjarmasin.

“Tersangka ini residivis. Sudah dua kali ‘sekolah’ di Lapas Teluk Dalam,” tambah Sabana yang didampingi Kasat Resnarkoba, Kompol Mars Suryo Kartiko.

Sementara yang menyuruh Agus, kini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) Polda Kalsel.

Sebagai penjahat kambuhan, Agus sudah dua kali masuk penjara. Kasus pertama divonis delapan bulan, kasus kedua divonis lima tahun. “Baru dua bulan saya bebas,” akunya.

Dalihnya, dia hanya sekadar suruhan. “Jika barang sudah habis diantarkan, saya diupah Rp15 juta,” sebutnya. (lan/az/fud)

BANJARMASIN – Dari luar, Agustisnus Tjindera tampak seperti juru parkir biasa. Siapa sangka, pria 41 tahun itu menyimpan sabu hampir seberat satu kilogram.

Agus ditangkap pada Jumat (19/2) siang. Tak jauh dari rumahnya di Jalan Veteran Gang Simpati, Banjarmasin Tengah.

Mulanya polisi hanya menyita timbangan digital dan perkakas membungkus sabu.

Selama interogasi, rumahnya digeledah dan hasilnya nihil. Tapi polisi mencurigai sebuah ruko yang disebut-sebut milik orang tuanya.

Dini hari itu juga polisi menggerebeknya. Ternyata barang haram itu disembunyikan dalam sebuah karung pasir.

Tertimbun pasir, ditemukan 23 paket berisi metamfetamin.

“Berat kotornya sekitar satu kilogram. Berat bersihnya 992,41 gram,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito kemarin (25/2).

Baca Juga :  Barbuk 66 Perkara Sudah Inkrah Dimusnahkan

Barang bukti itu masih ditambah 30 butir pil ekstasi.

Peran tersangka adalah pengedar sekaligus suruhan bandar. Wilayah jualnya di sekitar Banjarmasin.

“Tersangka ini residivis. Sudah dua kali ‘sekolah’ di Lapas Teluk Dalam,” tambah Sabana yang didampingi Kasat Resnarkoba, Kompol Mars Suryo Kartiko.

Sementara yang menyuruh Agus, kini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) Polda Kalsel.

Sebagai penjahat kambuhan, Agus sudah dua kali masuk penjara. Kasus pertama divonis delapan bulan, kasus kedua divonis lima tahun. “Baru dua bulan saya bebas,” akunya.

Dalihnya, dia hanya sekadar suruhan. “Jika barang sudah habis diantarkan, saya diupah Rp15 juta,” sebutnya. (lan/az/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/